MANAGED BY:
KAMIS
24 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 13 Juni 2019 15:07
Bupati Minta Warga Bersurat

Soal Pengelolaan Dermaga Tanjung Batu yang Dikeluhkan

TAK TERAWAT: Toilet ruang tunggu Dermaga Tanjung Batu yang merupakan gerbang pariwisata Berau ini, tak dikelola dengan baik oleh PT Pelindo. Sampah berserakan, air keran pun macet.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Dinilai tarif retribusi  terlalu mahal dan dianggap enggan melakukan perawatan dermaga, masyarakat Tanjung Batu mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menghentikan kerja sama dengan PT Pelindo dalam mengelola Dermaga Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan.   

Menyikapi hal itu, Bupati Berau Muharram kemarin (12/6) mengatakan itu adalah bentuk aspirasi masyarakat. Dan aspirasi dari masyarakat setempat itu sangat perlu didengarkan. Sehingga ia pun menyarankan warga yang menginginkan kerja sama itu dihentikan agar bersurat ke bupati dengan pertimbangan yang kuat dan aspirasi-aspirasinya disampaikan secara tertulis.

Hal itu sebagai dasar bagi Pemkab Berau untuk merespon aspirasi dari masyarakat nantinya. “Kita akan coba rundingkan. Akan duduk bersama membahas aspirasi masyarakat tersebut serta meninjau dari sisi mana yang dinilai memberatkan masyarakat dan wisatawan,” ujarnya.

“Tanggapan saya adalah silakan masyarakat bersurat kami. Sebagai dasar bagi kami untuk mengundang rapat bagi stakeholder yang terlibat dalam masalah ini,” sambung Muharram yang dikonfirmasi wartawan usai menghadiri halalbihalal dengan ASN yang digelar di kediaman Wakil Bupati Berau Agus Tantomo, kemarin.

Menurutnya, yang namanya bagian dari sebuah pelayanan itu memang harus ada kompensasinya. Mengenai hal ini,  tentu bisa menjadi masukan berharga bagi pihaknya sebagai pemerintah daerah. “Baru kali ini saya mendengar terkait keluhan yang menilai mahalnya tarif tersebut. Sebelumnya belum pernah ada,” tegasnya.

Saat disinggung terkait tarif bermalam kendaraan roda empat yang juga dinilai cukup mahal oleh masyarakat. Menurut Bupati, itu menjadi urusan Pelindo secara teknis. Karena hal itu bagian dari service dalam melakukan penjagaan kendaraan tersebut. “Kalau mau gratis,  pertanyaannya siapa nanti yang mau bertanggungjawab jika terjadi  kehilangan dan perusakan mobil kendaraan di sana, secara otomatis tentu ada biayanya,” jelasnya.

“Terkait MoU, karena sudah ditandatangani kedua pihak tentu  bukan serta merta bisa kita batalkan begitu saja. Tetapi paling tidak tarif tersebut yang bisa kita tinjau ulang nantinya,” tambahnya.

Diberitakan sebelumya, salah seorang wisatawan lokal yang mengaku bernama Ramli mengeluhkan biaya atau tarif retribusi yang diterapkan PT Pelindo IV di Dermaga Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan yang dinilainya terlalu mahal.

Untuk kendaraan roda empat saja, jika diparkir bermalam di kawasan dermaga tersebut dikenakan Rp 50 ribu per malam.

Selain mengeluhkan besarnya biaya retribusi masuk dermaga per orang. Ia juga mengeluhkan dermaga peninggalan pekan olahraga nasional (PON) 2008 Kaltim tersebut terlihat kotor. “Dari sisi luar tampak jorok. Begitupun ketika masuk toilet dermaga, tampak sampah berserakan. Air kran tak mengalir. Pokoknya paling jorok deh,” kesal Ramli.

Menanggapi keluhan wisatawan tersebut, Jufri salah seorang warga mengatakan bahwa pengelolaan dermaga tersebut dikerjasamakan Pemkab Berau dengan PT Pelindo. Sehingga pengelolaannya dilakukan secara penuh oleh PT Pelindo IV Tanjung Redeb. Hasil dari pengelolaan dermaga wisata tersebut dibagi dua dengan pemkab Berau. “60 persen untuk pemda dan 40 ,persen untuk Pelindo,” jelas Jufri.

Hanya saja, Jufri juga menyayangkan pihak Pelindo yang terkesan hanya menikmati hasil saja, tetapi enggan melakukan perawatan seperti ada beberapa dermaga terapung (pelampung) yang bocor atau sudah rusak tapi taka ada pergantian atau perbaikan. “Jadi terkesan Pelindo hanya ikut ,menikmati hasil dermaga saja. Mereka tidak melakukan pembersihan setiap saat. Terlebih perawatan dermaga. Dibiarkan begitu saja. Hasilnya mereka nikmati,” bebernya.

Karena itu, Jufri meminta Pemkab Berau dalam hal ini Bupati Berau untuk meninjau kembali kerja sama dengan PT Pelindo tersebut. “Saya rasa lebih bagus Bupati menghentikan kerja sama dengan Pelindo ini. Pengelolaan dermaga akan jauh lebih baik dan asri ketika dikelola sendiri oleh Pemkab Berau ata diserahkan ke pihak kecamatan setempat. Jadi hasilnya 100 persen masuk untuk kas daerah. Tidak lagi harus berbagi hasil dengan Pelindo,” tegas jufri.

“Dulu, beberapa tahun silam. Pemkab memang bersedia bekerjasama dengan Pelindo untuk pengelolaan dermaga ini, sebab Pelindo janji akan memasukkan kapal Pelni ke Tanjung Batu. Tapi buktinya sampai sekarang kapal Pelni juga tidak masuk koq. Jadi saran saya lebih bagus kerja sama ini diputus mulai sekarang,” sambungnya.

Camat Pulau Derawan, Kudarat saat dimintai komentarnya kemarin (11/6), juga sangat menyayangkan kondisi Dermaga Tanjung Batu yang sampai saat ini tampak kurang terawat. Bahkan, dermaga apung tempat wisatawan menaiki speedboat banyak yang mengalami kerusakan dan taka da perawatan.”Padahal itu bahaya lho. Kalau dermaga apungnya rusak, nyawa wisatawan taruhannya,” tegas Kudarat.

Dikatakannya, sejak pekan lalu hingga saat ini (kemarin,red.) kunjungan wisatawan ke Pulau Derawan melalui Dermaga Tanjung Batu mengalami kenaikan cukup tinggi. Namun sayangnya, keadaan ini menurutnya tak membuat PT Pelindo IV Tanjung Redeb sebagai pengelola dermaga melakukan perbaikan dermaga apung.

“Musim liburan kali ini cukup padat, cuman yang kami sayangkan kami melihat dermaga apungnya tidak ada upaya perbaikan. Sementara sudah banyak bagian (dermaga apung,red.) yang tidak layak digunakan,” katanya kepada Berau Post, Selasa (11/6).

Menurutnya, selama ini pula pihak pengelola dermaga tidak ada sama sekali perhatiannya terhadap Dermaga Tanjung Batu ini. Padahal, sebagai gerbang wisata, sudah seharusnya dermaga tersebut ditata dengan lebih baik.

Bahkan masyarakat Tanjung Batu disebutnya menganggap Pelindo IV Tanjung Redeb hanya ingin mencari keuntungan tanpa mau mengeluarkan biaya perawatan. “Kami menginginkan Pelindo sebagai pengelola yang dipercaya pemerintah penya kepedulian terhadap dermaga apung itu,” ucapnya.

“Setidaknya ada pengecatanlah, ini tidak ada sama sekali dan itu yang sangat disayangkan. Makanya jangan heran kalau ada wisatawan mengatakan dermaga ini jorok dan kotor,” sambungnya.

Kudarat juga mengaku mendapat informasi bahwa pihak Pelindo hanya mencetak sekitar 2.000 lembar pas masuk. Sehingga saat terjadi lonjakan kunjungan wisatawan, banyak yang tidak ditarik retribusinya. “Tolonglah supaya ada keseriusan dari Pelindo ini,” keluhnya.

Sementara itu, Manajer Operasional dan Teknik PT Pelindo IV Tanjung Redeb, Rudi Hartono yang ditemui awak media ini di ruang kerjanya mengakui pihaknya belum melakukan perbaikan terhadap dermaga apung di Dermaga Tanjung Batu.

Pihaknya sempat mendapat informasi dari petugasnya mengenai beberapa bagian dermaga apung yang rusak, namun belum sempat melakukan perawatan. “Tapi nanti akan kami koordinasikan dengan Dishub (Dinas Perhubungan,red.) apakah mereka menganggarkan itu atau tidak. Kalau tidak, nanti akan kami perbaiki menggunakan pendapatan dari pengelolaan dermaga itu,” terangnya.

Dijelaskannya, kebanyakan masyarakat menganggap pihaknya mendapatkan keuntungan besar dari pengelolaan Dermaga Tanjung Batu. Namun pada kenyataannya ia menyebut keuntungan yang didapat pihaknya tidaklah seberapa nilainya.

