MANAGED BY:
SENIN
19 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 18 April 2019 14:45
Kehabisan Surat Suara, Warga Protes KPU
KECEWA: Puluhan warga batal menyalurkan hak suaranya pada pemilihan umum tahun ini karena surat suara habis. Warga pun mengaku kecewa.

PROKAL.CO, SEJUMLAH kendala mewarnai pemungutan suara pemilihan umum (Pemilu) 2019 di Kabupaten Berau. Mulai dari banyaknya warga yang protes karena tidak menerima undangan memilih (C-6), padahal terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT). Tidak hanya itu, beberapa tempat pemungutan suara (TPS) kekurangan surat suara. Sehingga banyak warga yang kecewa karena gagal menggunakan hak pilihnya.

Kekecewaan ini pun disampaikan warga ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau. Salah satunya Sinta, warga Jalan Ahmad Yani, Tanjung Redeb. Kepada media ini, ia mengaku tidak bisa menyalurkan hak pilihnya karena surat suara di TPS tempat dia tinggal di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Bugis, habis. Padahal ia berada di TPS pukul 11.00 Wita sebelum waktu pendaftaran ditutup.

Demi untuk mencoblos, Sinta mengaku harus berkeliling ke 11 TPS di Kelurahan Bugis. Namun, ia juga mendapat penolakan di semua TPS yang dia datangi dengan alasan beda TPS.

Sinta pun mengaku kembali ke TPS awal. Ia kembali mendapat penolakan dengan alasan sudah terlambat.

“Saya ke TPS sekira pukul 11.00 Wita. Sampai di TPS kata petugas di TPS surat suaranya habis. Saya diarahkan ke TPS lain yang ada di Kelurahan Bugis. Jadi saya keliling. Di TPS ke 11, kata panitia masih ada surat suara, tapi saya tidak bisa mencoblos, karena beda TPS,” ungkapnya kesal, Rabu (17/4).

Lantaran kesal tak bisa mencoblos, ia pun mendatangi Sekretariat KPU Berau untuk mengutarakan kekesalannya. “Saya ini cuman mau menggunakan hak suara saya. Tapi saya malah dilempar sana-sini,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Edy, Warga Kelurahan Rinding. Ia juga mengaku tidak bisa mencoblos karena kehabisan surat suara di TPS tempat tinggalnya. Ia juga sempat berkeliling di 8 TPS yang berada di Kelurahan Rinding. “Saya lengkap ada undangan, ada KTP, tapi kok saya dibuat susah gini. Alasan kehabisan surat suara,” ujarnya.

Ia mengaku kecewa, sebab persiapan KPU tidak sesuai dengan sosialisasi yang meminta warga agar tidak golpu. “Kecewa sekali. Ini pesta demokrasi, tapi saya tidak bisa mencoblos,” katanya.

Awaluddin, warga Kelurahan Sambaliung juga mengaku kecewa. Ia mengaku tidak menerima undangan memilih dan tidak terdaftar di DPT. Padahal, pada pemilihan sebelumnya (Pilgub Kaltim), ia mendapat undangan memilih dan sudah terdaftar di DPT (daftar pemilih tetap).

“Aneh, ada beberapa warga yang satu KK, namun hanya satu anggota keluarganya yang mendapatkan undangan memilih. Sementara anggota keluarga lainnya terpaksa memilih dengan menggunakan KTP. Tapi harus menunggu. Ketika hendak memilih, kertas suara sudah habis,” bebernya.

Ketua KPU Berau, Budi Hariyanto yang dikonfirmasi media ini mengatakan, surat suara yang didistribusikan ke Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sesuai dengan jumlah DPT dan ditambah 2 persen dari jumlah DPT. Tetapi di TPS pihaknya tidak membatasi warga untuk mencoblos. Jika mereka tidak terdaftar di DPT, tetapi memiliki KTP elektronik, tetap bisa melakukan pencoblosan.

“Mereka yang tidak terdaftar boleh menggunakan KTP elektronik, surat keterangan, maupun formulir A5 untuk nyoblos,” katanya.

Namun ketika semua surat suara terpakai oleh DPT, maka yang tidak terdaftar di DPT itu mengeluhkan bahwa surat suara habis. Salah satu solusinya, kata Budi, diarahkan ke TPS yang terdekat dan satu kelurahan.

“Kan tidak mungkin habis semua, pasti ada TPS yang masih tersedia surat suaranya,” katanya.

Budi berdalih bahwa surat suara sesuai DPT habis karena antusias masyarakat untuk mencoblos cukup tinggi. Sehingga yang tidak terdaftar di DPT tidak mendapatkan kesempatan.

“Saat ini dibatasi satu TPS maksimal 300 DPT ditambah 2 persen. Totalnya hanya 306 DPT per TPS. Tapi kita lihat satu TPS bisa mencapai 500 pemilih. Makanya kekurangan surat suara,” jelasnya.

Sebelumnya, Budi mengaku, telah meminta KPU pusat untuk menambah surat suara. Namun hingga hari pencoblosan, permintaan itu belum direspons.

“Sudah kami minta penambahan. Tapi hingga masa pencoblosan belum ada penambahan,” pungkasnya. (*/yat/har2)


BACA JUGA

Minggu, 18 Agustus 2019 09:37

Warga Polandia dan Belanda Juga Ikut Upacara

BUKAN di pedalaman saja, upacara hari ulang tahun (HUT) ke-74…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:34

Dihadiahi Puisi Surat untuk Ibu Pertiwi

KELAY- Nyanyian lagu Indonesia Raya berkumandang. Dinyanyikan para pelajar dari…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:30

Cari Sumber PAD Baru, Alur Sungai Mau Ditarik Retribusi

TANJUNG REDEB- Padatnya aktivitas pelayaran di alur sungai, dinilai sebagai…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:24

WADUH..!! Gara-Gara Ini, Penerbangan Terganggu

TELUK BAYUR- Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Berau, akhirnya mengganggu…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:20
BREAKING NEWS

Kodim Sita 500 Dus Rokok Diduga Ilegal

TANJUNG REDEB - Unit Intel Kodim 0902/Trd menyita ratusan ball…

Sabtu, 17 Agustus 2019 13:51

10 Napi Langsung Bebas

TANJUNG REDEB - Sebanyak 532 warga binaan di Rumah Tahanan…

Sabtu, 17 Agustus 2019 13:45

Dapat Dorongan dari Arus Bawah

Jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Berau, sejumlah figur mulai jadi…

Sabtu, 17 Agustus 2019 13:42

Perjelas Status Lahan Pulau Kakaban

TANJUNG REDEB - Persoalan kepemilikan lahan di Pulau Kakaban yang…

Sabtu, 17 Agustus 2019 13:35

Warga Protes Kerusakan Jalan H Isa III

TANJUNG REDEB – Kerusakanbadan jalanH Isa III, Tanjung Redeb, yang…

Sabtu, 17 Agustus 2019 13:07
BREAKING NEWS

Pesawat Gagal Terbang

TELUK BAYUR - Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Berau,  akhirnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*