MANAGED BY:
RABU
25 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 17 Mei 2019 14:32
Bupati Kutuk Aksi Pengeboman Ikan di Perairan Berau
Pelaku Pengeboman Ikan Ternyata Nelayan Luar Berau
Ilustrasi

PROKAL.CO,

TANJUNG REDEB– Bupati Berau Muharram mengutuk para pelaku pengeboman ikan di perairan Berau. Pasalnya, aktivitas menangkap ikan menggunakan bom, tidak sekadar membunuh ikan yang akan ditangkap. Tapi juga merusak ekosistem, sehingga dapat merusak rantai makanan biota bawah laut Bumi Batiwakkal. Apalagi para pelakunya diduga adalah nelayan dari luar Berau.

Untuk itu, Muharram meminta aparat kepolisian maupun TNI segera mengambil tindakan untuk menjerat para pelaku. “Pelaku harus segera diamankan. Kalau tidak, mereka akan bebas berkeliaran dan mengulangi perbuatannya,” katanya saat ditemui di kediamannya.

Muharram menuturkan, rusaknya terumbu karang akibat pengeboman ikan, juga berpengaruh pada sektor pariwisata. Karena Berau merupakan salah satu daerah wisata yang mengandalkan keindahan alam bawah lautnya. Yang sudah cukup dikenal hingga ke mancanegara. “Kalau terumbu karang rusak, tentu akan berdampak pada menurunnya jumlah wisatawan yang datang ke Berau. Banyak sekali efek negatifnya,” jelasnya.

Jangka panjangnya, nelayan-nelayan lokal Bumi Batiwakkal, juga makin kesulitan mendapatkan ikan. Karena wilayah tangkapan mereka sudah rusak akibat aktivitas pengeboman ikan, jika tidak segera dihentikan. “Dampaknya sampai ke anak cucu kita nanti,” terangnya.

Diketahui, aktivitas penangkapan ikan menggunakan bom, kembali marak di Berau. Kondisi itu membuat nelayan lokal Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten Berau – resah dan berharap aparat segera bertindak.

Pasalnya, diutarakan Ismail, salah satu nelayan asal Bidukbiduk, hasil tangkapannya dan nelayan lainnya makin menurun. Sementara nelayan lokal sepertinya, sudah bertahun-tahun dilarang menangkap menggunakan bom, bahkan ada yang sampai diproses hukum. Tapi sekarang, justru nelayan-nelayan yang diyakininya berasal dari luar Berau, bisa leluasa menangkap ikan dengan cara ilegal tersebut.

Halaman:

BACA JUGA

Selasa, 24 November 2020 21:47

Diduga karena Korsleting Listrik

SAMBALIUNG - Kebakaran yang menghanguskan mes karyawan PT Buma di…

Selasa, 24 November 2020 21:45

Depresi, HN Gantung Diri

SAMBALIUNG – Seorang pemuda berinisial HN (20) ditemukan tewas gantung…

Selasa, 24 November 2020 21:43

Drop setelah Dirawat 8 Hari, Satu Pasien Meninggal Dunia

TANJUNG REDEB - Kasus kematian pasien terkonfirmasi Covid-19 di Bumi…

Senin, 23 November 2020 19:49

70 Surat Suara Rusak

TANJUNG REDEB – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau telah merampungkan…

Senin, 23 November 2020 19:48

Mes Karyawan Berkobar

TANJUNG REDEB – Kebakaran hebat melanda mes karyawan PT Buma…

Senin, 23 November 2020 19:46

Kejujuran Masyarakat Jadi Kunci

TANJUNG REDEB – Pelaku perjalanan menjadi salah satu faktor penyumbang…

Senin, 23 November 2020 19:41

Golkar Ultimatum Tim Paslon 2

TANJUNG REDEB – Masih beredarnya Kaus berlogo MURI (Muharram-Syarifatul) di…

Minggu, 22 November 2020 19:49

Jangan Takut Datang ke TPS

TANJUNG REDEB - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 kurang lebih…

Minggu, 22 November 2020 19:48

Pelipatan Surat Suara, Gudang Logistik Dijaga Ketat

TANJUNG REDEB - Jelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 9…

Sabtu, 21 November 2020 20:49

Konsistensi KPU Dipertanyakan

TANJUNG REDEB - Kuasa Hukum pasangan calon (Paslon) Bupati dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers