MANAGED BY:
RABU
17 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Rabu, 10 Juli 2019 13:49
Senyum Sang Manajer
KOMPAK: Para manajer hotel yang tergabung dalam PHRI selalu kompak dalam setiap kesempatan. Penulis, ketika bertemu di lobi hotel Grand Parama.

PROKAL.CO, BANYAK yang mendambakan untuk berada pada posisi manajer sebuah hotel. Tapi, sangatlah tidak mudah untuk menjadi seorang manajer. Tugas dan tanggung jawab yang sangat berat. Plus, dibutuhkan pengalaman yang sangat banyak, terutama di bidang perhotelan.

Saya harus bolak-balik untuk sebuah janji pertemuan. Rencana pertemuan di sekitar Pasar Sanggam Adji Dilayas, tapi tak memungkinkan. Sebab, sisi kiri jalan sedang dikerjakan. Sisi kanan, selesai dibeton, rasanya akan mengganggu pengguna jalan lainnya bila menjadikan sebagian badan jalan untuk parkir kendaraan. Kami putuskan pertemuan dialihkan ke lobi hotel Grand Parama. Lebih sejuk, bisa sambil menikmati minuman dingin melawan udara panas.

Tak sengaja, saya jumpa dengan sahabat saya ketika di kampus dulu. Pak Hamdani, beliau sekarang dapat tugas baru sebagai Komisaris Utama PT Hutan Sanggam Labanan Lestari (HSLL). Lama kami berbincang.

Kami pun membahas tindak lanjut pertemuan sebelumnya dengan Dirut PT Inhutani I Pak Agus, serta direktur Pak Widodo. Semua akhirnya nyambung. Teman saya Pak Apuy dan Pak Agus, merasa nyaman. Banyak pertemuan tak terduga yang memberikan banyak manfaat, dan tentu memberikan titik terang. Kami tak bisa berlama-lama, sebab Pak Hamdani harus segera ke Balikpapan pada penerbangan Garuda sore hari, kemarin.

Saya juga jumpa dengan beberapa manajer hotel yang secara berkala berkumpul di Grand Parama, atau di tempat lainnya. Bertemu dengan para manajer dalam pekan ini, rasanya sering sekali.  Sehari sebelumnya, saya jumpa sama-sama menikmati Mi Pangsit di Jalan AKB Sanipah II. Kata teman, Tanjung Redeb kan kecil, jadi pertemuan itu pasti sering terjadi.

Setiap jumpa, saya selalu awali dengan pertanyaan bagaimana tingkat hunian hotel. Para manajer di antaranya Pak Yoes dan Pak Kelo dari Hotel Bumi Segah, juga Pak Denis serta Pak Dede dari Grand Parama, memberikan jawaban yang hampir seragam, “Pasca Lebaran, tingkat hunian masih di bawah 50 persen,” kata mereka kompak.

Saya percaya dengan pernyataan itu. Sebab, saya juga aktif nongkrong di beberapa hotel, baik untuk jumpa dengan teman dari luar kota, atau sekadar minum kopi di lobi hotel. Memang situasi sekarang oleh mereka sering disebut ‘Low Season’. Situasi itu tidak akan berlangsung lama. Juga bisa kembali merangkak ke atas, mendekati angka 70 persen lebih.

Bagi saya, yang menarik bahwa dalam situasi apapun, sang manajer akan selalu tersenyum. Antara Low Season dan Peak Season, saya tak bisa membedakan senyumnya. Pak Yoes setiap jumpa dengan saya, selalu memberikan senyum terbaiknya. Saya juga punya senyum terbaik, yang saya persembahkan buat Pak Yoes. Termasuk manajer hotel lainnya. Saya sangat paham, memang harus seperti itu. Saya bukan manajer, kalau juga saya tersenyum ceria, setidaknya memanajeri diri saya sendiri. Haha.

Banyak teman yang terkagum-kagum bila berkunjung ke Berau. Melihat betapa pesatnya pertumbuhan ekonominya. Juga pertumbuhan pembangunan di sektor perhotelan. Bumi Segah, bila tak salah masih masuk kelompok non bintang (Saya dapat informasi, ketika bangunan baru mulai Grand Opening, akan bersamaan me-launching status bintangnya), lihatlah interior dan kelengkapannya. Juga ada grup Hotel Palmy, ada Hotel Derawan Indah, Grand Parama dan beberapa hotel yang baru beroperasi. Ini menjadi salah satu tolok ukur.

Sebagai warga, pastilah sangat bangga. Dan akan tetap memberikan kontribusi berpikir, sekecil apapun akan memberikan manfaat. Dan kontribusi para manajer, juga yang tergabung dalam PHRI, kontribusi yang diberikan untuk daerah sangatlah berarti.

Para manajer bukan hanya memikirkan di mana dia bekerja. Dia juga akan menjadi terdepan dalam ‘menjual’ keanekaragaman dan keindahan alam di daerah. Dan senyuman sang manajer, akan sangat berarti. Senyum bukan hanya bermakna sebagai sebuah ibadah. Tapi, senyum merupakan tanda awal ketulusan hati yang lebih berharga dari sebuah hadiah. (*/udi)

 

 

 


BACA JUGA

Selasa, 16 Juli 2019 12:57

Minyak Kelapa Titipan Pak Ronal

DIKENAL sebagai kampung Nyiur Melambai, harusnya Kecamatan Bidukbiduk punya produk…

Senin, 15 Juli 2019 15:40

Cek Kesehatan di Jakarta

MASIH ingat Rakhmadi (26). Pemuda yang memiliki tinggi badan 2,20…

Minggu, 14 Juli 2019 12:43

Pagi Ini, Sarapan di Mana?

HARI libur Minggu (14/7), banyak warga yang memilih menikmati suasana…

Sabtu, 13 Juli 2019 13:43

Om Bat, Apa Kabar?

SEKECIL apapun bentuk kontribusi dalam proses pembangunan di daerah, akan…

Jumat, 12 Juli 2019 10:48

Sim Salabim, Perilaku Anak Jadi Semakin Manis

* ) Hipnoterapis/Komisaris Berau Post Beberapa waktu lalu, salah satu…

Jumat, 12 Juli 2019 10:46

Ngopi Bareng Kapolres

TAK mesti harus membahas seputar kondisi kamtibmas di daerah, bila…

Kamis, 11 Juli 2019 14:36

Gado-Gado Udang Galah

KALAU gado-gado dengan tambahan toppingnya tahu, tempe dan telur, agaknya…

Rabu, 10 Juli 2019 13:49

Senyum Sang Manajer

BANYAK yang mendambakan untuk berada pada posisi manajer sebuah hotel.…

Selasa, 09 Juli 2019 15:07

Memahami Workshop Sebagai Teknologi Partisipasi

DALAM pengambilan keputusan, faktor yang seringkali menjadi penghambat adalah belum…

Selasa, 09 Juli 2019 15:03

‘Mini Market’ Jalan Manunggal

SEBAGAI konsumen, tentu ingin mendapatkan apa yang diperlukan dengan segera.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*