MANAGED BY:
SENIN
23 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 17 Maret 2019 01:45
Imigrasi Masuk Kampung, UNTUK APA?

‘Jemput Bola’ Pengurusan Passport di Kampung-Kampung

JEMPUT BOLA: Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Tanjung Redeb, Muhammad Setiawan menyaksikan proses pengurusan pembuatan passport yang dilakukan di Kantor Kepala Kampung Pulau Derawan, Sabtu (16/3).

PROKAL.CO, PULAU DERAWAN - Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI (Tempat Pemeriksaan Imigrasi) Tanjung Redeb, melakukan 'jemput bola' di Pulau Derawan, disambut antusias oleh masyarakat. 

Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Kepala Kampung Pulau Derawan ini dimulai Pukul 09.00 hingga 15.00 Wita, bertujuan untuk menarik minat masyarakat melakukan pengurusan (pembuatan, dan perpanjangan) passport.

Kepala Imigrasi Kelas III Non TPI Tanjung Redeb, Muhammad Setiawan memimpin kegiatan tersebut, mengaku sangat senang dengan tingginya antusias masyarakat yang datang. Baik yang baru membuat maupun melakukan perpanjangan masa berlaku passport.

“Kami senang antusias masyarakat Pulau Derawan mengikuti kegiatan mobile unit pengurusan passport. Ini baru pertama kali kami lakukan,” katanya saat diwawancara Berau Post, Sabtu (16/3).

Dirinya menjelaskan jauh hari sebelumnya, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak pemerintah kampung mengenai kegiatan tersebut. Sekaligus melakukan pendataan terhadap masyarakat Pulau Derawan yang tertarik melakukan pengurusan passport.

Dari pendataan awal, Setiawan menyebut pihak kampung menyerahkan sekitar 52 nama yang ingin melakukan pengurusan kemudian mengerucut menjadi 33 nama setelah dilakukan pengecekan oleh pihaknya. “Yang tidak lolos itu kebanyakan karena data yang diberikan ke kami, kemudian disinkronkan dengan data Disdukcapil, ternyata tidak sesuai,” ucapnya.

“Karena itu hanya 33 orang yang bisa melanjutkan pengurusan seperti foto, scan sidik jari, hingga wawancara,” sambungnya.

Ia menerangkan, untuk mendapatkan passport, pihak pemohon harus terlebih dahulu menyiapkan dokumen yang diperlukan, seperti KTP-el, Kartu Keluarga, dan akta kelahiran. Namun, apabila tidak memiliki akta kelahiran, bisa diganti dengan ijazah pendidikan terakhir.

“Setelah kita proses dan dinyatakan bisa dapat passport, baru kita minta melakukan pembayaran ke bank sebesar Rp 350 ribu. Setelah itu, tiga hari kemudian passport selesai dan bisa diambil,” jelas Setiawan.

Lebih lanjut, pria yang sebelumnya bertugas di Kantor Imigrasi pusat ini juga mengungkapkan, setelah ini pihaknya akan kembali melakukan mobile unit pengurusan passport di daerah pesisir, tepatnya Kecamatan Talisayan.

“Pada dasarnya kami memilih tempat yang jauh-jauh itu karena ingin memudahkan masyarakat mendapatkan passport. Karena apabila mereka harus ke Tanjung Redeb, akan memakan biaya besar. Karena itu, setelah passport mereka selesia, kami akan kembali lagi untuk menyerahkan langsung,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kampung Pulau Derawan, Bahri mengaku sangat senang dengan kegiatan mobile unit pengurusan passport ini. Pasalnya, selama ini ia menyebut banyak masyarakat di Pulau Derawan yang ingin mengurus passport, namun terkendala jarak Kantor Imigrasi yang berada di Tanjung Redeb.

“Luar biasa antusias masyarakat Pulau Derawan dengan kegiatan ini. Karena apabila mereka mau mengurus ke Tanjung Redeb, biaya yang harus dikeluarkan besar sekali. Bisa sampai Rp 1 jutaan,” katanya.

Karena itu, melalui kegiatan ini dirinya berharap nantinya Kantor Imigrasi bisa kembali melaksanakan kegiatan serupa di Pulau Derawan. Sebab masih banyak masyarakat yang ingin mengurus passport.

“Tentu kami berharap nanti atau tahun depan pihak Imigrasi bisa kembali datang ke sini. Karena masih ada masyarakat yang baru tahu kegiatan ini, sehingga belum melakukan pendaftaran sebelumnya,” harap Bahri.(arp/asa)


BACA JUGA

Minggu, 22 September 2019 07:39

Alat Berat dan Dua Bangunan Terbakar

MARATUA- Proses pembangunan Maratua Blue Resort di Kecamatan Maratua, tidak…

Minggu, 22 September 2019 07:37

Naik Kelas, Tembus Liga Futsal Kasta Tertinggi Tanah Air

Mimpi untuk membawa tim futsal asal Bumi Batiwakkal disejajarkan dengan…

Minggu, 22 September 2019 07:31

WADUH NGERINYA..!! Buaya Sering Lepas, Pemilik Mulai ‘Angkat Tangan’

TANJUNG REDEB – Buaya milik Muhammad Irsani, kembali berkeliaran di…

Sabtu, 21 September 2019 11:18

Benahi Fasilitasnya Dulu

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau, Madri Pani minta pemerintah…

Sabtu, 21 September 2019 11:18

MASIH BANYAK NGANGGUR..!! Jumlah Pencaker dan Lowongan Kerja Tak Sebanding

TANJUNG REDEB - Jumlah pencari kerja (Pencaker) di Kabupaten Berau…

Sabtu, 21 September 2019 11:16

Meski Berkabut Asap, Aktivitas Pelayaran Tetap Normal

TANJUNG REDEB – Hingga saat ini kabut asap masih menyelimuti…

Sabtu, 21 September 2019 11:15

Antisipasi Penyebaran Berita Hoaks

TANJUNG REDEB - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Berau…

Sabtu, 21 September 2019 11:14

Stok Blangko KTP-el Menipis

TANJUNG REDEB - Layanan pencetakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el)…

Jumat, 20 September 2019 17:46

Bencana Asap Sudah Meresahkan, tapi Belum Masuk Kategori Darurat

KABUT asap yang menyelimuti langit Berau beberapa hari terakhir, belum…

Jumat, 20 September 2019 17:45

Subuh Nyolong Motor, Pagi Langsung Ditangkap

TANJUNG REDEB- Sumpeknya suasana di dalam penjara, tak cukup membuat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*