MANAGED BY:
SENIN
19 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Senin, 22 April 2019 13:41
Manusia Tertinggi di Berau Diminta Periksa Kesehatan
BERI HARAPAN: Wakil Bupati Berau, Agus Tantomo (kanan) berfoto bersama Rahmadi saat mengunjungi di kediamannya, Kampung Tanjung Perangat, Minggu (21/4).

PROKAL.CO, SAMBALIUNG - Prihatin dengan kondisi Rahmadi yang merupakan manusia tertinggi di Berau, Wakil Bupati (Wabup) Berau Agus Tantomo mengunjungi kediaman Rahmadi di Kampung Tanjung Perangat, Kecamatan Sambaliung (21/4). Bersama salah satu komunitas di Berau, Agus memberikan bantuan berupa sembako kepada Rahmadi dan keluarganya. 

Untuk diketahui, tinggi Rahmadi mencapai 2,2 meter. Ini tak biasa bagi orang kebanyakan di Indonesia.


Dikatakannya, bantuan yang diberikan pihaknya memang tidak seberapa, namun yang terpenting penanganan masalah kesehatan yang diderita Rahmadi selama ini. Apalagi, kata dia, informasi yang didapat dari Kepala Kampung Tanjung Perangat, ternyata tiga tahun lalu Rahmadi sempat disarankan untuk dirujuk ke Makassar.

“Bantuan itu sebenarnya sudah biasa, yang terpenting itu adalah bagaimana caranya menangani masalah kesehatannya. Itu menurut saya yang penting,” katanya kepada Berau Post.

Wabup pun meminta kepala kampung setempat segera membawa Rahmadi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Rivai, Tanjung Redeb untuk memeriksa kembali kondisi kesehatannya. Terlebih dari informasi yang ia terima Rahmadi menderita tulang lemah.

Karena itu, melalui pemeriksaan ulang di rumah sakit nantinya akan diketahui permasalahan yang dialaminya saat ini. “Kalau hasilnya tetap diminta untuk dirujuk maka akan kita usahakan agar dia tetap dirujuk. Apalagi teman-teman komunitas juga sudah berkoordinasi dengan RS di Balikpapan dan pihak rumah sakit mengaku bisa menanganinya,” tuturnya.

Mengenai biaya yang digunakan apabila Rahmadi dirujuk? Agus menyebut pengusaha lokal dan komunitas siap menanggung. Sehingga menurutnya tidak perlu bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. “Dengan adanya bantuan ini tentunya kita ingin memberikan dia harapan dari sisi kesehatan agar bisa sembuh. Sehingga bisa tumbuh dan sehat, serta bisa beraktivitas seperti biasanya,” harapnya.

Untuk diketahuiRahmadi masih berusia 22 tahun tinggal di Kampung Tanjung Perangat. Tidak jauh dari Tanjung Redeb dan hanya membutuhkan waktu tempuh perjalanan sekitar 30 menit menggunakan roda empat. Kasus Rahmadi mencuat bermula dari media sosial.

Mencari kediamannya tak terlalu sulit. Ada dua rumah kecil sederhana.  Rumah papan yang tak bercat. Satunya tak ada pohon karet. Rumahnya kayu mirip rumah awal penempatan warga transmigrasi. Beberapa tas kresek putih bergantung di dinding yang juga sebagai ruang tamu. Tak ada kursi tamu. Rahmadi asyik berbaring di lantai beralaskan karpet plastik sambil nonton televisi.

Sang ayah, Pak Tongat dan Ibunda Hotma Pina Panggabean. Sang ayah pun bercerita bahwa ia punya 5 orang anak. Saat dilahirkan, semua anak-anaknya dalam keadaan normal, termasuk Rahmadi. “Postur badannya seperti saya dan ibunya-lah,” kata Tongat.

