MANAGED BY:
SENIN
19 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 18 April 2019 14:57
Pemilu Paling Krusial

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Pertama dalam sejarah pesta demokrasi di Indonesia. Pemilihan umum (Pemilu) dilaksanakan secara serentak untuk memilih wakil rakyat di parlemen sekaligus memilih presiden dan wakil presiden.  

Bupati Berau Muharram menilai, Pemilu 2019 ini merupakan yang paling krusial atau rumit dari sisi persiapan. Karena hingga hari pelaksanaan pemungutan suara, Rabu (17/4) kemarin, ada 11 tempat pemungutan suara (TPS) berbasis daftar pemilih tambahan (DPTb) belum menerima logistik pemilu.

Ke 11 TPS itu tersebar di lima kecamatan. Yakni Kecamatan Segah (Punan Malinau) 2 TPS, Sambaliung (Tumbit Dayak) 1 TPS, Tanjung Redeb (Karang Ambun) 1 TPS, Biatan (Ulu dan Lempake) 2 TPS, Kelay (Long Beliu dan Merapun) 5 TPS.

Sehingga dikatakan Muharram, dimungkinkan akan digelar pemungutan suara susulan akibat data tidak akurat dan logistik yang tidak tepat waktu.

“Bayangkan saja, saya sendiri sebagai bupati turun tangan sampai pukul 03.00 Wita (Rabu 17 April) untuk membantu pelipatan surat suara dan perakitan kotak suara. Kita juga menggerakkan anggota Satpol PP. Alhamdulillah, sekitar pukul 05.00 Wita, bisa selesai,” ujar Muharram usai melaksanakan pencoblosan di TPS 19, Keluarga Gayam, Tanjung Redeb, kemarin (17/4).

Hal krusial itu dinilai Muharram bakal berlanjut hingga pascapencoblosan dan perhitungan suara. Mengingat banyaknya surat suara yang akan dihitung. Misal, satu TPS rata-rata ada sekitar 200 surat suara. Artinya, ada seribu surat suara yang harus dihitung dalam satu TPS. Karena pada pemilu kali ini, pemilih harus mencoblos 5 surat  suara berbeda. Yakni warna Abu-Abu untuk presiden dan wakil presiden, merah untuk DPD RI, kuning untuk DPR RI, biru untuk DPRD provinsi, dan hijau untuk DPRD kabupaten/kota. Tentu hal itu akan memakan waktu yang tidak sebentar.

Karena itu, Muharram berpesan agar Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) harus betul-betul sabar. Para saksi juga mesti menjaga stamina.

Terkait adanya kekurangan sebanyak 2.339 surat suara pada 11 TPS di lima kecamatan, Muharram menyebut satu-satunya solusi yakni menunda pemungutan suara di wilayah itu. Itu merupakan hasil rapat bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda).

Semestinya kata Muharram, tidak boleh ada pengunduran pemilihan. Namun hal itu dilakukan karena kondisi tidak memungkinkan yakni surat suara tertinggal sebanyak 2.339. Ia menilai, kekurangan surat suara itu karena ada masalah di ekspedisi.

“Ada keteledoran dari pihak kargo yang tidak memindahkan surat suara itu. Sementara KPU yang mengawal dari Jakarta ke Berau itu tidak diperkenankan untuk mengecek langsung. Hanya KPU Provinsi. Saat tiba baru diketahui ada dokumen KPU yang belum sampai,” jelas Muharram.

Berdasarkan aturan, lanjutnya, sebelum pemungutan suara susulan itu akan dilakukan setelah rapat pleno oleh KPU Provinsi Kaltim. Karena keterlambatan ini ini tidak hanya dialami Kabupaten Berau. Tetapi kabupaten lain juga ada yang tertinggal. Sehingga pelaksanaan pencoblosan susulan tersebut menunggu keputusan KPU Provinsi.

“Yang jelas berdasarkan Undang-Undang Pemilu, tidak boleh lebih dari 10 hari,” tegasnya.

Muharram pun mengharapkan Pemilu 2019 ini damai dan tidak terjadi kecurangan. Sehingga persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga. Siapapun yang terpilih, kata dia, baik presiden maupun legislatif harus tetap disyukuri. “Sebagai bentuk penghargaan terhadap demokratisasi dan takdir Allah atas bangsa Indonesia,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Berau Agus Tantomo mengungkapkan, pada pemilu tahun ini agak berbeda. Dimana ada lima surat suara yang harus dicoblos. Yakni pemilihan presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota.

“Ini baru pertama kali dilaksanakan serentak. Yakni Pilpres dan Pileg. Jadi baik pihak KPU, maupun petugas TPS dan juga saksi masing-masing partai politik, pastinya kerja ekstra,” katanya. (*/yat/mar/har2)


BACA JUGA

Minggu, 18 Agustus 2019 09:41

Banyak Jalan untuk Sebuah Pengabdian

Segudang pengalaman berorganisasi, menjadi modal Pipit dalam mengasah jiwa kepemimpinannya.…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:37

Warga Polandia dan Belanda Juga Ikut Upacara

BUKAN di pedalaman saja, upacara hari ulang tahun (HUT) ke-74…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:34

Dihadiahi Puisi Surat untuk Ibu Pertiwi

KELAY- Nyanyian lagu Indonesia Raya berkumandang. Dinyanyikan para pelajar dari…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:30

Cari Sumber PAD Baru, Alur Sungai Mau Ditarik Retribusi

TANJUNG REDEB- Padatnya aktivitas pelayaran di alur sungai, dinilai sebagai…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:24

WADUH..!! Gara-Gara Ini, Penerbangan Terganggu

TELUK BAYUR- Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Berau, akhirnya mengganggu…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:20
BREAKING NEWS

Kodim Sita 500 Dus Rokok Diduga Ilegal

TANJUNG REDEB - Unit Intel Kodim 0902/Trd menyita ratusan ball…

Sabtu, 17 Agustus 2019 13:51

10 Napi Langsung Bebas

TANJUNG REDEB - Sebanyak 532 warga binaan di Rumah Tahanan…

Sabtu, 17 Agustus 2019 13:45

Dapat Dorongan dari Arus Bawah

Jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) Berau, sejumlah figur mulai jadi…

Sabtu, 17 Agustus 2019 13:42

Perjelas Status Lahan Pulau Kakaban

TANJUNG REDEB - Persoalan kepemilikan lahan di Pulau Kakaban yang…

Sabtu, 17 Agustus 2019 13:35

Warga Protes Kerusakan Jalan H Isa III

TANJUNG REDEB – Kerusakanbadan jalanH Isa III, Tanjung Redeb, yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*