MANAGED BY:
KAMIS
21 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 26 Februari 2018 12:01
Penjajakan dengan Sekolah Alam

Wabup Cari Solusi Pendidikan di Pedalaman

SOLUSI PENDIDIKAN: Wakil Bupati Agus Tantomo saat memberikan penjelasan kondisi terkini pendidikan di Berau, kala melakukan kunjungan ke School of Universe, Parung, Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/2) lalu.

BOGOR - Permasalahan pendidikan, khususnya di wilayah terpencil masih menghantui Pemkab Berau. Untuk menekan siswa putus sekolah pada level menengah pertama, Pemkab Berau saat ini mencoba menjajaki pola sekolah alam yang sudah dikembangkan di School of Universe, Parung, Bogor, Jawa Barat.

Gagasan untuk mengadopsi pola sekolah alam ini awalnya muncul dari Wakil Bupati Agus Tantomo. Keresahannya terkait anak didik di wilayah pedalaman yang tak mampu meneruskan pendidikan ke jenjang menengah pertama, memaksanya mencari terobosan baru. “Ini permasalahan kita bersama. Banyak dari keluarga di pedalaman dan pesisir, yang tak mampu menyekolahkan anaknya setelah pendidikan dasar (SD). Ada banyak alasan. Karena tidak ada SMP di desanya. Dan ditambah masalah ekonomi, atau juga orang tua yang belum tega pisah dengan anaknya yang dianggap masih terlalu kecil. Ini yang membuat saya prihatin,” ujar Agus beberapa waktu lalu.

Setelah melalui beberapa rapat lintas pemangku kepentingan, akhirnya pada Jumat (23/2) lalu, rombongan yang terdiri dari Wakil Bupati dan Dinas Pendidikan Berau, melakukan kunjungan ke lembaga yang menjadi pionir dalam hal pengelolaan sekolah alam di Indonesia, School of Universe di Jalan Raya Parung Km 43, Bogor, Jawa Barat. “Sebelumnya kami sudah berkomunikasi dengan pengelola sekolah alam (School of Universe) ini. Mereka sangat antusias untuk bisa membantu persoalan kita di daerah,” ujar Atat, panggilan karib Agus Tantomo.

School of Universe sendiri telah sukses membangun pola pendidikan yang lebih menekankan pada pembangunan karakter siswa. Pola pendekatan pada kegiatan di alam juga menjadikan sekolah ini memudahkan siswanya mengembangkan diri pada hal-hal yang menjadi kegemaran mereka. Meski demikian, kurikulum yang dipakai, juga diakui oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Jika diadopsi di Berau, kemudahan yang bisa didapat antara lain, tak perlu dituntut membangun gedung sekolah. Karena belajar bisa dilakukan di manapun. Tenaga pengajar juga bisa memanfaatkan relawan yang bisa direkrut dari daerah setempat.

Saat melakukan kunjungan lapangan ini, didapati perbedaan pola yang selama ini tak terpikir. Kenyataan bahwa di kota-kota besar, sekolah alam memiliki konsep sebagai sekolah pilihan. Sementara untuk wilayah Berau, yang diharapkan adalah sekolah pengganti mengingat ketiadaan sekolah umum di wilayah pedalaman dan terpencil.

“Tapi bukan berarti kita tidak bisa berkolaborasi. Kami juga punya pengalaman melakukan pendampingan dengan masyarakat pedalaman di wilayah   Muara Enim, Sumatera Selatan. Perbedaannya, kami langsung turun ke lapangan, tanpa ada awalan program dari pemerintah setempat,” ujar Donny P Nugroho, Chief Of Academic Officer yayasan Maestro, yang memayungi School of Universe tersebut.

“Saya yakin, jika ada campur tangan pemerintah, upaya untuk mengatasi persoalan pendidikan di wilayah terpencil akan semakin mudah,” lanjut Donny.

Melihat kondisi saat ini, di Berau setidaknya ada 11 kampung yang sangat memerlukan keberadaan sekolah lanjutan.  Dan itu tersebar di wilayah yang sulit untuk dijangkau. Kampung Balikukup di Batu Putih. Kampung Teluk Sulaiman di Bidukbiduk. “Juga sebagian besar di wilayah Kecamatan Kelay dan Segah. Akses menuju kampung-kampung itu juga masih sangat sulit,” ujar Basri Sahrin, Kepala Dinas Pendidikan Berau.

Menurut Basri, jika nantinya pola ini bisa diadopsi, minimal pada tahun ajaran 2018/2019, satu atau dua sekolah sudah bisa dijalankan. “Sebenarnya ada banyak pola yang bisa kita terapkan, misalnya sekolah filial, namun kelebihan dari sekolah alam ini, tenaga pengajar bisa dari mana saja. Dan ini akan meringankan persoalan guru. Jujur saja, kami belum menganggarkan untuk 2018, jadi usaha keras dari Pak Wabup ini harus kita dukung dan sukseskan,” tuturnya. (rjp/udi)


BACA JUGA

Kamis, 21 Oktober 2021 19:51

Waspadai Klaster Pariwisata

TANJUNG REDEB – Wisatawan asing sempat tidak diperbolehkan masuk saat…

Kamis, 21 Oktober 2021 19:48

Camat Dicecar soal Verifikasi

TANJUNG REDEB - Kejaksaan Negeri (Kejari) Berau terus mendalami dugaan…

Kamis, 21 Oktober 2021 19:43

Camat Gunung Tabur Kecewa

TANJUNG REDEB – Camat Gunung Tabur Anang Saprani, mengaku kecewa…

Rabu, 20 Oktober 2021 19:59

Di Kabupaten Berau, 106.267 Jiwa Sudah Divaksin

TANJUNG REDEB – Sebanyak 106.267 atau 57 persen masyarakat Bumi…

Rabu, 20 Oktober 2021 19:57

Masyarakat Antusias karena Banyak yang Belum Paham

Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK, tak henti-hentinya menyosialisasikan Peraturan Daerah…

Rabu, 20 Oktober 2021 16:09

Bidik Dugaan Tipikor ADK Giring-Giring

TANJUNG REDEB – Camat Bidukbiduk dan Kepala Kampung Giring-Giring, memenuhi…

Selasa, 19 Oktober 2021 19:40

Ahli Waris Tak Penuhi Undangan Disdik, Kasus Sekolah Disegel Tak Selesai

TANJUNG REDEB – Pemkab Berau menggelar pertemuan membahas mengenai penyegelan…

Selasa, 19 Oktober 2021 19:39

JPU Kembalikan Berkas ke Penyidik

TANJUNG REDEB - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari)…

Selasa, 19 Oktober 2021 19:38

Kelay Kembali Zona Kuning

TANJUNG REDEB – Setelah sempat berada di zona hijau, Kecamatan…

Senin, 18 Oktober 2021 20:01

Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan

TANJUNG REDEB – Rencana pembangunan rumah sakit (RS) tipe B…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers