MANAGED BY:
SENIN
16 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 18 Desember 2018 12:15
Bully Membunuh Karakter Anak
Fika Yuliana

PROKAL.CO, KETUA Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Berau Fika Yuliana Tantomo, mengimbau semua pihak untuk melindungi anak yang terlibat masalah hukum. Bukan malah di-bully.

Karena, bully akan memperparah kondisi mental anak yang bermasalah dengan hukum, sehingga makin membuatnya terpuruk menjalani kehidupannya.

Menurut data pihaknya, rata-rata anak yang bermasalah dengan hukum, rata-rata dipicu karena pengaruh buruk lingkungannya. “Seperti ikut-ikutan sama teman. Ada juga yang mencari jati diri, ada yang karena untuk gagah-gagahan, biasanya ditantang berani ini, berani itu, akhirnya tersandung masalah hukum,” katanya.

Saat ini diakuinya kenakalan yang dilakukan beberapa anak memang tergolong cukup nekat. Namun dirinya tetap menilai penahanan bukan hal yang tepat untuk menyelesaikan masalah anak di bawah umur.

Karena itu pihaknya mengategorikan kenakalan anak, mulai kategori biasa-biasa saja dengan melakukan pembinaan sementara, hingga mengamankannya di rumah aman, jika perbuatan yang dilakukan cukup meresahkan masyarakat.

“Penanganan khusus di rumah aman diberikan secara kontinu hingga betul-betul tidak mengulangi perbuatannya lagi. Dan jika ia mengulangi ada konsekuensinya," tambahnya.

Fika menyebutkan, faktor terbesar yang mendorong perilaku anak melakukan tindakan melanggar hukum adalah pengaruh lingkungan dan kurangnya kasih sayang dari orangtua.

“Untuk penanganan, ada tiga anggota kami psikolog. Itu yang betul-betul berkompeten di bidang psikologi," terangnya.

Dijelaskan Fika, bully dapat membunuh karakter anak yang hendak kembali bersosial di lingkungannya. Upaya pencarian jati diri yang kerap salah jalan, seharusnya dapat dimaafkan agar anak dapat hidup normal kembali.

Sebab jika terus mendapat ejekan atau hinaan dari masyarakat di lingkungan sekitarnya, maka anak tersebut akan pergi mencari ketenangan di lingkungan lain yang membuatnya nyaman.

“Tapi bisa jadi bergaul di lingkungan yang salah lagi. Jadi bukannya tobat, tetapi malah bisa tambah parah karena merasa tidak diterima di lingkungan sebelumnya," katanya. (sam/udi)


BACA JUGA

Minggu, 15 September 2019 20:09

Kabel PLN Tembus Rumah Warga

Dugaan korsleting listrik yang menyebabkan kebakaran yang menghanguskan empat rumah…

Minggu, 15 September 2019 20:07

Ditinggal Salat, 4 Rumah, 1 Minibus Hangus

TANJUNG REDEB – Kebakaran kembali terjadi di Gang Mulia, Jalan…

Sabtu, 14 September 2019 14:03

Warga Keluhkan Pendirian Tenda di Pinggir Jalan

TANJUNG REDEB- Pelaksanaan Berau Expo yang rencananya dibuka pada Minggu…

Sabtu, 14 September 2019 14:01

Dokter Tak Berada di Tempat, Masyarakat Keluhkan Pelayanan Puskesmas Gunung Tabur

GUNUNG TABUR- Dokter umum yang bertugas di Puskesmas Gunung Tabur,…

Sabtu, 14 September 2019 13:58

Polisi Cokok Warga Karang Mulyo

JAJARAN Satresnarkoba Polres Berau, membekuk Hasniah (36), karena dugaan kepemilikan…

Sabtu, 14 September 2019 13:56

Kesehatan Membaik, Jamaah yang Tertahan Diizinkan Pulang

TANJUNG REDEB – Setelah dipastikan layak terbang, dua jamaah haji…

Sabtu, 14 September 2019 13:53

BMKG Terbitkan Peringatan Dini

TANJUNG REDEB – Aktivitas penerbangan di Bandara Kalimarau lumpuh. Pasalnya,…

Jumat, 13 September 2019 10:07

Terancam Pemberhentian Sementara

TANJUNG REDEB – Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP)…

Jumat, 13 September 2019 10:03

14 Hari, Polisi Ungkap 17 Kasus Narkoba

TANJUNG REDEB– Operasi Antik yang digelar jajaran Polres Berau sejak…

Jumat, 13 September 2019 10:02

Perpanjangan Runway Terbentur Pembebasan Lahan

MARATUA- Rencana untuk menambah panjang landasan pacu atau runway Bandara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*