Ia pun mencontohkan pendapatan kotor dari pengelolaan dermaga pada April lalu sekitar Rp 12 juta, kemudian dikurangi gaji petugas honor Pelindo di lapangan dan perawatan seperti kebersihan. Sehingga Pelindo hanya mendapat keuntungan bersih sekitar Rp 1,6 juta dari 40 persen keuntungan bersih yang ada. “Sementara pemda mendapatkan Rp 2,4 juta atau 60 persen dari pendapatan bersih yang diterima pada bulan itu,” terangnya.

Rudi mengungkapkan, selama ini pihaknya hanya melakukan penarikan terhadap tiga item pas, yaitu pas harian orang, pas harian kendaraan ke dermaga dan pas penumpang kapal. Sedangkan untuk pas speedboat, para pemilik speedboat tidak pernah mau melakukan pembayaran.

“Pendapatan dari pengelolaan itu cukup sedikit. Bahkan untuk pas speedboat kami tidak bisa melakukan penarikan karena para pemilik speedboat protes dan tidak mau membayar. Jadi hanya 3 pas yang kami ambil,” ujarnya.

Selama ini, dirinya mengatakan pihaknya hanya ingin Dermaga Tanjung Batu dikelola dengan baik. Bahkan, apabila ada badan kampung yang bisa mengelola itu dan aturan memperbolehkan, maka pihaknya pun akan menyerahkan. Namun, sayangnya dalam aturan yang ada, pengelolaan dermaga hanya boleh dilakukan Badan Usaha Pelabuhan (BUP).

Lebih lanjut, Rudi juga menyoroti pemilik speedboat yang tidak mau membayar pas speedboat. Selama ini, pihaknya telah beberapa kali melakukan penarikan, namun selalu ditolak oleh pemilik speedboat.

“Padahal pendapatan mereka lumayan besar, sementara mengeluarkan uang Rp  5.000 hingga Rp 25.000 tidak mau. Bahkan, mereka juga sempat mau mengelola sendiri dermaga itu, tapi diberitahu polisi itu tidak boleh karena masuk kategori pungli,” tuturnya.

Mengenai adanya anggapan tarif bermalam kendaraan roda empat yang dirasa mahal oleh masyarakat. Ia menjelaskan angka tersebut merupakan kesepakatan antara Pelindo dengan Pemkab Berau. “Mengenai tarif kendaraan bermalam, itu sudah menjadi kesepakatan dengan Pemda. Dan memang segitu nilainya. Karena pendapatan itu digunakan untuk membayar petugas di sana juga yang menjaga,” tandasnya.(mar/asa)

 


BACA JUGA

Rabu, 23 Oktober 2019 11:11

APBD 2020 Turun Jadi 2,4 T

TANJUNG REDEB – Seperti yang diprediksi sebelumnya, anggaran pendapatan belanja…

Rabu, 23 Oktober 2019 11:08

Pencabul Bocah Divonis 6 Tahun Penjara

TANJUNG REDEB – Safrani (44), terdakwa kasus pencabulan bocah 9…

Rabu, 23 Oktober 2019 11:05

Progres Segmen Dua 96 Persen

TANJUNG REDEB - Pembangunan segmen dua freeway Singkuang-Bandara Kalimarau, sepanjang…

Selasa, 22 Oktober 2019 10:16

Sinyal Koalisi PDIP-Golkar

TANJUNG REDEB – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Berau,…

Selasa, 22 Oktober 2019 09:38

Jembatan Kelay Perlu Penanganan Darurat

KELAY – Konstruksi permukaan jalan di Jembatan Kelay sudah tak…

Selasa, 22 Oktober 2019 09:35

Goyangan Maut

“SEJAK kapan kejadiannya,” kata teman saya. “Sudah lama, tapi goyangnya…

Senin, 21 Oktober 2019 12:49

Kamis, Jaksa Bacakan Tuntutan

TANJUNG REDEB – Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa…

Senin, 21 Oktober 2019 11:23

Kandang Ayam Terbakar, Kerugian Capai Rp 500 Juta

SAMBALIUNG – Si jago merah kembali mengamuk. Kali ini menimpa…

Senin, 21 Oktober 2019 10:51

Bakal Revisi UU yang Hambat Investasi

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkomitmen akan bekerja dengan…

Senin, 21 Oktober 2019 10:48

Beringin Ancang-Ancang Menjaring

TANJUNG REDEB – Nama-nama figur yang digadang-gadang bakal maju pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*