MANAGED BY:
SENIN
19 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Minggu, 12 Mei 2019 13:14
Berebut Sumsum
TARIK NAPAS: Penulis bersama sebagian wartawan yang hadir dalam buka puasa bersama di rumah dinas Wakil Bupati Agus Tantomo, Jumat (10/5) lalu.

PROKAL.CO, ADA saja yang menarik, dan berlangsung spontan. Saya sebetulnya sudah membayangkan, akan banyak menu. Saya hafal betul, bagaimana keluarga Pak Agus Tantomo bila menggelar acara. Acara apa saja, yang menyediakan makanan berat. Semua menu yang disiapkan, recommended.

Ketika berlangsung kegiatan buka puasa bersama (bukber), Jumat (10/5) lalu, saya biasanya datang 10 menit menjelang buka puasa. Namun, undangan Pak Wabup kali ini, saya tidak ingin ketinggalan tauziah yang disampaikan penceramah. Sebetulnya ini santapan utama. Selain santapan sebenarnya ketika beduk berkumandang.
Saya duduk pada sab paling belakang. Bersebelahan dengan Pak Fattah Hidayat. Ada menu pembuka berupa takjil. Ada kurma juga ada kue tradisional babongko. Saya sempat melirik menu berat, yang berjejer di belakang saya. Ada dua tempat yang disiapkan, agar undangan yang jumlahnya banyak tidak bertumpuk.
Semuanya selera saya. Biasanya Pak Wabup menyediakan coto Makassar, yang bumbunya pesan dari Samarinda. Maklum, Pak Wabup juga masuk kelompok Food Hunter. Bukan hanya Food Hunter, Pak Wabup juga jago masak. Sehari sebelum masuk bulan puasa, kami sempat menikmati coto Makassar di Warung Fatimah. Langganan Pak Wabup. Makanya, saya melirik, kok tidak ada menu coto.
Mungkin karena menu buka puasa, sehingga kurang pas bila sajiannya coto Makassar. Tapi ada penggantinya yang justru lebih berat. Tak lain sup tulang, yang saya yakin ini bukan hanya menu Pak Wabup, tapi resep dan segala jenis bumbu adalah ide Pak Wabup. Bisa juga, Pak Wabup yang terjun langsung ke dapur. Di sebelah kirinya, ada udang galah rebus. Ada bistik yang menggoda.
Saya percaya ini bukan disengaja. Menempatkan sup tulang di ujung jejeran menu. Jadi secara tak sengaja memang diatur, agar undangan berjejer. Urutannya, mulai piring, nasi putih, kalau tak salah ada ikan asin, lalu bistik, disusul udang rebus dan sup tulang penghabisan.
Ada teman saya yang bekerja di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Dia posisi di depan saya. Porsinya lumayan. Ada yang nyeletuk di belakang saya, ‘sesuai bodi’. Teman saya hanya cengar-cengir. Ketika sampai pada mangkuk sup tulang, berhenti cukup lama. Saya tahu, teman saya itu memang paling suka dengan sup tulang. Dulu sering ketemu di warung Bu Bambang, di Jalan Ramania.
Sambil mengaduk-aduk, teman saya itu juga sambil senyum-senyum. “Kok lama,” kata saya. Dia tak menjawab. Saya paham, sengaja mengaduk-aduk sup tulang, dengan harapan ada sumsum yang tercecer di dasar mangkuk besar itu. Ternyata juga tidak ada. Sumsum masih tetap utuh bersembunyi di tengah tulang.
Terpaksa, teman saya itu mengambil dua tulang besar. Memang terlihat sumsum mengintip di balik celah tulang yang seukuran lengan anak balita. Kalau juga saya mengambil porsi seperti teman saya itu, saya harus tinggalkan sendok dan makan menggunakan tangan. Dan pastilah, piring saya kelihatan berbukit dengan hiasan tulang.
Nikmat sekali menu buka puasa di kediaman Pak Wabup. Beberapa teman wartawan yang juga diundang juga datang. Ada Samuel, dan teman-teman dari crew Kominfo dan Humas Pemkab Berau. Semua dengan piring berbukit di hadapannya. Berbukit bukan karena porsinya yang jumbo, tapi tulang sapinya yang ukurannya besar.
Diam-diam saya tanyakan, dari sekian menu yang disiapkan. Menu apa sebetulnya yang paling menggoda. Dan tidak terlewatkan. “Lama tidak makan sumsum Beh,” kata Samuel, wartawan Humas asal Medan itu. Andai saja saya bersebelahan saat mengambil makanan, tentu Samuel atau saya yang ngomel. Sebab itu tadi, sama dengan teman saya, butuh waktu untuk mengutak-atik mangkuk sup tulang. Apa yang di cari? Hehe, ternyata Sumsum tulang.
Kayaknya masih ada beberapa kali lagi kegiatan bukber di rumah Pak Agus Tantomo. Saya sudah janjian dengan Samuel agar tidak ketinggalan. Kalau tidak hadir, bisa tidak kebagian Sumsum lagi. Selamat menjalankan ibadah puasa. (*/udi)


BACA JUGA

Sabtu, 17 Agustus 2019 13:33

Berkibarlah Benderaku

GENAP 74 tahun Indonesia Merdeka. Upacara memperingati detik-detik Proklamasi digelar…

Jumat, 16 Agustus 2019 19:01

Menjadi Ibu Bahagia dengan Teknologi Pikiran

DI dunia ini semua orang pasti memilih ingin bahagia. Berbagai…

Jumat, 16 Agustus 2019 15:46

Dua Orang Hebat

JUMPA dua orang hebat yang tidak direncanakan, satu keberuntungan. Apalagi…

Kamis, 15 Agustus 2019 15:28

Darah dan Darah

HARIAN pagi Berau Post edisi Rabu (14/8) kemarin, pastilah laris…

Rabu, 14 Agustus 2019 13:30

Dikira Sarang Walet

Daerah penghasil sarang burung walet, bila diurutkan, Berau pasti berada…

Selasa, 13 Agustus 2019 15:08

Cerita di Gang Ancol

RASANYA baru kali ini saya malu dengan diri sendiri. Padahal…

Senin, 12 Agustus 2019 11:50

Bekerja di Warung Kopi

WACANA Aparatur Sipil Negara (ASN) boleh bekerja di rumah, menjadi…

Sabtu, 10 Agustus 2019 14:08

Senyuman Bu Rodiah

SEBAGAI konsumen untuk keperluan sehari-hari, tak perlu bersusah-susah ke pasar.…

Jumat, 09 Agustus 2019 14:08

Menghadirkan Destinasi Digital

TAK berlebihan bila disebutkan ada 70 persen masyarakat aktif di…

Kamis, 08 Agustus 2019 14:32

Kopi dan Tenaga Kerja

MEMANG tidak ada hubungannya. Antara kopi dan tenaga kerja. Tapi,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*