MANAGED BY:
SENIN
18 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Jumat, 10 Mei 2019 11:29
Di Tanjung Batu, Gas Melon Tembus Rp 50 Ribu
OPERASI PASAR: Pemkab Berau menggelar operasi pasar di halaman kantor Kecamatan Pulau Derawan, untuk menekan tingginya harga jual LPG 3 Kg di wilayah Tanjung Batu, Kamis (9/5).

PROKAL.CO, TANJUNG BATU - Harga elpiji 3 Kilogram (kg) melambung tinggi di Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan.

Dikatakan Kasubbag Bina Perekonomian, Bagian Perekonomian Sekretariat Kabupaten (Setkab) Berau, Indah Ariani, berdasarkan laporan masyarakat, harga LPG 3 kilogram di Tanjung Batu sudah mencapai Rp 50 ribu per tabung. Padahal, harga eceran tertinggi (HET) gas melon di wilayah tersebut, ditetapkan sebesar Rp 26.850.

Dengan dasar itu, pihaknya menjadikan Kampung Tanjung Batu sebagai salah satu sasaran operasi pasar untuk menekan harga jual LPG 3 Kg, agar tidak memberatkan masyarakat. "Operasi ini dipimpin langsung oleh Camat dan jumlah tabung yang diturunkan sebanyak 1.120 tabung elpiji 3 Kg," katanya kepada Berau Post, Kamis (9/5).

“Jadi setiap ada laporan masyarakat mengenai kenaikan LPG 3 Kg, kami akan langsung koordinasi dengan agen mana yang siap gelar operasi pasar. Dan untuk di Tanjung Batu, ini baru yang pertama kalinya kami gelar,” singkatnya.

Diketahui, PT Pertamina sebenarnya telah memastikan bakal menambah kuota gas melon untuk Kabupaten Berau. Padahal, lanjut Indah, kuota gas melon untuk Bumi Batiwakkal sebenarnya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Hanya penyalurannya terkarang yang masih salah sasaran.

“Saat penukaran LPG, kami minta KTP-nya dulu baru bisa ditukar. Nah informasinya banyak yang menukar lalu dijual kembali ke warung,” katanya.

Namun pihaknya tidak bisa menindak dengan memberikan sanksi karena tidak memiliki bukti. Karena hanya mendengar informasi dari masyarakat. “Seandainya ada foto atau bukti, mungkin kami bisa tindak dengan tidak mengizinkan menukarkan LPG yang dibawanya,” sebutnya.

Persoalan lain yang terjadi di lapangan, lanjut dia, masih banyak masyarakat yang memilih membeli LPG di warung atau pengecer, dibanding membeli langsung ke pangkalan. “Makanya harganya lebih mahal. Pengecer kan ingin cari untung. Karena itu, lebih baik masyarakat membeli di pangkalan apabila tidak ingin LPG ini cepat langka,” pungkasnya. (arp/udi)


BACA JUGA

Senin, 04 November 2019 19:02

Harga Bahan Pokok Masih Fluktuasi

TELUK BAYUR– Harga berbagai bahan pokok terus menunjukkan fluktuasi. Seperti…

Senin, 28 Oktober 2019 18:25

Produksi Garam Lokal Tak Masuk Prioritas KKP

TANJUNG REDEB – Produksi garam di Berau tergolong masih rendah.…

Senin, 28 Oktober 2019 18:24

4 Komoditas Andalan Berau Ini Harus Tembus Pasar Ekspor

TANJUNG REDEB – Berbagai komoditas perkebunan di Berau bakal diorientasikan…

Minggu, 27 Oktober 2019 01:14

Harga Getah Karet Bikin Miris

TANJUNG REDEB – Getah karet sempat menjadi salah satu komoditas…

Jumat, 25 Oktober 2019 13:57

Pedagang Mulai Resah

TANJUNG REDEB – Sempat mengalami penurunan, harga cabai dan bawang…

Selasa, 22 Oktober 2019 18:24

Batu Bara Lesu, Penjualan Roda Dua Turun 30 Persen

TANJUNG REDEB – Turunnya harga batu bara turut berimbas terhadap…

Sabtu, 19 Oktober 2019 18:42

Tingkatkan Produktivitas Kakao, 163 Hektare Lahan Petani Direhabilitasi

TANJUNG REDEB – Bantu meningkatkan produktivitas maupun produksi kakao dan…

Selasa, 15 Oktober 2019 10:20

Tingkatkan Produksi Sapi

TANJUNG REDEB – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau optimis…

Rabu, 09 Oktober 2019 12:17

Petani Diminta Hindari Bibit Abnormal

TANJUNG REDEB - Sekretaris Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, Amran imbau…

Senin, 07 Oktober 2019 13:09

Jaga Harga Cabai Tetap Normal

TANJUNG REDEB – Untuk menekan tingginya harga cabai di pasaran,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*