MANAGED BY:
SELASA
17 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 20 Mei 2019 14:54
Angka Kematian Bayi Terus Meningkat

Dipengaruhi Pernikahan Dini dan Jarang ke Posyandu

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB– Pelayanan dasar di bidang kesehatan yang disampaikan dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati, awal Mei lalu, sempat menjadi sorotan jajaran DPRD Berau.

Pasalnya, dari LKPj 2018 itu, tercatat angka kematian bayi dalam tiga tahun terakhir selalu mengalami peningkatan. Seperti di tahun 2016 tercatat sebanyak 76 kasus, meningkat menjadi 87 kakus di tahun 2017. Angka itu kembali meningkat di tahun 2018 menjadi 95 kasus.

Melihat peningkatan kasus kematian bayi di Bumi Batiwakkal, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau Totoh Hermanto menjelaskan, penyebab terus meningkatnya angka kematian bayi dikarenakan rendahnya akses masyarakat, khususnya ibu hamil ke posyandu.

Hal itu dibuktikannya dari data pihaknya, yakni hanya 46 persen ibu hamil yang datang ke posyandu setiap tahunnya. “Artinya, ibu hamil yang memeriksakan untuk menjaga kesehatannya dan bayinya hanya sebagian saja,” katanya kepada Berau Post, Minggu (19/5).

Padahal, dirinya menerangkan, datang ke posyandu merupakan salah satu hal penting bagi ibu hamil. Termasuk yang baru melahirkan. Karena pihak posyandu akan membagikan tablet zat besi, supaya ibu hamil tidak mengalami anemia.

Anemia sendiri merupakan suatu kondisi seseorang yang jumlah sel darah merahnya lebih rendah dari jumlah normal. “Kalau ibu hamil terkena anemia atau kurang darah, maka berisiko bayinya akan prematur atau lahir belum pada waktunya,” ucapnya.

“Di sisi lain juga pelayanan saat memasuki trimester satu dan dua, sebenarnya harus benar-benar ditingkatkan. Supaya bisa terdeteksi kesehatan janin dan kondisi sang ibunya juga,” lanjut Totoh.

Tak hanya itu, tingginya angka kematian bayi juga berkaitan dengan angka pernikahan dini di Bumi Batiwakkal.

“Banyak juga masyarakat kita yang menikah di usia dini, sehingga punya risiko terhadap janinnya apabila kelak hamil. Misal rahimnya yang belum kuat,” tuturnya.

Karena itu, untuk menekan angka kematian bayi, pihaknya terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. “Kami juga terus berkoordinasi dengan lintas sektor terkait, terutama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar intens memeriksakan kehamilannya, baik di puskesmas maupun ke posyandu,” tandasnya. (arp/udi)

 


BACA JUGA

Selasa, 17 September 2019 12:50

Dua Pekan, Penderita ISPA Capai 1.072

TANJUNG REDEB – Paparan kabut asap yang semakin pekat, tidak…

Selasa, 17 September 2019 12:48

Gara-Gara Ini, Dalam Sehari Bandara Rugi Rp 40 Juta

SUDAH empat hari aktivitas penerbangan di Bandara Kalimarau lumpuh total…

Selasa, 17 September 2019 12:46

DUYYY...!! Banyak yang Tak Tahu Sekolah Diliburkan

TANJUNG REDEB- Kebijakan Wakil Bupati Berau Agus Tantomo untuk meliburkan…

Senin, 16 September 2019 17:58

Sekolah Diliburkan Tiga Hari

TANJUNG REDEB- Kabut asap yang semakin pekat, membuat Wakil Bupati…

Senin, 16 September 2019 17:56

Kecanduan Main PS, Pria Pengangguran Nekat Mencuri

GUNUNG TABUR- Seorang pria pengangguran bernama Tian (30), terpaksa berurusan…

Senin, 16 September 2019 17:55

Lestarikan Tradisi, Masuk Kalender Pariwisata

Peringatan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Berau dan ke-209 Kota Tanjung…

Minggu, 15 September 2019 21:00

BMKG Sebut Asap Kiriman dari Kutim dan Kukar

TANJUNG REDEB - Aktivitas penerbangan di Bandara Kalimarau, Berau, masih lumpuh…

Minggu, 15 September 2019 20:09

Kabel PLN Tembus Rumah Warga

Dugaan korsleting listrik yang menyebabkan kebakaran yang menghanguskan empat rumah…

Minggu, 15 September 2019 20:07

Ditinggal Salat, 4 Rumah, 1 Minibus Hangus

TANJUNG REDEB – Kebakaran kembali terjadi di Gang Mulia, Jalan…

Sabtu, 14 September 2019 14:03

Warga Keluhkan Pendirian Tenda di Pinggir Jalan

TANJUNG REDEB- Pelaksanaan Berau Expo yang rencananya dibuka pada Minggu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*