MANAGED BY:
RABU
29 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 16 Juni 2019 00:49
Sepekan, 2.000 Orang Serbu Wisata Mangrove
WISATA BARU: Objek wisata Hutan Mangrove Tanjung Batu semakin banyak dikunjungi khususnya wisatawan lokal.

PROKAL.CO, PULAU DERAWAN - Objek wisata Hutan Mangrove di Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, terus berkembang dan menjadi pilihan bagi wisatawan lokal. Pada libur panjang kali ini, tercatat lebih kurang 2.000 orang memasuki objek wisata tersebut dalam jangka waktu satu pekan.


Camat Pulau Derawan, Kudarat mengatakan peningkatan jumlah kunjungan wisata di objek wisata Mangrove terlihat pada puncak liburan lebaran dua pekan lalu. Dimana, banyak wisatawan mengunjungi objek wisata yang memiliki luasan sekitar 3,7 hektare itu.

“Sekarang wisatawan tidak hanya terfokus ke Derawan saja. Para wisatawan juga banyak yang memasuki Mangrove Tanjung Batu,” katanya kepada Berau Post.

Memang tahun-tahun sebelumnya, kata dia, Kampung Tanjung Batu merupakan gerbang bagi wisatawan menuju objek-objek wisata yang ada di Kepulauan Derawan dan Maratua. Namun, setelah ada objek wisata Mangrove, kondisi ini mengubah anggapan bahwa Tanjung Batu hanya gerbang menuju objek wisata.

Dari data yang ia terima dari petugas pintu masuk Mangrove Tanjung Batu. Sekitar 2.000 wisawatan telah memasuki area yang menampilkan keindahan alam tersebut. “Itu data sampai pekan lalu, belum ditambah dengan wisatawan yang masuk sampai sekarang,” ujarnya.

Kini, Mangrove Tanjung Batu telah dikelola secara profesional melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Tanjung Batu. “Sudah dikelola BUMK Tanjung Batu dengan dasar Perkam (peraturan kampung). Makanya sudah ada pas masuknya bagi wisatawan,” terangnya.

Selain wisata mangrove, sebelumnya Kampung Tanjung Batu juga memiliki objek wisata lainnya yang cukup ramai dikunjungi yaitu pantai ulingan. Sayangnya objek wisata tersebut sejak satu tahun terakhir mulai sepi dikunjungi lantaran kurang pengelolaan.

Kudarat mengaku mendapat informasi bahwa pantai ulingan mulai dikunjungi wisatawan meskipun tak seramai saat-saat masih baru dibuka. “Tapi informasinya dari warga, di situ mulai ada lagi pungutan liar dari oknum masyarakat. Makanya saya berharap hal itu tidak terjadi dan bisa diselidiki,” tandasnya.(arp/asa)


BACA JUGA

Selasa, 28 Januari 2020 16:23

PPP Pastikan Usung Gamalis

TANJUNG REDEB –Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memastikan bakal mengusung Gamalis…

Selasa, 28 Januari 2020 16:22

Satu Peserta Dicoret

TANJUNG REDEB     - Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Berau…

Selasa, 28 Januari 2020 16:17

267 Pekerja Sudah Terima Kompensasi PHK

TANJUNG REDEB – Manajemen PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA)…

Senin, 27 Januari 2020 16:35

Sejak SD Jadi Korban Pencabulan

GUNUNG TABUR – Belum hilang rasa trauma setelah menjadi korban…

Senin, 27 Januari 2020 16:20

Laka Tunggal, Mandor Ditemukan Meninggal

KELAY - Kecelakaan kerja terjadi di lingkungan salah satu perusahaan…

Jumat, 24 Januari 2020 15:38

Jangan Ada Perda Mandul

TANJUNG REDEB - Bupati Berau, Muharram menegaskan, pembentukan peraturan daerah…

Jumat, 24 Januari 2020 11:04

Lagi, Penimbunan BBM Subsidi Terungkap

TANJUNG REDEB – Penimbunan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jadi…

Jumat, 24 Januari 2020 10:56

Target 2020 Seluruh Kampung Teraliri Listrik

TANJUNG REDEB - Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Berau, menargetkan…

Jumat, 24 Januari 2020 10:52

Dinkes Klaim Angka Kematian Ibu Menurun

TANJUNG REDEB – Angka kematian ibu (AKI) di Kabupaten Berau…

Kamis, 23 Januari 2020 16:19

Virus Corona Mendekat, Perketat Pengawasan Laut dan Udara

TANJUNG REDEB – Wabah Koronavirus 2019-nCoV, yang dikenal dengan nama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers