MANAGED BY:
KAMIS
24 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Sabtu, 15 Juni 2019 14:15
Kritik Pemerintah dengan Cara Anti Mainstream
Jalan Rusak Penuh Lumbur Dijadikan Tempat Berendam dan Mandi

PROKAL.CO, Mungkin masyarakat sudah cukup lelah melihat kondisi Jalan Poros Tanjung Palas –Teras Baru–Salimbatu. Ya, sebab kondisi jalan itu sudah sangat rusak yang dinilai tak layak dilalui dan hingga kini tak kunjung diperbaiki. Alhasil, sebagian masyarakat pun melakukan aksi yang terbilang anti mainstream dalam menyampaikan kritikan ke pemerintah.

RACHMAD RHOMADHANI

SALAH satu status di media sosial (medsos) Facebook warga di Bumi Tenguyun (Kabupaten Bulungan) mendadak viral. Tepatnya, saat kali pertama status tersebut diunggah oleh akun bernama @Abdul Rahim pada Kamis (13/6) lalu.

Ya, pasalnya dalam unggahannya tersebut, selain menyampaikan sebuah syair nan indah tentang perasaan keluh kesahnya sebagai masyarakat. Diketahui, terdapat juga beberapa foto yang dianggap unik oleh kalangan masyarakat umum lainnya.

Alhasil, selang sehari pasca mengunggahnya, statusnya tersebut sudah nyaris 200 kali dibagikan oleh pengguna akun medsos Facebook lainnya. Dan itu tak hanya dibagikan di halaman pribadi. Melainkan, di grup medsos pun. Termasuk ke dalam instagram, status dan foto itu tersebar begitu cepatnya.

Diketahui, untuk syairnya sendiri yang tertulis di akun pribadinya yakni “Jalan-jalan berlubang menghadang. Lalu laju roda-roda kendara yang melaju tanpa malu. Tanpa ragu-ragu menggilas ruas dengan segala angkuh berlalu perlahan menjauh. Enggan berpaling perturutkan mau berkejar ada ke arah tertuju.

Suara-suara mesin kendaraan beradu nada knalpot. Juga pengendara yang ada bosan menunggu antrian panjang berujung buntu. Menunda beragam rencana tepatan waktu. Menuntut segala tindak terburu-buru. Jalan-jalan berlubang semakin mengganggu menjelma. Kubangan menganga hampir di badan ruas-ruas jalan seluruh tiada terelak. Memaksa melambat laju sebab sekali salah tindak bahaya menunggu menyapa nyawa tanpa pandang bulu," tulis syairnya.

“Duhai, keluh hatiku, keluhmu juga mungkin, saudaraku tiada yang tahu. Siapa bersalah siapa pula akan tersalah berujung hanya saling tuding saling tuduh. Entah pengendara entah pejalan kaki, entah pekerja entah PU. Ya, jalan-jalan berlubang wajah penghubung kedesaku. Entah desamu, saudaraku?#SaveJalanPorosBerlubang," sambung syairnya.

Tak hanya @Abdul Rahim. Akun media lainnya yakni @Sahrul pun yang merupakan salah seorang yang berperan pada foto-foto unik yang tersebar itu juga menuliskan beberapa kalimat dan syair. “Selamatkan jalan poros Tanjung Palas-Teras Baru-Salimbatu," tulisnya seraya dengan menggunakan hiruf kapital dengan harapan dapat secara jelas terbaca.

Bahkan, dalam syairnya juga tertulis bahwa “Ketika kita dapat merasai kedukaan. Artinya kita masih bangsa manusia. Untuk mencapai sebuah tujuan kita butuh Jalan: Membangun Jalan, artinya membangun ekonomi. membangun Jalan, artinya mendukung kemajuan daerah. Membangun Jalan, artinya mempercepat kesejahteraan," tulis syairnya dalam akun pribadinya.

Di sisi lain, Sahrul dalam hal ini sekaligus menceritakan bagaimana Ia merasakan bagaimana perjalanan menuju antar wilayah tersebut. Bahkan, dikatakannya bahwa itu merupakan jalan tua yang tak bertuan. “Seperti biasa, setiap hari kami susuri jalan tua penghubung dari desa ke desa. Sepanjang jalan itu, terlihat banyak harapan orang kampung digantung dan dianggap biasa," ungkapnya.

“Pagi dan sore, banyak dari orang-orang itu terus melintasi jalan untuk mengais asa memungut mimpi. Di jalan yang sama pula, orang-orang desa itu terus menjajaki jalan tua ini, tak peduli dia akan sampai dengan kondisi tak bersih. Tak jarang suara-suara kecil berbunyi keluh kesah untuk menyapa jalan tua ini," sambungnya.

Dalam benaknya itu pun ia bertanya? Siapa yang sebenarnya mengurus jalan tua itu. Sebab, dari waktu ke waktu jalan tua itu semakin tak terurus dan tak terlihat bagus. “Seolah jalan tua ini tak bertuan, kini kita hanya berharap diakhir cerita ini apakah jalan tua terselamatkan atau malah akan Terlupakan,’’ tutupnya.

Sedangkan, mengenai foto-foto yang viral. Dari pantauan awak media ini, utamanya saat adanya dua orang yang tengah baring di dalam genangan air berlumpur. Nyaris setengah dari badannya tenggelam. Dan ditambah adanya salah seorang pengendara melintas yang tak jauh dari kedua orang tersebut.

“Eduuu sedih sedih dalan taka no po ... ,’’ tulis salah satu akun @Halima Lauda dalam bahasanya tatkala melihat foto tersebut.

Namun, dari foto viral itu pun terdapat salah satu komentar salah satu akun dari @Ach Rama dengan nada bergurau. “Laporan detik ini : ditemukan 2 org mayat lk2 di genangan air di Jl. Poros Tg.Palasa-Salimbatu...entah kapan diangat," tulisnya seraya memberikan emoji bergurau.

Akan tetapi, tak hanya foto itu saja yang viral. Yang mana, dengan cara memandikan dengan air bewarna kuning kecoklatan itu pun menjadi sebuah perbicangan. Sebab, tampak di foto yang tersebar itu dengan jelas terlihat bahwa menggunakan gayung bewarna hijau dan memandikannya.

Ya, dari aksi–aksi mereka itu mampu menjadi perbicangan banyak orang. Khususnya para pengguna medsos. Termasuk, aksi mandi secara sendiri dan baring telungkup yang semuanya menjadi bagian viral dari foto-foto tersebut.

Dan dari data yang awak media himpun. Aksi – aksi itu memang bertujuan agar jalan di tiga wilayah itu dapat segera mendapat tanggapan dari pemerintah terkait. Sehingga mereka pun rela melakukan berbagai cara dengan harapan pemerintah dapat ‘melirik’ aksinya dan meresponsnya cepat.

Dari aksi-aksinya itu pun sejauh ini banyak mendapat sanjungan dari kalangan masyarakat lainnya. Karena itu merupakan salah satu wujud kepedulian akan daerahnya. Sehingga pemerintah tidak tutup mata melihat kondisi daerah yang kondisinya memprihatinkan.

Kepada awak media, Abdul Rahim mengakui bahwa ke depan akan ada aksi serupa. Yang mana, nantinya akan memperagakan kegiatan menjaring udang dan ikan di jalan rusak itu. “Ada bang, kita mau buat foto menjaring udang dan ikan nanti di jalan rusak itu," ungkapnya singkat.

Sementara itu, sebelumnya Kepala DPU-PR Bulungan, Adriani saat membahas tentang hal itu menjelaskan, jalan ruas dari Tanjung Palas-Salimbatu itu salah satu dari belasan aset jalan milik Pemkab Bulungan yang telah dikirim ke Pemprov Kaltara pada tahun 2015. status jalan tersebut.

“Jadi jalan itu sudah kita serahkan ke provinsi melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) tapi di bulan April 2018 jalan itu kembali ke Pemkab Bulungan,” jelas Adriani.

Tahun ini Pemprov Kaltara juga telah bersurat kepada Bupati Bulungan, dalam surat itu berisi tentang jalan yang menjadi tanggung jawab Pemkab Bulungan.

“Tapi sampai saat ini Pemkab Bulungan belum bisa meminta aset itu menjadi aset pemkab, karena mengubah surat keputusan (SK) tentang status jalan baru akan bisa dilakukan pada tahun 2020 mendatang, hal itu sesuai dengan petunjuk dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),” jelasnya.

Dikatakan, Pemkab Bulungan juga akan merevisi kembali status SK jalan yang kembali dikembalikan Pemkab Bulungan. Ruas jalan itu akan diaktifkannya di SK-kan oleh Bupati Bulungan. SK itu akan mengumumkan jalan yang telah diumumkan kepada Pemkab Bulungan.

