MANAGED BY:
SELASA
20 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 16 September 2018 12:58
Hobi Terlarang Kicau Mania
Ilustrasi

PROKAL.CO, POPULASINYA dianggap terancam punah, sebanyak 562 jenis burung masuk dalam 919 jenis tumbuhan dan satwa dilindungi oleh pemerintah. Hal tersebut tertuang di dalam Peraturan Menteri (Permen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi, yang terbit pada 29 Juni 2018 lalu.

Di antara 562 jenis burung dilindungi itu, terdapat beberapa jenis burung yang tak asing lagi bagi masyarakat, khususnya para pecinta atau hobi memelihara burung. Yaitu, jenis Murai Batu, Pleci, Cucak Rowo, Cucak Ijo, Jalak Suren dan lainnya. Masuknya jenis-jenis burung yang kerap dilombakan suaranya itu, membuat pencinta burung panik.

Aksi-aksi yang diinisiasi asosiasi dan penikmati suara burung kicau pun digelar baik di pusat hingga di beberapa daerah. Aksi itu bertujuan untuk mempertanyakan masuknya jenis-jenis burung kicau sebagai burung yang dilindungi.

Ketidaksetujuan dengan terbitnya aturan itu, juga dirasakan Sumarsono, yang merupakan salah satu pencinta burung kicau. Ia mengaku telah memiliki beberapa jenis burung kicau di antaranya Murai Batu dan Cucak Rowo.

Hobi memelihara burung ini sudah lama ia lakukan setelah melihat beberapa rekannya yang asyik memelihara dan mengikuti beberapa lomba burung kicau.

“Sebenarnya aturan ini bagus saja, tapi harus dilihat juga burung-burung jenis kicau itu tidak punah. Banyak orang yang memeliharanya,” katanya kepada Berau Post, beberapa waktu lalu.

Namun, meskipun mempertanyakan soal masuknya burung-burung itu menjadi satwa dilindungi. Di sisi lain pria yang tinggal di Jalan Pulau Panjang ini, cukup mendukung peraturan tersebut yang mengharuskan pemilik atau penangkaran burung memiliki izin.

Menurutnya, dengan adanya perizinan tersebut, membuat pemilik burung bisa benar-benar merawat dan mengembangbiakan burung yang ditangkar. “Tapi jangan hanya aturannya saja dibuat, tapi di lapangan juga harus dijalankan,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Berau, Agento Seno menyebut, aturan yang telah dikeluarkan kementeriannya tidaklah berlaku surut. Di mana organisasi maupun perorangan yang telah memiliki burung jauh hari sebelum aturan itu terbit tidak akan menjadi masalah.

“Apalagi kalau burung itu hasil penangkaran berizin, jadi tidak ada masalah dan perlu dikhawatirkan,” katanya.

Beberapa pekan lalu, diungkapkannya, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem telah mengirimkan surat edaran kepada pihaknya atas diterbitkannya permen tentang satwa dilindungi.

Dalam surat edaran itu, dijelaskannya bahwa kebijakan perlindungan jenis tumbuhan dan satwa termaksud jenis burung berkicau merupakan upaya pengawetan jenis yang dilakukan untuk mencegah kepunahan.

Menurut data Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dari tahun 2000 sampai saat ini telah terjadi penurunan populasi berbagai spesies burung di habitat alamnya lebih dari 50 persen. “Jadi upaya perlindungan dan pengelolaan intensif terhadap spesies burung perlu ditingkatkan melalui konservasi di habitatnya dan di luar habitatnya,” terangnya.

Melalui surat edaran tersebut, Agento juga mengungkapkan, pihaknya telah diminta untuk mengimbau kepada masyarakat untuk bergabung dalam perkumpulan atau organisasi resmi terkait burung berkicau.

“Itu dilakukan guna memudahkan dalam proses pendataan dan penandaan serta pengawasan,” pungkasnya.

