MANAGED BY:
RABU
17 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 10 Juli 2019 13:53
Karena Salah Pergaulan
Melany Widjaja

PROKAL.CO, AKSI tarian erotis yang dipertontonkan tiga penari pada acara Jambore Daerah 1X Kaltim-Kaltara, Sabtu (6/7) lalu, seperti mengulang aksi vulgar yang dipertontonkan seorang remaja putri pada bulan Ramadan lalu. Karena baik para penari maupun remaja putri tersebut, sama-sama mempertontonkan lekuk tubuhnya di depan umum, karena hanya menyisakan bra dan celana yang dikenakannya.

Mengenai dua kejadian tersebut, Psikiater Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai, dr Melany Widjaja berpendapat, prilaku menyimpang tersebut bisa saja bermula dari pengaruh pergaulan dan proses pencarian jati diri. Apalagi jika dalam prosesnya, para remaja tersebut akhirnya mengenal minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang.

"Itu sebenarnya tergantung individunya, bagaimana dia memandang tarian itu. Kalau dia menari dengan niat dan perasaan yang erotik, itu bisa kita sebut sebagai pelanggaran norma," katanya kepada awak media ini, Selasa (9/7).

Ia menjelaskan, selama ini dari banyak kasus prilaku negatif yang dia tangani. Sementara faktor lingkungan dan pergaulan, menjadi urutan pertama sebagai penyebab terjerumusnya para remaja pada prilaku yang tak terpuji.

Selain itu, tak sedikit pula para remaja nekat melakukan sesuatu yang bertentangan dengan norma-norma agama, hanya untuk menunjukkan pada orang lain bahwa dirinya bisa melakukan sesuatu yang tak biasa. "Biasanya dipicu karena ada perasaan seperti diremehkan orang lain," ucapnya.

Dalam beberapa kasus, hal-hal seperti itu kebanyakan dipicu pengaruh minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang. Yang dikhawatirkannya, orang-orang penggunaan zat-zat terlarang tersebut sudah masuk tahap ketergantungan. “Sangat bahaya. Karena kemungkinan berujung menjadi gangguan jiwa sudah seperti di depan mata," ungkapnya.

Melany menyarankan, ketiga penari yang telah menyandang status tersangka setelah menjalani pemeriksaan aparat kepolisian, dilakukan tes kejiwaannya. Dari situ, akan terlihat apakah ketiganya memang memiliki gen yang cenderung ingin mengonsumsi alkohol dan obat-obat terlarang atau tidak.

“Karena bisa disebut genetik kalau dalam gennya sudah ada bibit yang mengarah ke sana. Jadi kalau misalnya nilainya itu tinggi, harus lebih berhati-hati dalam pergaulan dan harus pandai memilah teman," tandasnya. (arp/udi)


BACA JUGA

Selasa, 16 Juli 2019 13:01

Maksimalkan Potensi Kampung, Cukupi Kebutuhan Beras Lokal

Di era modern saat ini, dunia pertanian makin kurang diminati…

Selasa, 16 Juli 2019 12:59

APMPLB Unjuk Rasa di Kantor Bupati

TANJUNG REDEB – Puluhan massa dari Aliansi Pemuda Mahasiswa Peduli…

Selasa, 16 Juli 2019 12:56

Istri Bekerja, Anak Tiri Dicabuli

TALISAYAN – Mardan (50), warga Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih,…

Selasa, 16 Juli 2019 12:55

Forum Pedagang Bulat Menolak

TANJUNG REDEB – Masuknya salah satu jaringan toko swalayan nasional…

Senin, 15 Juli 2019 15:46

Pelajar Jadi Pemuas Syahwat Tiga Buruh Sawit

TANJUNG REDEB – Tiga pelaku pencabulan terhadap pelajar berusia 12…

Senin, 15 Juli 2019 15:43

Kembangkan Komoditi Pertanian Diiringi Peningkatan SDM

Di era modern saat ini, dunia pertanian makin kurang diminati…

Senin, 15 Juli 2019 15:41

Pelihara Satwa, Diancam 5 Tahun Penjara

TANJUNG REDEB – Beberapa wilayah Kabupaten Berau, masih menjadi habitat…

Minggu, 14 Juli 2019 12:41

Buruh TKBM Tepis Tudingan Tunggangan Politik

TANJUNG REDEB – Ketua I Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat…

Minggu, 14 Juli 2019 12:39

Untuk Hal Ini, Wagub Janji Prioritaskan Berau

TANJUNG REDEB – Wakil Gubernur (Wagup) Kaltim Hadi Mulyadi, memastikan…

Minggu, 14 Juli 2019 12:36

Warga Tarakan Dicokok di KTT

TANJUNG REDEB – Tim Black Manta Jatanras Polres Berau, berhasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*