MANAGED BY:
RABU
05 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

PEMERINTAHAN

Rabu, 04 November 2015 17:50
Bersaing dengan Kendari, Jadi Penyedap Plecing Kangkung

Melihat Terasi Asal Biatan yang Diangkut ke NTB

BEREBUT: Para pedagang di Tanjung Redeb berebut untuk bisa mendapatkan jatah terasi segar yang baru diangkut dari sentra produksi terasi di kecamatan Biatan.
Mungkin tak banyak yang tahu bahwa produksi Terasi yang dihasilkan nelayan di kampung pesisir di wilayah kecamatan Biatan sudah merambah sejak lama hingga ke Kabupaten Lombok, Nusa Tenggara barat (NTB). Bahkan, pernah tercatat sebagai pemasok utama yang menguasai hampir 70 persen kebutuhan Terasi di kota tersebut.
--------
ADA lima kampung yang tercatat sebagai sentra produksi Terasi di kecamatan Biatan dan Tabalar, diantaranya Kampung Muara Biatan, Muara Baju, Muara Tabalar, Radak serta Muara Pegah. Dari lima kampung tersebut, 3 diantaranya Muara Biatan, Muara Baju dan Muara Tabalar merupakan kampung dengan jumlah produksi yang sangat besar dengan nelayan yang terlibat merupakan nelayan tetap.  Dua lainnya, adalah nelayan musiman.
Kapal kayu hampir tak pernah berhenti terlihat menunggu produksi Terasi di Biatan.  Kapal dengan kapasitas muatan antara 30 ton hingga 60 ton sekali angkut.  Dari Biatan, dalam kondisi cuaca bagus, bisa menempuh perjalanan hanya sekitar 5 hari dari Biatan hingga merapat di pelabuhan Lombok, NTB.
Masa produksi Terasi memang tidak sepanjang tahun, melainkan hanya berproduksi sekitar 8 bulan. Sebab, empat bulan tersisa, yakni sejak bulan Desember hingga Bulan Maret, kapal-kapal pengangkut dari Lombok berhenti berlayar dengan pertimbangan cuaca. Setelah Maret Barulah kapal tersebut memulai lagi pengangkutan terasi seperti waktu sebelumnya.
Melihat armada kapal layar yang datang untuk membawa Terasi asalan tersebut, bisa diperkirakan dalam sebulan rata-rata 100 ton lebih atau sekitar 800 ton selama 8 bulan.  Jumlah ini mampu menguasai sekitar 70 persen pasokan Terasi segar ke Lombok. Belakangan, pasokan Terasi segar juga sudah datang dari daerah lainnya yakni dari Kendari. Sulawesi Tenggara.
Produsen Terasi di sentra produksi melepas dengan harga sekitar Rp 9 ribu per kilogram. Sementara menurut salah seorang pedagang Terasi, menjual terasi tersebut di pelabuhan Lombok (terima bongkar) sekitar Rp 20 ribu per kilogram. Selisih harga yang memang cukup menguntungkan bagi pedagang.
Di Lombok, Terasi asalan dari nelayan Biatan, Berau tersebut kemudian dikemas dalam kemasan sederhana.  Sebab, para pedagang di lombok, harus memenuhi pesanan Terasi dari pengusaha restauran yang ada di Bali, Surabaya dan Jakarta. “Ada juga pesanan yang dikirim langsung menuju Batam,” kata Dehan, salah seorang pedagang terasi yang menekuni bisnis ini dalam 5 tahun terakhir. Rumah makan yang ada di luar Kota Lombok, tidak mau menggunakan produksi terasi selain terasi asal Berau. Misalnya saja untuk penyedap rasa Plecing Kangkung, masakah khas asal Lombok. “Biasanya Terasi dikirim bersama-sama dengan Kangkung asal Lombok,” kata dehan.
Ini memang hal menarik. Popularitas terasi Berau dimanfaatkan oleh pedagang yang ada di NTB. Keaslian dan tidak mengandung bahan pewarna, menjadi salah satu alasan mengapa Terasi Berau menjadi pilihan. Mungkin saja, para penikmat masakan khas Lombok tersebut tidak tahu, bahwa Terasi yang disantapnya adalah terasi asal Berau.
Peluang bisnis untuk meningkatkan nilai jual maupun nilai tambah Terasi tersebut masih sangat tersebut. Bukan hanya hubungan bisnis secara tradisional regional yang sudah dirintis para pedagang, tetapi perlu lebih ditingkatkan lagi. Mungkin dengan membuat produk akhir dengan kemasan menarik. SKPD sudah banyak berbuat, namun perlu digenjot lagi agar kekhasan rasa Terasi Berau semakin lebih terkenal lagi. (hms4/har)
 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 29 September 2022 11:11

Wabup Ingatkan Ancaman Pidana

  TANJUNG REDEB - Kasus illegal fishing dinilai masih kerap…

Kamis, 29 September 2022 11:04

Pemkab Berau Lanjutkan Kerja Sama dengan UMY

  JOGJAKARTA - Sebagai bentuk sinergi dalam peningkatan pendidikan, penelitian,…

Rabu, 14 September 2022 14:26

Berdampak Negatif bagi Wisata Berau

TANJUNG REDEB - Wakil Bupati Berau, Gamalis, tak menampik mahalnya…

Rabu, 14 September 2022 14:22

Manfaatkan Peluang dan Potensi Pariwisata

KELAY - Paradigma dan sistem pembangunan daerah kini lebih menekankan…

Rabu, 14 September 2022 14:18

Percepat Pemenuhan Sarana dan Prasarana Dasar Mapulu

KELAY - Kampung Mapulu merupakan salah satu dari 17 kampung…

Selasa, 13 September 2022 13:45

Perubahan APBD 2022 Menjadi Rp 3,231 T

TANJUNG REDEB - Bupati Berau Sri Juniarsih bersama Wakil Bupati…

Selasa, 13 September 2022 13:43

Ingatkan OPD Maksimalkan 18 Program Kerja

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Sri Juniarsih mengingatkan seluruh organisasi…

Jumat, 02 September 2022 15:01

Optimistis Terima Panji Keberhasilan Pariwisata

TANJUNG REDEB - Kabupaten Berau memang konsen untuk mengembangkan pariwisata.…

Kamis, 01 September 2022 12:15

Tarik Investasi Pariwisata di Berau

TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten Berau menyambut baik pelaksanaan Focus…

Kamis, 01 September 2022 12:09

Pemkab Komitmen Majukan UMKM

TANJUNG REDEB - Bupati Berau Sri Juniarsih mengaku sudah banyak…

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers