MANAGED BY:
SELASA
20 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 12 Juni 2019 15:37
Dinilai Tak Beres Kelola Dermaga

Warga Desak Pemkab Putus Kerja Sama dengan Pelindo

GERBANG WISATA: Dermaga Tanjung Batu menjadi pintu gerbang masuknya wisatawan ke Kepulauan Derawan dan Maratua. Jika pengelolaan dermaga ini pun tak becus, maka jangan bermimpi wisatawan bakal masuk lewat dermaga ini lagi.

PROKAL.CO, TANJUNG BATU – Salah seorang wisatawan lokal yang mengaku bernama Ramli mengeluhkan biaya atau tariff retribusi yang diterapkan PT Pelindo IV di Dermaga Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, yang dinilainya terlalu mahal.

Untuk kendaraan roda empat saja, jika diparkir bermalam di kawasan dermaga tersebut dikenakan Rp 50 ribu per malam. (selengkapnya lihat infografis)

Selain mengeluhkan besarnya biaya retribusi masuk dermaga per orang. Ia juga mengeluhkan dermaga peninggalan pekan olahraga nasional (PON) 2008 Kaltim tersebut terlihat kotor. “Dari sisi luar tampak jorok. Begitupun ketika masuk toilet dermaga, tampak sampah berserakan. Air kran tak mengalir. Pokoknya paling jorok deh,” kesal Ramli.

Menanggapi keluhan wisatawan tersebut, Jufri salah seorang warga mengatakan bahwa pengelolaan dermaga tersebut dikerjasamakan Pemkab Berau dengan PT Pelindo. Sehingga pengelolaannya dilakukan secara penuh oleh PT Pelindo IV Tanjung Redeb. Hasil dari pengelolaan dermaga wisata tersebut dibagi dua dengan pemkab Berau. “60 persen untuk pemda dan 40 ,persen untuk Pelindo,” jelas Jufri.

Hanya saja, Jufri juga menyayangkan pihak Pelindo yang terkesan hanya menikmati hasil saja, tetapi enggan melakukan perawatan seperti ada beberapa dermaga terapung (pelampung) yang bocor atau sudah rusak tapi taka ada pergantian atau perbaikan. “Jadi terkesan Pelindo hanya ikut ,menikmati hasil dermaga saja. Mereka tidak melakukan pembersihan setiap saat. Terlebih perawatan dermaga. Dibiarkan begitu saja. Hasilnya mereka nikmati,” bebernya.

Karena itu, Jufri meminta Pemkab Berau dalam hal ini Bupati Berau untuk meninjau kembali kerja sama dengan PT Pelindo tersebut. “Saya rasa lebih bagus Bupati menghentikan kerja sama dengan Pelindo ini. Pengelolaan dermaga akan jauh lebih baik dan asri ketika dikelola sendiri oleh Pemkab Berau ata diserahkan ke pihak kecamatan setempat. Jadi hasilnya 100 persen masuk untuk kas daerah. Tidak lagi harus berbagi hasil dengan Pelindo,” tegas jufri.

“Dulu, beberapa tahun silam. Pemkab memang bersedia bekerjasama dengan Pelindo untuk pengelolaan dermaga ini, sebab Pelindo janji akan memasukkan kapal Pelni ke Tanjung Batu. Tapi buktinya sampai sekarang kapal Pelni juga tidak masuk koq. Jadi saran saya lebih bagus kerja sama ini diputus mulai sekarang,” sambungnya.

Camat Pulau Derawan, Kudarat saat dimintai komentarnya kemarin (11/6), juga sangat menyayangkan kondisi Dermaga Tanjung Batu yang sampai saat ini tampak kurang terawat. Bahkan, dermaga apung tempat wisatawan menaiki speedboat banyak yang mengalami kerusakan dan taka da perawatan.”Padahal itu bahaya lho. Kalau dermaga apungnya rusak, nyawa wisatawan taruhannya,” tegas Kudarat.

Dikatakannya, sejak pekan lalu hingga saat ini (kemarin,red.) kunjungan wisatawan ke Pulau Derawan melalui Dermaga Tanjung Batu mengalami kenaikan cukup tinggi. Namun sayangnya, keadaan ini menurutnya tak membuat PT Pelindo IV Tanjung Redeb sebagai pengelola dermaga melakukan perbaikan dermaga apung.

“Musim liburan kali ini cukup padat, cuman yang kami sayangkan kami melihat dermaga apungnya tidak ada upaya perbaikan. Sementara sudah banyak bagian (dermaga apung,red.) yang tidak layak digunakan,” katanya kepada Berau Post, Selasa (11/6).

Menurutnya, selama ini pula pihak pengelola dermaga tidak ada sama sekali perhatiannya terhadap Dermaga Tanjung Batu ini. Padahal, sebagai gerbang wisata, sudah seharusnya dermaga tersebut ditata dengan lebih baik.

Bahkan masyarakat Tanjung Batu disebutnya menganggap Pelindo IV Tanjung Redeb hanya ingin mencari keuntungan tanpa mau mengeluarkan biaya perawatan. “Kami menginginkan Pelindo sebagai pengelola yang dipercaya pemerintah penya kepedulian terhadap dermaga apung itu,” ucapnya.

“Setidaknya ada pengecatanlah, ini tidak ada sama sekali dan itu yang sangat disayangkan. Makanya jangan heran kalau ada wisatawan mengatakan dermaga ini jorok dan kotor,” sambungnya.

Kudarat juga mengaku mendapat informasi bahwa pihak Pelindo hanya mencetak sekitar 2.000 lembar pas masuk. Sehingga saat terjadi lonjakan kunjungan wisatawan, banyak yang tidak ditarik retribusinya. “Tolonglah supaya ada keseriusan dari Pelindo ini,” keluhnya.

Sementara itu, Manajer Operasional dan Teknik PT Pelindo IV Tanjung Redeb, Rudi Hartono yang ditemui awak media ini di ruang kerjanya mengakui pihaknya belum melakukan perbaikan terhadap dermaga apung di Dermaga Tanjung Batu.

Pihaknya sempat mendapat informasi dari petugasnya mengenai beberapa bagian dermaga apung yang rusak, namun belum sempat melakukan perawatan. “Tapi nanti akan kami koordinasikan dengan Dishub (Dinas Perhubungan,red.) apakah mereka menganggarkan itu atau tidak. Kalau tidak, nanti akan kami perbaiki menggunakan pendapatan dari pengelolaan dermaga itu,” terangnya.

Dijelaskannya, kebanyakan masyarakat menganggap pihaknya mendapatkan keuntungan besar dari pengelolaan Dermaga Tanjung Batu. Namun pada kenyataannya ia menyebut keuntungan yang didapat pihaknya tidaklah seberapa nilainya.

Ia pun mencontohkan pendapatan kotor dari pengelolaan dermaga pada April lalu sekitar Rp 12 juta, kemudian dikurangi gaji petugas honor Pelindo di lapangan dan perawatan seperti kebersihan. Sehingga Pelindo hanya mendapat keuntungan bersih sekitar Rp 1,6 juta dari 40 persen keuntungan bersih yang ada. “Sementara pemda mendapatkan Rp 2,4 juta atau 60 persen dari pendapatan bersih yang diterima pada bulan itu,” terangnya.

Rudi mengungkapkan, selama ini pihaknya hanya melakukan penarikan terhadap tiga item pas, yaitu pas harian orang, pas harian kendaraan ke dermaga dan pas penumpang kapal. Sedangkan untuk pas speedboat, para pemilik speedboat tidak pernah mau melakukan pembayaran.

“Pendapatan dari pengelolaan itu cukup sedikit. Bahkan untuk pas speedboat kami tidak bisa melakukan penarikan karena para pemilik speedboat protes dan tidak mau membayar. Jadi hanya 3 pas yang kami ambil,” ujarnya.

Selama ini, dirinya mengatakan pihaknya hanya ingin Dermaga Tanjung Batu dikelola dengan baik. Bahkan, apabila ada badan kampung yang bisa mengelola itu dan aturan memperbolehkan, maka pihaknya pun akan menyerahkan. Namun, sayangnya dalam aturan yang ada, pengelolaan dermaga hanya boleh dilakukan Badan Usaha Pelabuhan (BUP).

Lebih lanjut, Rudi juga menyoroti pemilik speedboat yang tidak mau membayar pas speedboat. Selama ini, pihaknya telah beberapa kali melakukan penarikan, namun selalu ditolak oleh pemilik speedboat.

“Padahal pendapatan mereka lumayan besar, sementara mengeluarkan uang Rp  5.000 hingga Rp 25.000 tidak mau. Bahkan, mereka juga sempat mau mengelola sendiri dermaga itu, tapi diberitahu polisi itu tidak boleh karena masuk kategori pungli,” tuturnya.

Mengenai adanya anggapan tarif bermalam kendaraan roda empat yang dirasa mahal oleh masyarakat. Ia menjelaskan angka tersebut merupakan kesepakatan antara Pelindo dengan Pemkab Berau.

“Mengenai tarif kendaraan bermalam, itu sudah menjadi kesepakatan dengan Pemda. Dan memang segitu nilainya. Karena pendapatan itu digunakan untuk membayar petugas di sana juga yang menjaga,” tandasnya.(arp/asa)


BACA JUGA

Senin, 19 Agustus 2019 18:36

Hari Ini, Anggota DPRD Periode 2019-2024 Dilantik

TANJUNG REDEB – Sebanyak 30 anggota DPRD Kabupaten Berau periode…

Senin, 19 Agustus 2019 18:35

Suara Tinggi Belum Tentu Dapat Kursi

TANJUNG REDEB – Anggota DPRD Berau periode 2019-2024 akan dilantik…

Senin, 19 Agustus 2019 18:34

Siap Maju asalkan Didukung Masyarakat

Menjadi wakil rakyat di Karang Paci, sudah membuktikan kapasitas Rusianto…

Senin, 19 Agustus 2019 18:25

Sambut Pesta Demokrasi dengan Kebersamaan

TANJUNG REDEB- Tahapan pendaftaran hingga penetapan calon bupati dan wakil…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:41

Banyak Jalan untuk Sebuah Pengabdian

Segudang pengalaman berorganisasi, menjadi modal Pipit dalam mengasah jiwa kepemimpinannya.…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:37

Warga Polandia dan Belanda Juga Ikut Upacara

BUKAN di pedalaman saja, upacara hari ulang tahun (HUT) ke-74…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:34

Dihadiahi Puisi Surat untuk Ibu Pertiwi

KELAY- Nyanyian lagu Indonesia Raya berkumandang. Dinyanyikan para pelajar dari…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:30

Cari Sumber PAD Baru, Alur Sungai Mau Ditarik Retribusi

TANJUNG REDEB- Padatnya aktivitas pelayaran di alur sungai, dinilai sebagai…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:24

WADUH..!! Gara-Gara Ini, Penerbangan Terganggu

TELUK BAYUR- Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Berau, akhirnya mengganggu…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:20
BREAKING NEWS

Kodim Sita 500 Dus Rokok Diduga Ilegal

TANJUNG REDEB - Unit Intel Kodim 0902/Trd menyita ratusan ball…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*