MANAGED BY:
SELASA
17 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 17 Mei 2019 14:32
Bupati Kutuk Aksi Pengeboman Ikan di Perairan Berau
Pelaku Pengeboman Ikan Ternyata Nelayan Luar Berau
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB– Bupati Berau Muharram mengutuk para pelaku pengeboman ikan di perairan Berau. Pasalnya, aktivitas menangkap ikan menggunakan bom, tidak sekadar membunuh ikan yang akan ditangkap. Tapi juga merusak ekosistem, sehingga dapat merusak rantai makanan biota bawah laut Bumi Batiwakkal. Apalagi para pelakunya diduga adalah nelayan dari luar Berau.

Untuk itu, Muharram meminta aparat kepolisian maupun TNI segera mengambil tindakan untuk menjerat para pelaku. “Pelaku harus segera diamankan. Kalau tidak, mereka akan bebas berkeliaran dan mengulangi perbuatannya,” katanya saat ditemui di kediamannya.

Muharram menuturkan, rusaknya terumbu karang akibat pengeboman ikan, juga berpengaruh pada sektor pariwisata. Karena Berau merupakan salah satu daerah wisata yang mengandalkan keindahan alam bawah lautnya. Yang sudah cukup dikenal hingga ke mancanegara. “Kalau terumbu karang rusak, tentu akan berdampak pada menurunnya jumlah wisatawan yang datang ke Berau. Banyak sekali efek negatifnya,” jelasnya.

Jangka panjangnya, nelayan-nelayan lokal Bumi Batiwakkal, juga makin kesulitan mendapatkan ikan. Karena wilayah tangkapan mereka sudah rusak akibat aktivitas pengeboman ikan, jika tidak segera dihentikan. “Dampaknya sampai ke anak cucu kita nanti,” terangnya.

Diketahui, aktivitas penangkapan ikan menggunakan bom, kembali marak di Berau. Kondisi itu membuat nelayan lokal Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten Berau – resah dan berharap aparat segera bertindak.

Pasalnya, diutarakan Ismail, salah satu nelayan asal Bidukbiduk, hasil tangkapannya dan nelayan lainnya makin menurun. Sementara nelayan lokal sepertinya, sudah bertahun-tahun dilarang menangkap menggunakan bom, bahkan ada yang sampai diproses hukum. Tapi sekarang, justru nelayan-nelayan yang diyakininya berasal dari luar Berau, bisa leluasa menangkap ikan dengan cara ilegal tersebut.

“Sudah semingguan ini banyak nelayan luar datang ngebom. Lokasinya di perairan Pulau Bilang-Bilangan dan Mataha,” ujarnya kepada Berau Post, Rabu (15/5).

Diharapkannya, seluruh pihak terkait bisa tegas dan tidak pandang bulu. “Kalau mau menerapkan larangan menangkap ikan dengan alat yang tak ramah lingkungan, harus tegas. Semua harus berani ditindak, adil, karena kami nelayan lokal ini yang dirugikan,” tegasnya.

Saat ini, hasil tangkapannya hanya tak pernah cukup sampai 1 ton setiap turun melaut. Padahal biasanya, dirinya bersama nelayan lainnya bisa membawa pulang ikan hingga 3 ton dalam sekali melaut.

“Kami sangat dirugikan,” ucapnya.

Dikonfirmasi, Kepala Bidang Budidaya Perikanan, Dinas Perikanan Berau Berau, Yunda Zuliarsih menuturkan, pihaknya sudah menerima keluhan nelayan tersebut. Keluhan tersebut juga sudah diteruskan pihaknya ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kaltim dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tarakan, agar segera ditindaklanjuti.

“Kami juga telah meminta teman-teman NGO dalam hal ini Biota Laut Berau untuk berperan aktif melakukan pengawasan dengan melibatkan aparat keamanan,” katanya.

Yunda menambahkan, DKP Kaltim belum memberikan tanggapan atas laporan tersebut. Sementara PSDKP Tarakan langsung menggelar patroli untuk mencegah aksi pengeboman ikan di sekitar dua pulau konservasi tersebut.

“Kami di daerah tidak memiliki wewenang apapun, tapi kami telah melaporkan kejadian ini ke provinsi. Kami takut kehidupan di bawah laut akan rusak jika (aktivitas pengeboman ikan) dibiarkan terus-menerus,” tuturnya.

Terpisah Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono menuturkan, pihaknya akan melakukan patroli bersama dengan TNI Angkatan Laut (AL) untuk memburu para pelaku pengeboman ikan.

“Jelas itu salah, kalau dibiarkan mereka akan merajalela, saya bersama tim dan juga teman-teman AL akan segera berkomunikasi dan melakukan patroli ke daerah tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Komandan Pos AL (Danposal) Teluk Sulaiman, Kapten Sani Ali mengatakan, pihaknya segera melakukan patroli.

“Kami sudah mendengar keluhan masyarakat dan akan segera menindak pelaku. Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan pengecekan TKP yang disebutkan masyarakat. Untuk Patroli kami rutin lakukan, namun mereka selalu punya cara untuk menghindari patroli kami,” singkatnya. (*/yat/udi)

 

Punya Pengintai, Nelayan Nakal Sulit Ditangkap

Aksi pengeboman ikan yang dilakukan nelayan-nelayan dari luar Berau di perairan Bumi Batiwakkal, tak ditampik Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim Riza Indra Riadi. Kepada Berau Post kemarin (16/5), Riza sudah menginstruksikan jajarannya segera melakukan patroli di perairan Berau.

“Memang dalam beberapa hari ini ada peningkatan untuk aktivitas pengeboman di laut Berau. Padahal beberapa waktu lalu sudah tidak ada lagi nelayan menangkap ikan menggunakan bom,” katanya melalui sambungan telepon.

Ia menuturkan, sebenarnya pekan lalu pihak telah melakukan patroli perairan, namun tidak menemukan aktivitas penangkapan ikan menggunakan alat yang dilarang.

Mereka berpendapat, nelayan-nelayan nakal tersebut punya jaringan yang terstruktur rapi. Seperti membagi tugas sebagai pengintai, pengebom, dan yang bertugas mengumpulkan hasil bom ikan. Hal itu juga yang dinilainya, membuat patroli yang dilakukan selalu tak bisa menemukan aktivitas pengeboman ikan.

“Sistem mereka jelas, rapi dan terorganisir. Mereka tidak mungkin cuma satu kapal saja yang beroperasi. Pasti ada kapal pemantau yang jika melihat petugas, langsung melaporkan kepada kapal pengebom,” terangnya.

Ia menuturkan, kemungkinan pengeboman dilakukan karena banyaknya permintaan ikan saat ini. “Itu (menggunakan bom) berbahaya untuk lingkungan dan diri sendiri. Yang jelas, akan merusak ekosistem di bawah laut, terumbu karang akan hancur,” terangnya.

Dirinya juga meminta masyarakat untuk lebih cermat, dan tidak membeli ikan hasil pengeboman. “Memang harga ikan hasil bom lebih murah, selisih sekitar 30 persen dari ikan hasil pancingan dari nelayan,” jelasnya.

Pihaknya akan bekerja sama dengan Angkatan Laut, guna menggencarkan patroli di laut Bumi Batiwakkal. “Kami tidak bisa memberitahu kapan akan melakukan patroli,” tuturnya.

Mengenai aturan, aktivitas pengeboman ikan telah dilarang dalam Undang-Undang Nomor 45/2009 tentang perikanan, Undang-Undang Nomor 1/2014 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pualu-pulau kecil, serta Undang-Undang Nomor 5/1990 tentang konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya.

“Bayangkan jika dibiarkan dalam waktu lama. Akan bertahan berapa lama keindahan bawah laut Berau, akan berapa lama ikan-ikan itu bisa bertahan. Kami tidak ingin keindahan itu hilang karena keserakahan satu pihak. Makanya akan kami tindak sesuai aturan hukum para pelakunya,” pungkasnya. (*/yat/udi)

 


BACA JUGA

Selasa, 17 September 2019 12:50

Dua Pekan, Penderita ISPA Capai 1.072

TANJUNG REDEB – Paparan kabut asap yang semakin pekat, tidak…

Selasa, 17 September 2019 12:48

Gara-Gara Ini, Dalam Sehari Bandara Rugi Rp 40 Juta

SUDAH empat hari aktivitas penerbangan di Bandara Kalimarau lumpuh total…

Selasa, 17 September 2019 12:46

DUYYY...!! Banyak yang Tak Tahu Sekolah Diliburkan

TANJUNG REDEB- Kebijakan Wakil Bupati Berau Agus Tantomo untuk meliburkan…

Senin, 16 September 2019 17:58

Sekolah Diliburkan Tiga Hari

TANJUNG REDEB- Kabut asap yang semakin pekat, membuat Wakil Bupati…

Senin, 16 September 2019 17:56

Kecanduan Main PS, Pria Pengangguran Nekat Mencuri

GUNUNG TABUR- Seorang pria pengangguran bernama Tian (30), terpaksa berurusan…

Senin, 16 September 2019 17:55

Lestarikan Tradisi, Masuk Kalender Pariwisata

Peringatan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Berau dan ke-209 Kota Tanjung…

Minggu, 15 September 2019 21:00

BMKG Sebut Asap Kiriman dari Kutim dan Kukar

TANJUNG REDEB - Aktivitas penerbangan di Bandara Kalimarau, Berau, masih lumpuh…

Minggu, 15 September 2019 20:09

Kabel PLN Tembus Rumah Warga

Dugaan korsleting listrik yang menyebabkan kebakaran yang menghanguskan empat rumah…

Minggu, 15 September 2019 20:07

Ditinggal Salat, 4 Rumah, 1 Minibus Hangus

TANJUNG REDEB – Kebakaran kembali terjadi di Gang Mulia, Jalan…

Sabtu, 14 September 2019 14:03

Warga Keluhkan Pendirian Tenda di Pinggir Jalan

TANJUNG REDEB- Pelaksanaan Berau Expo yang rencananya dibuka pada Minggu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*