MANAGED BY:
RABU
11 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Sabtu, 04 Mei 2019 13:31
Penyaluran Elpiji 3 Kg Diakui Salah Sasaran
ELPIJI SUBSIDI: Kuota elpiji 3 kg untuk Kabupaten Berau diakui sudah sangat cukup. Tapi masyarakat terkadang susah mendapatkannya. Kalaupun ada, harganya cukup mahal.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Meski PT Pertamina telah memastikan bakal menambah kuota elpiji 3 Kilogram (kg) untuk Kabupaten Berau. Namun, Kasubbag Bina Perekonomian, Bagian Perekonomian, Sekretariat Kabupaten (Setkab) Berau, Indah Ariani tak berani menjamin bisa memenuhi kebutuhan Berau.

Menurutnya, selama ini distribusi elpiji 3 Kilogram sudah cukup banyak dan cukup untuk kebutuhan masyarakat miskin di Berau. Namun, ia menyebut penyaluran elpiji 3 kg di lapangan masih salah sasaran.

Hal ini disebutnya pada saat operasi pasar penukaran elpigi 3 kg. Dimana, banyak oknum yang memanfaatkan elpiji melon tersebut untuk mencari keuntungan. “Saat penukaran elpiji kami minta KTP-nya dulu baru bisa ditukar. Nah informasinya banyak yang menukar lalu dijual kembali di warung,” katanya kepada Berau Post.

Untuk penindakan, Indah mengaku pihaknya tidak bisa menindak dengan memberikan sanksi karena tidak memiliki bukti. Karena hanya mendengar informasi dari masyarakat. “Seandainya ada foto atau bukti, mungkin kami bisa tindak dengan tidak mengizinkan menukar elpiji,” sebutnya.

Menurutnya, apabila penyaluran elpiji 3 kg tepat sasaran sesuai dengan peruntukannya, maka besarnya kuota yang diberikan saat ini sudah mencukupi dengan jumlah masyarakat miskin Berau.

Di sisi lain, persoalan yang ada di lapangan, kata dia, masih banyak masyarakat yang memilih membeli di warung atau pengecer dibanding membeli di pangkalan yang menjadi distributor terakhir penyaluran gas elpiji 3 kg tersebut.

“Makanya, mahal harganya karena beli di warung. Pengecer kan ingin cari untung. Karena itu, lebih baik masyarakat membeli di pangkalan apabila tidak ingin elpiji ini cepat langka,” harapnya.

Diberitakan sebelumnya, penggunaan gas elpiji selama Ramadan diprediksi meningkat. Karena itu, PT Pertamina (Persero) akan menambah kuota elpiji, khususnya ukuran 3 kg untuk Kabupaten Berau.

Sales Executive LPG PT Pertamina (Persero) MOR VI, Yogi mengatakan selama Ramadan, pihaknya sudah merencanakan penambahan empat persen dari jumlah kuota bulanan untuk Berau. Penambahan ini merupakan langkah mengantisipasi lonjakan penggunaan dan kelangkaan elpiji selama Ramadan.

“Alokasi Mei nanti sebesar 175.280 tabung elpiji 3 kg. Dengan tambahan empat persen, maka ada sebanyak 6.640 tabung yang dikirim pada pekan pertama Mei nanti,” jelas Yogi kepada Berau Post.

Penambahan ini, dijelaskannya, tak terlepas dari prediksi adanya peningkatan penggunaan elpiji 3 Kg selama Ramadan hingga Idulfitri tahun ini. Karena itu, untuk meminimalisir terjadinya kelangkaan elpiji di pasaran, Pertamina menambah pasokan dan melakukan pendistribusian sesuai kebutuhan.

“Pertamina MOR VI telah melakukan antisipasi peningkatan kebutuhan elpiji 3 kg dengan menambah kuota dari alokasi setiap bulan. Pada Juni nanti, akan ada lagi tambahan delapan persen atau 13.280 tabung lagi,” jelas Yogi.

Kuota elpiji ini bakal disalurkan melalui lima agen dan 104 pangkalan yang ada di Berau. Untuk itu, ia meminta masyarakat Berau tak perlu khawatir akan kebutuhan elpiji saat Ramadan hingga Idulfitri nanti. Bahkan saat masa liburan dan cuti bersama nanti, ia memastikan agen dan pangkalan Pertamina bakal tetap beroperasi atau menyalurkan elpiji kepada masyarakat.

Lebih lanjut dikatakannya, selain menambah kuota elpiji 3 kg, Pertamina juga menyediakan alternatif elpiji non subsidi. Yaitu Bright Gas 5,5 kg dan elpiji 12 kg untuk kebutuhan masyarakat mampu. “Ada juga elpiji 50 kg untuk usaha komersial seperti rumah makan, hotel dan industri,” ujarnya.

Tak hanya elpiji 3 kg, penggunaan tabung Bright Gas 5,5 kg pun diperkirakan akan meningkat 15 persen dari semula 200 tabung per hari menjadi 230 tabung per hari. Melihat kondisi tersebut, pihaknya mengimbau masyarakat mampu untuk menggunakan elpiji non subsidi yang tersedia.

“Selain itu kami juga mengimbau agar masyarakat dapat membeli di pangkalan-pangkalan resmi Pertamina sehingga harga yang didapatkan sesuai HET (harga eceran tertinggi,red.) yang ditetapkan pemerintah,” ulasnya. (arp/asa)


BACA JUGA

Sabtu, 30 November 2019 19:21

Kelompok Batik Terkendala Pemasaran

GUNUNG TABUR – Meningkatkan pendapatan masyarakat dari kerajinan tangan. Kampung…

Selasa, 19 November 2019 19:20

Bertekad Jadi Pusat Wisata Palawija

TELUK BAYUR – Selain berfokus pada masalah kebersihan, Ketua RT…

Senin, 04 November 2019 19:02

Harga Bahan Pokok Masih Fluktuasi

TELUK BAYUR– Harga berbagai bahan pokok terus menunjukkan fluktuasi. Seperti…

Senin, 28 Oktober 2019 18:25

Produksi Garam Lokal Tak Masuk Prioritas KKP

TANJUNG REDEB – Produksi garam di Berau tergolong masih rendah.…

Senin, 28 Oktober 2019 18:24

4 Komoditas Andalan Berau Ini Harus Tembus Pasar Ekspor

TANJUNG REDEB – Berbagai komoditas perkebunan di Berau bakal diorientasikan…

Minggu, 27 Oktober 2019 01:14

Harga Getah Karet Bikin Miris

TANJUNG REDEB – Getah karet sempat menjadi salah satu komoditas…

Jumat, 25 Oktober 2019 13:57

Pedagang Mulai Resah

TANJUNG REDEB – Sempat mengalami penurunan, harga cabai dan bawang…

Selasa, 22 Oktober 2019 18:24

Batu Bara Lesu, Penjualan Roda Dua Turun 30 Persen

TANJUNG REDEB – Turunnya harga batu bara turut berimbas terhadap…

Sabtu, 19 Oktober 2019 18:42

Tingkatkan Produktivitas Kakao, 163 Hektare Lahan Petani Direhabilitasi

TANJUNG REDEB – Bantu meningkatkan produktivitas maupun produksi kakao dan…

Selasa, 15 Oktober 2019 10:20

Tingkatkan Produksi Sapi

TANJUNG REDEB – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau optimis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.