MANAGED BY:
SELASA
20 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 30 Maret 2019 14:20
Lestarikan Penyu sebagai Ikon Daerah

LSM Peraih Penghargaan Konservasi Alam dan Lingkungan di Berau: Nono Rachmad Basuki (3-Habis)

PEMERHATI LINGKUNGAN:Nono Rachmad Basuki (kanan) saat berfoto bersama Dubes Republik Cekoslowakia, Ivan Hotek di ruang VVIP Bandara Kalimarau, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO,  

Sejak kecil, Nono sudah menyukai berbagai hal yang berkaitan dengan alam. Sampai-sampai dirinya pun tertarik menjaga alam sekitar hingga akhirnya apa yang sudah dilakukannya mendapat penghargaan.

ARI PUTRA, Tanjung Redeb

NONO Rachmad Basuki adalah satu dari tiga orang peraih penghargaan atas dedikasinya dalam menjaga lingkungan di Berau. Tak jauh berbeda dengan Berlianto, Nono juga fokus terhadap perlindungan fauna, khususnya menjaga keberlangsungan penyu.

Sejak kecil, diakui Nono, sudah menyukai hal-hal yang berkaitan dengan alam dan lingkungan. Alam baginya menyimpan berbagai hal yang menarik dan rahasia, sehingga ia merasa terpanggil untuk menjaga lingkungan.

Ia mencontohkan keberadaan pohon mangrove yang menjadi sangat penting bagi manusia saat ini. Dengan fungsinya menjadi benteng alam bagi daerah pesisir dan daratan saat terjadi tsunami. “Saat ini banyak sekali proyek-proyek baik dari pemerintah maupun swasta untuk membangun beronjong (penahan ombak,red.) yang bisa menghabiskan ratusan bahkan miliaran rupiah. Padahal kita sudah punya mangrove sebagai benteng,” katanya.

Kelebihan mangrove, lainnya bisa menyerap dan memfilter limbah yang dihasilkan manusia seperti sabun, lalu dinetralisir sehingga menangkal limbah tersebut masuk ke dalam ekosistem di bawahnya. Sejak 2003 silam hingga saat ini, Nono masih menjadi bagian dari Yayasan Penyu Berau dan kerap membantu Konservasi Alam dan Lingkungan Tropical Indonesia (Kanopi).

Mengenai persoalan penyu yang ada di Berau, pria kelahiran Malang, 20 Juni 1979 ini mengungkapkan cukup kompleks. Karena daya jelajah atau migrasi penyu masuk lintas negara. Belum lagi adanya mitos di Berau yang menyebutkan apabila memakan telur penyu akan panjang umur.

“Degradasi penyu menurut pengalaman saya diakibatkan oleh masih adanya permintaan penyu untuk dijadikan obat atau cenderamata,” ujarnya.

“Dan kebanyakan dari pelaku penangkapan penyu menggunakan jaring, sehingga ratusan bahkan ribuan induk penyu mati, selain pengambilan telur penyu secara langsung oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab,” sambungnya.

Selama ini, peran pemerintah disebutnya sudah cukup bagus dengan adanya beberapa kebijakan yang dibuat oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Namun, ia mengakui untuk melakukan monitoring maupun operasi memerlukan biaya yang cukup besar dan harus ada kerja sama antara pemerintah, penegak hukum dan swasta.

Apalagi dari catatan pihaknya, sudah ada beberapa pihak yang ditangkap aparat berwajib karena terlibat pencurian penyu maupun telurnya.

“Tapi hal ini tidaklah cukup karena selama ada pasarnya, maka pasti ada pelanggaran. Maka dari itu perlu kerja sama yang baik semua stakeholder untuk melestarikan penyu,” jelasnya.

Selama mengabdikan dirinya menjaga alam lingkungan, ia mengatakan salah satu hal yang disukai atas kegiatan tersebut adalah bisa langsung menikmati keagungan Allah melalui ciptaannya serta bisa berbagi dengan sesama.

Sementara hal yang tidak disukainya adalah karena harus meninggalkan keluarganya beberapa hari, padahal ia merasa sebagai seorang ayah, seharusnya memberikan kasih sayang serta mendidik anaknya.

Nono juga berharap ke depan, masyarakat memahami dan menyadari pentingnya pelestarian penyu di Berau. “Apalagi Berau menjadi salah satu kabupaten wisata di Kalimantan Timur dan penyu adalah lambang daerah ini. Maka jangan lagi mengonsumsi telur penyu maupun menggunakan ornamen-ornamen atau asesoris dari penyu dan turunannya, jika tidak ingin satwa ikon daerah ini punah,” pintanya.(*/asa)

 


BACA JUGA

Senin, 19 Agustus 2019 18:36

Hari Ini, Anggota DPRD Periode 2019-2024 Dilantik

TANJUNG REDEB – Sebanyak 30 anggota DPRD Kabupaten Berau periode…

Senin, 19 Agustus 2019 18:35

Suara Tinggi Belum Tentu Dapat Kursi

TANJUNG REDEB – Anggota DPRD Berau periode 2019-2024 akan dilantik…

Senin, 19 Agustus 2019 18:34

Siap Maju asalkan Didukung Masyarakat

Menjadi wakil rakyat di Karang Paci, sudah membuktikan kapasitas Rusianto…

Senin, 19 Agustus 2019 18:25

Sambut Pesta Demokrasi dengan Kebersamaan

TANJUNG REDEB- Tahapan pendaftaran hingga penetapan calon bupati dan wakil…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:41

Banyak Jalan untuk Sebuah Pengabdian

Segudang pengalaman berorganisasi, menjadi modal Pipit dalam mengasah jiwa kepemimpinannya.…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:37

Warga Polandia dan Belanda Juga Ikut Upacara

BUKAN di pedalaman saja, upacara hari ulang tahun (HUT) ke-74…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:34

Dihadiahi Puisi Surat untuk Ibu Pertiwi

KELAY- Nyanyian lagu Indonesia Raya berkumandang. Dinyanyikan para pelajar dari…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:30

Cari Sumber PAD Baru, Alur Sungai Mau Ditarik Retribusi

TANJUNG REDEB- Padatnya aktivitas pelayaran di alur sungai, dinilai sebagai…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:24

WADUH..!! Gara-Gara Ini, Penerbangan Terganggu

TELUK BAYUR- Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Berau, akhirnya mengganggu…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:20
BREAKING NEWS

Kodim Sita 500 Dus Rokok Diduga Ilegal

TANJUNG REDEB - Unit Intel Kodim 0902/Trd menyita ratusan ball…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*