MANAGED BY:
MINGGU
25 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 30 Januari 2019 13:32
Banyak Kasus Pencurian

Alasan YPI Ingin Kelola Pulau Blambangan

TEMUKAN TELUR PENYU: Salah satu anggota YPI saat menemukan telur penyu di Pulau Blambangan pada beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Setelah melakukan presentasi terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, Yayasan Penyu Indonesia (YPI) yang ingin mengelola Pulau Blambangan pun telah melakukan survei awal di pulau terluar tersebut beberapa waktu lalu.

Direktur YPI Bayu mengatakan, pihaknya pada pekan lalu sudah melakukan presentasi untuk memohon agar mendapatkan rekomendasi dari Pemkab Berau untuk mengelola Pulau Blambangan. Dengan tujuan utama melakukan konservasi terhadap penyu yang berada di Pulau Blambangan.

“Karena pulau itu hingga saat ini belum dijaga oleh pihak manapun. Sehingganya pulau itu jadi lokasi oleh oknum untuk mencuri telur penyu, bahkan ada sampai penyunya juga dibantai di sana,” katanya kepada Berau Post, Selasa (29/1).

“Makanya kami terpanggil untuk mengelola pulau itu,” sambungnya.

Dirinya menerangkan, dalam survei selama tiga hari, pihaknya melihat kondisi Pulau Blambangan cukup memprihatinkan dengan kondisi porak-poranda akibat banyaknya sampah yang bertebaran. Dari pengamatan pihaknya, sampah-sampah tersebut berasal dari beberapa negara tetangga seperti Filiphina, Malaysia hingga Tiongkok. “Kami tahu itu karena lihat di plastiknya made in negara-negara itu tadi,” ucapnya.

Bayu juga menuturkan dalam rencana pengelolaan itu pihaknya akan bekerja sama dengan aparat keamanan baik itu TNI AL maupun pihak kepolisian. 

Lebih lanjut, informasi yang dihimpun pihaknya Pulau Blambangan selama ini tidak hanya dieksploitasi oleh pencuri-pencuri telur penyu. Namun juga dilakukan oleh nelayan-nelayan pada umumnya yang tengah beristirahat. “Jadi saat istirahat itu mereka mencari-cari telur penyu juga. Makanya saat Januari ini yang harusnya musim tukik, tapi kenyataannya dalam survei kami tidak menemukan satupun tukik,” ungkapnya.

“Berdasarkan itulah kami berpikir ingin mengelola Pulau Blambangan dan meminta rekomendasi dari Pemkab Berau untuk diberikan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim,” pungkasnya. (arp/app)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:33

Pekan Depan Sidang Perdana

TANJUNG REDEB - Sidang perdana perkara penyelundupan sabu-sabu 3 kilogram…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:29

BKPP Terima Surat Pengunduran Diri Rasatkan

TANJUNG REDEB – Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Bugis, Muhammad…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:24

Tertarik Maju, Inginkan Program Kearifan Lokal

Di dunia olahraga Bumi Batiwakkal, nama Teddy Nanang Abay sudah…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:22

Pedagang Sembako Nyambi Jual LL

TABALAR - Seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Ani (44)…

Jumat, 23 Agustus 2019 19:01

Bisnis Haram karena Himpitan Ekonomi

TANJUNG REDEB- Jajaran Satreskoba Polres Berau, membekuk warga Jalan H…

Jumat, 23 Agustus 2019 19:00

Condong ke Independen, Ajukan Pengunduran Diri sebagai ASN

Figur bakal calon yang akan bertarung di Pilkada Berau 2020…

Jumat, 23 Agustus 2019 18:59

Pakai Jamkesda, Operasi Selalu Tertunda

TANJUNG REDEB- Kebahagiaan tak lagi bisa dirasakan Sofyan dan Ervina.…

Jumat, 23 Agustus 2019 18:57

Lahan Terbakar Capai 180 Hektare

TANJUNG REDEB– Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di…

Kamis, 22 Agustus 2019 13:09

Hakim Didebat, Sidang Memanas

TANJUNG REDEB- Ketegangan terjadi dalam sidang lanjutan perkara dugaan menghalang-halangi…

Kamis, 22 Agustus 2019 13:04

Dorongan dari Pengurus Kecamatan, Restu Suami Sudah di Tangan

Selama 15 tahun mendampingi suami yang menjadi kepala daerah, sudah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*