“Kita juga akan menggunakan jalan itu untuk penanganannya. Alasan kenapa jalan itu keluar ke Bulungan silahkan tanya ke DPUPR-Perkim Kaltara saja,” tegasnya.

Perbaikan jalan Tanjung Palas-Salimbatu melalui bantuan keuangan (bankeu) telah dikirimkan ke Pemprov Kaltara pada 2018 lalu. Tahun ini belasan ruas jalan itu akan diusulkan kepada kementerian, karena belasan ruas jalan itu sifatnya nonstatus.

“Tahun 2018 lalu sudah kita usulkan lewat dana bankeu Provinsi Kaltara sekira Rp90 miliar, dengan harapan bisa direalisasikan perbaikannya pada tahun ini. Tapi sampai saat ini belum juga mendapat respons,” tegasnya.

Ia menambahkan, setelah SK status diterima, pihaknya akan meminta anggaran perbaikan melalui anggaran dan belanja negara (APBN) dan dana alokasi khusus (DAK).

Sebelumnya, Kepala DPUPR-Perkim Kaltara, Suheriyatna mengatakan, jalan yang disetujui karena belum masuk jalan yang akan dikembangkan oleh Pemprov Kaltara. “Kami masih banyak program prioritas yang harus disetujui,” kata Suheriyatna.

Sambung Suheriyatna, mengatasi pembangunan jalan penghubung antar kabupaten, jalan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) dan perbatasan. Berharap, meski sudah disetujui tidak seperti merta yang langsung dikerjakan. Karena, pihaknya terlebih dahulu harus melihat skala prioritas. "Kalau tidak prioritas, maka sudah seharusnya DPU-PR Bulungan yang bertanggung jawab," katanya.

Menyoal jumlah ruas jalan yang sudah ada dalam kondisi rusak, menurut Suheriyatna hal itu menyebabkan beberapa hal. Salah satunya truk pengangkut yang mengangkut muatan berlebihan. "Jadi, kita harus memperbaiki jika yang melintas truk bermuatan beberapa ton jalan tidak akan bisa bertahan lama," katanya.

Oleh karena itu diharapkan untuk pemerintah daerah (pemda) untuk menyatakan menyikapi hal itu, jika tidak ada ketegasan maka ruas jalan yang ada di provinsi ke-34 tidak akan bisa mulus. “Jadi saya harapkan dari pemda harus dipastikan soal jalan ini,” pungkasnya. (***/eza)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 23 Oktober 2019 11:13

Mami Karaoke Akhirnya Disidang

TANJUNG REDEB - Terdakwa perkara dugaan eksploitasi anak An (29)…

Rabu, 23 Oktober 2019 11:11

APBD 2020 Turun Jadi 2,4 T

TANJUNG REDEB – Seperti yang diprediksi sebelumnya, anggaran pendapatan belanja…

Rabu, 23 Oktober 2019 11:08

Pencabul Bocah Divonis 6 Tahun Penjara

TANJUNG REDEB – Safrani (44), terdakwa kasus pencabulan bocah 9…

Rabu, 23 Oktober 2019 11:05

Progres Segmen Dua 96 Persen

TANJUNG REDEB - Pembangunan segmen dua freeway Singkuang-Bandara Kalimarau, sepanjang…

Selasa, 22 Oktober 2019 10:16

Sinyal Koalisi PDIP-Golkar

TANJUNG REDEB – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Berau,…

Selasa, 22 Oktober 2019 09:38

Jembatan Kelay Perlu Penanganan Darurat

KELAY – Konstruksi permukaan jalan di Jembatan Kelay sudah tak…

Selasa, 22 Oktober 2019 09:35

Goyangan Maut

“SEJAK kapan kejadiannya,” kata teman saya. “Sudah lama, tapi goyangnya…

Senin, 21 Oktober 2019 12:49

Kamis, Jaksa Bacakan Tuntutan

TANJUNG REDEB – Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa…

Senin, 21 Oktober 2019 11:23

Kandang Ayam Terbakar, Kerugian Capai Rp 500 Juta

SAMBALIUNG – Si jago merah kembali mengamuk. Kali ini menimpa…

Senin, 21 Oktober 2019 10:51

Bakal Revisi UU yang Hambat Investasi

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkomitmen akan bekerja dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*