MANAGED BY:
KAMIS
24 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Sabtu, 15 Juni 2019 00:12
Tertolong Poin Garuda
DADAKAN: Penulis (kanan) saat berjumpa dengan Ketua KONI Berau Al Hamid di Trans Studio Makassar.

PROKAL.CO, PULANG kampung jadi repot ketika akan pulang. Tidak tahu, kalau kursi penerbangan tujuan Berau jadi rebutan pasca-lebaran. Ada peluang tempat duduk, tapi urusan bagasi yang bikin denyut jantung berdetak kencang.

Ada beberapa kali panggilan tak terjawab dari Ketua KONI Berau Al Hamid. Saya jadi kepikiran juga. Apakah semacam telepon yang akan masuk dalam kabinetnya. Maklum, pelantikan pengurus baru KONI Berau sebentar lagi dilaksanakan.

Telepon tak terjawab, lalu menyusul kiriman lokasi di mana Pak Al Hamid berada. Lho, apa betul kiriman lokasi itu. Sebab, posisinya ada di Makassar juga. Ada urusan apa ya? Apa mau studi banding atau sekadar liburan usai lebaran.

Penasaran, saya pun menelepon balik. Ternyata betul, Pak Hamid ada di Makassar. Rupanya ia berencana berangkat ke Kabupaten Bau-Bau (Buton). Karena penerbangan tertunda dua jam dari Balikpapan, sehingga ia ketinggalan pesawat konekting.

Beruntung, pihak maskapai memberikan bonus menginap di Makassar. Saya pun janjian untuk bertemu. “Ketemu sambil minum kopi saja di Mal Trans Studio,” kata saya lewat pesan WhatsApp.

Ternyata Pak Hamid tidak sendirian. Ia ditemani Pak La Ode Ilyas yang asli asal Buton itu. Saya tidak banyak bertanya ada apa ke Buton. “Kami ini belum mandi,” kata Pak Hamid.

Ia pun menceritakan pengalaman singkatnya beberapa jam transit di Makassar. “Tadi sore kami makan di Coto Nusantara,” kata Pak La Ode. Warungnya sudah mau tutup. “Luar biasa enaknya,” sambung Pak Hamid menimpali. Mungkin saja memang enak, ditambah rasa lapar. “Kami makan ketupat 16 biji,” ungkap La Ode lagi.

Ke Buton sebetulnya tak ada acara khusus. Apalagi studi banding. Ternyata Al Hamid ingin melihat peninggalan sejarah yang ada di Buton. “Semacam perjalanan religi-lah,” kata dia. Memang banyak tempat bersejarah di Buton. Menarik ditelusuri.

Lalu, Pak La Ode bertanya kapan saya pulang ke Berau. Saya pun menjawab bahwa kursi pesawat tujuan Berau penuh untuk beberapa hari ke depan. Ada teman yang bisa membantu mendapatkan tiket, tapi dengan catatan bagasi harus dibeli. Ampun, saya bayangkan pasti klaimnya besar sekali. Maklum, barang bawaan dan titipan banyak sekali. Termasuk titipan Pak Ilyas, penjual Sarabba di Jalan Pemuda, Tanjung Redeb.

Beruntung saya punya teman yang bekerja di Maskapai Garuda Berau maupun Pak Agus Derita di Balikpapan. Ia menyarankan saya untuk menggunakan poin miles Garuda. Saya bertahun-tahun memang tidak pernah menggunakan poin saya itu setiap terbang bersama Garuda.

Setelah dihitung, saya punya poin lumayan banyak, jumlahnya 48 ribu poin. Sementara untuk penerbangan dari Makassar ke Berau dengan Garuda, hanya butuh 40 ribu poin. Hehe, masih ada sisa 8 ribu poin. Betapa gembiranya saya. Termasuk gembira karena bisa membawa banyak bagasi. Juga bagasi titipan Pak Ilyas.

Tak masalah penerbangan dari Makassar ke Jakarta dulu, lanjut ke Balikpapan dan Berau. Setelah jumpa dengan Pak Hamid di Trans Studio, tak lupa mampir ke salah satu toko. Saya mau membeli jaket persiapan naik Garuda yang dingin itu. Kali ini, saya harus akui tertolong dengan poin Garuda. Sehingga bisa pulang ke Berau.(*/asa)

loading...

BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 12:47

Titik Nol

SAMPAI sekarang, saya belum tahu di mana lokasi titik nol…

Senin, 21 Oktober 2019 10:56

WAJAH KOTA KOK GINI?

Jalan Kalimarau, Kecamatan Teluk Bayur, merupakan wajah Kabupaten Berau, mengingat…

Sabtu, 19 Oktober 2019 18:31

‘Kuch Kuch Hota Hai’

“Tanjung Redeb itu di mana sih?” Saya dengar pembicaraan teman…

Sabtu, 19 Oktober 2019 13:20

Bangku Taman

Oleh: ENDRO S EFENDI SELAMA ini, ilmu mengenai pikiran yang…

Jumat, 18 Oktober 2019 13:14

OTT

MENUNGGU dari tadi, tak muncul juga. Teh susu buatan Bu…

Rabu, 16 Oktober 2019 11:53

Tuha Sudah Wal

USIA tak bisa disembunyikan. Jalan kaki sebentar, lalu nafas terengal-engal,…

Selasa, 15 Oktober 2019 10:07

Tak Ada “Lawang”

“KALAU di Makassar, tidak ada lawang na,” kata teman saya asal…

Senin, 14 Oktober 2019 18:13

Bujurankah?

“Bujurankah?” tanya teman saya lewat pesan singkat. “Apanya nang bujur,”…

Minggu, 13 Oktober 2019 18:52

Nasib Pelayanan Kesehatan di Balik PMK NO.30/2019

TERBITNYA Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 30 Tahun 2019 menggantikan…

Sabtu, 12 Oktober 2019 12:17

Hiu dan Hui

"SAYA Kecolongan,” kata Pak Agus Tantomo, Wakil Bupati Berau. Responsnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*