MANAGED BY:
KAMIS
24 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 11 Juni 2019 13:48
PT SPIL Minta Keringanan

Biaya Perbaikan Turap Capai Rp 450 Juta

AMBRUK: Turap Ahmad Yani, Tanjung Redeb yang hancur diseruduk kapal kargo milik PT SPIL beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau hingga kini masih menunggu kepastian dari PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) untuk perbaikan turap Ahmad Yani yang diseruduk kapal pengangkut kontainer milik PT SPIL beberapa waktu lalu.

Kepala DPUPR Berau, Andi Marewangeng mengatakan pada akhir Mei lalu, pihaknya telah menyampaikan metode dan biaya yang harus dikeluarkan pihak SPIL untuk perbaikan turap yang ambruk tersebut.
Pihak perusahaan jasa pelayaran tersebut pun, kata Andi, merespons cukup baik, namun SPIL berharap agar besaran biaya perbaikan turap tersebut diturunkan lagi.

“Hasil perhitungan kami sekitar Rp 450 juta. Mereka sudah menyetujui metodenya. Hanya saja, mereka meminta anggarannya itu dinego lagi,” jelas Andi kepada Berau Post. Lebih lanjut, Andi menjelaskan bahwa pihaknya memberikan batas waktu kepada pihak SPIL dalam pekan ini untuk memastikan kesiapan pembiayaan perbaikan turap menggunakan metode DPUPR Berau.

Apabila telah sepakat dengan nilai anggaran tersebut, maka Pemkab Berau dalam hal ini DPUPR bersama pihak PT SPIL terlebih dahulu akan melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait perbaikan turap Sungai Segah itu.“Hitungan yang kita berikan itu berdasarkan dari konstruksi, material dan pekerjaan. Dengan metode akan kita perkuat kerusakan turap itu dari sisi luar dan sisi dalamnya,” jelas Andi.

Mantan Kepala Unit Layanan Pelelangan (ULP) Berau ini juga menyebut proses mobilisasi alat untuk perbaikan turap akan menyita banyak waktu karena pekerjaan turap akan dilakukan dari sisi sungai.
“Untuk pengerjaannya nanti, yang lama adalah mobilisasi alat, karena kami memakai ponton dan setting ponton sebab arus air cukup deras,” katanya.

Disinggung mengenai permintaan pihak SPIL agar biaya perbaikan ditekan lagi. Andi menegaskan bahwa permintaan tersebut sulit dikabulkan, karena akan berpengaruh terhadap kualitas perbaikan turap tersebut. “Kemungkinan besar tidak akan kami turunkan (biaya perbaikan,red.) lagi, karena kalau diturunkan biayanya, dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap kualitas dan kekuatan turap pasti di bawah standar,” tegas dia. Sementara pihak PT SPIL yang dicoba dikonfirmasi Berau Post, belum bisa memberikan keterangan.(arp/asa)


BACA JUGA

Rabu, 23 Oktober 2019 11:13

Mami Karaoke Akhirnya Disidang

TANJUNG REDEB - Terdakwa perkara dugaan eksploitasi anak An (29)…

Rabu, 23 Oktober 2019 11:11

APBD 2020 Turun Jadi 2,4 T

TANJUNG REDEB – Seperti yang diprediksi sebelumnya, anggaran pendapatan belanja…

Rabu, 23 Oktober 2019 11:08

Pencabul Bocah Divonis 6 Tahun Penjara

TANJUNG REDEB – Safrani (44), terdakwa kasus pencabulan bocah 9…

Rabu, 23 Oktober 2019 11:05

Progres Segmen Dua 96 Persen

TANJUNG REDEB - Pembangunan segmen dua freeway Singkuang-Bandara Kalimarau, sepanjang…

Selasa, 22 Oktober 2019 10:16

Sinyal Koalisi PDIP-Golkar

TANJUNG REDEB – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Berau,…

Selasa, 22 Oktober 2019 09:38

Jembatan Kelay Perlu Penanganan Darurat

KELAY – Konstruksi permukaan jalan di Jembatan Kelay sudah tak…

Selasa, 22 Oktober 2019 09:35

Goyangan Maut

“SEJAK kapan kejadiannya,” kata teman saya. “Sudah lama, tapi goyangnya…

Senin, 21 Oktober 2019 12:49

Kamis, Jaksa Bacakan Tuntutan

TANJUNG REDEB – Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa…

Senin, 21 Oktober 2019 11:23

Kandang Ayam Terbakar, Kerugian Capai Rp 500 Juta

SAMBALIUNG – Si jago merah kembali mengamuk. Kali ini menimpa…

Senin, 21 Oktober 2019 10:51

Bakal Revisi UU yang Hambat Investasi

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkomitmen akan bekerja dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*