Namun ketika berusia 12 tahun, Rahmadi disunat seperti anak-anak sebayanya. Setelah disunat itulah, perubahan badannya terus meningkat. Tinggi badan Rahmadi sekarang mencapai 220 sentimeter. “Saya tidak pernah menimbang berat badannya, jadi tidak tahu,” kata Tongat.

Sang ayah juga merasa prihatin, sebab Rahmadi sejak lima tahun sakit. Ia tidak bisa jongkok. Untuk berjalan pun hanya bisa maju beberapa meter. Bila sudah terlanjur di kebun, biasanya memilih tidur ketimbang harus pulang ke rumah.  Padahal jaraknya tidak jauh. Kami hanya mengantarkan makanan. “Porsinya memang lebih dari biasanya,” kata Pak Tongat, sambil menceritakan kehadirannya di Berau sejak 11 tahun silam.

Pria asal Sumatera ini kemudian membeli lahan di Tanjung Perangat. Rumah yang mereka tempati, belum pernah diperbaiki. Masih rumah bentuk awal. Ia mengaku punya lahan yang ditanami pohon karet di samping rumahnya. Tapi, sampai saat ini walaupun sudah masuk usia menghasilkan getah, tapi belum berisi juga. “Jadi untuk biaya hidup keluarga, kami hanya berjualan sayur mayur keliling,” jelas Tongat.

Ia pun tidak tahu bagaimana harus merawat sang buah hatinya itu. Bisa saja sekarang usianya 22 tahun dengan tinggi badan 220 sentimeter, pertumbuhasn tinggi badannya bisa bertambah. Untuk membawa ke rumah sakit ataupun memeriksakan kesehatan, sang ayah mengaku tak punya biaya. (arp/asa)


BACA JUGA

Minggu, 18 Agustus 2019 09:40

Lakukan Pendistribusian Tertutup

TANJUNG REDEB – Kabag Ekonomi Sekretariat Kabupaten (Setkab) Berau, Kamaruddin pastikan…

Sabtu, 17 Agustus 2019 13:57

Dirgahayu Republik Indonesia

TANJUNG REDEB – Hari ini (17/8) seluruh rakyat Indonesia tumpah…

Sabtu, 17 Agustus 2019 13:54

Gugus Depan Adam Malik Sambangi Berau Post

TANJUNG REDEB - Untuk sekian kalinya, gedung biru Berau Post…

Jumat, 16 Agustus 2019 19:07

Tahun Depan, Sensus Penduduk via Online

TANJUNG REDEB- Badan Pusat Statistik (BPS) Berau, akan menggelar sensus…

Jumat, 16 Agustus 2019 19:02

Warga Bersyukur, Jalan Pegat Bukur Sudah Mulus

TANJUNG REDEB- Masyarakat Kampung Pegat Bukur, Kecamatan Sambaliung, sudah bisa…

Jumat, 16 Agustus 2019 19:02

Paskirba Sudah Siap Fisik dan Mental

TANJUNG REDEB- Berlatih memantapkan kekompakan dan formasi barisan, terus diasah…

Jumat, 16 Agustus 2019 19:00

Percantik Lingkungan Menyambut Kemerdekaan

TANJUNG REDEB- Camat Tanjung Redeb Yudha Budisantosa, sangat senang melihat…

Kamis, 15 Agustus 2019 17:29

Direktur RSUD: Masyarakat Tak Perlu Antre Lagi, Ah yang Bener..??

TANJUNG REDEB – Maksimalkan pelayanan kepada masyarakat, Rumah Sakit Umum…

Kamis, 15 Agustus 2019 17:18

Warga Khawatir, PT SPIL Diminta Gerak Cepat

TANJUNG REDEB – Warga Jalan Ahmad Yani berharap turap di…

Kamis, 15 Agustus 2019 17:08

2019, Blankspot Ditarget Berkurang Tujuh Titik

TANJUNG REDEB – Kepala Bidang Penyelenggaraan dan Egoverment, Diskominfo Berau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*