Sementara itu, diketahui saat ini tiga jenis burung yang sebelumnya masuk dalam daftar satwa dilindungi sudah dikeluarkan dari daftar tersebut. Tiga jenis yang keluar dari daftar itu di antaranya Murai Batu, Jalak Suren dan Cucok Rowo. (arp/app)

 

Siap Tindak Tegas

PIHAK kepolisian siap menjalankan penanganan hukum mengenai aturan baru dari pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yang telah menerbitkan Permen Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi.

Namun sebelum menjalankan proses hukum itu, Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono melalui Kasatreskrim AKP Andika Dharma Sena mengatakan, pihaknya akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Berau, selaku kepanjangan tangan KLHK di daerah.

Koordinasi tersebut diterangkannya, tak lain untuk mengetahui proses dan mekanisme peraturan tersebut. “Kami akan koordinasikan dulu dengan BKSDA, bagaimana jalannya aturan itu,” katanya saat diwawancarai Berau Post beberapa pekan lalu.

Apabila dari koordinasi mengenai peraturan tentang satwa dilindungi itu sudah berjalan dan diterapkan, maka sebagai lembaga penegak hukum, pihaknya siap memproses pihak-pihak yang melanggar aturan tersebut.

“Tapi sebelum ke arah sana, saya ingin lihat dulu mekanisme dan aturan menteri itu. Serta hukum pidananya bagi yang melanggar bagaimana,” ujarnya.

Lebih lanjut, dengan aturan yang masih terbilang cukup baru itu dan bercermin terhadap aturan-aturan sebelumnya. Andika –sapaan akrabnya menuturkan tentunya akan ada masa sosialisasi yang dijalankan pihak kementerian kepada masyarakat, supaya tahu dan memahami isi aturan tersebut.

“Karena masih terbilang baru tentunya akan ada sosialisasi terlebih dahulu dari pihak-pihak berkaitan. Dan tidak serta-merta juga setelah keluar peraturan itu langsung dilakukan tindakan,” pungkasnya. (arp/app)

 


BACA JUGA

Senin, 19 Agustus 2019 18:36

Hari Ini, Anggota DPRD Periode 2019-2024 Dilantik

TANJUNG REDEB – Sebanyak 30 anggota DPRD Kabupaten Berau periode…

Senin, 19 Agustus 2019 18:35

Suara Tinggi Belum Tentu Dapat Kursi

TANJUNG REDEB – Anggota DPRD Berau periode 2019-2024 akan dilantik…

Senin, 19 Agustus 2019 18:34

Siap Maju asalkan Didukung Masyarakat

Menjadi wakil rakyat di Karang Paci, sudah membuktikan kapasitas Rusianto…

Senin, 19 Agustus 2019 18:25

Sambut Pesta Demokrasi dengan Kebersamaan

TANJUNG REDEB- Tahapan pendaftaran hingga penetapan calon bupati dan wakil…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:41

Banyak Jalan untuk Sebuah Pengabdian

Segudang pengalaman berorganisasi, menjadi modal Pipit dalam mengasah jiwa kepemimpinannya.…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:37

Warga Polandia dan Belanda Juga Ikut Upacara

BUKAN di pedalaman saja, upacara hari ulang tahun (HUT) ke-74…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:34

Dihadiahi Puisi Surat untuk Ibu Pertiwi

KELAY- Nyanyian lagu Indonesia Raya berkumandang. Dinyanyikan para pelajar dari…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:30

Cari Sumber PAD Baru, Alur Sungai Mau Ditarik Retribusi

TANJUNG REDEB- Padatnya aktivitas pelayaran di alur sungai, dinilai sebagai…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:24

WADUH..!! Gara-Gara Ini, Penerbangan Terganggu

TELUK BAYUR- Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Berau, akhirnya mengganggu…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:20
BREAKING NEWS

Kodim Sita 500 Dus Rokok Diduga Ilegal

TANJUNG REDEB - Unit Intel Kodim 0902/Trd menyita ratusan ball…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*