MANAGED BY:
RABU
18 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Kamis, 20 Juni 2019 12:10
Ciptakan Iklim Wisata yang Nyaman, Begini Caranya...

Tentukan Tarif Pelayanan Jangan Manfaatkan Momen

SELALU RAMAI: Objek wisata Pulau Derawan selalu ramai dikunjungi setiap momen libur. Penyedia jasa wisata diminta tidak memanfaatkan momen dalam menetukan tarif pelayanan.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Demi memberikan kenyamanan kepada wisatawan, DPRD Berau meminta kepada setiap pengusaha atau penyedia jasa transportasi, penginapan maupun rumah makan di lokasi wisata agar tidak memanfaatkan momen liburan, dengan menetapkan tarif tinggi. Apalagi dengan adanya keluhan pengunjung yang viral di media sosial terkait mahalnya harga makanan di salah satu objek wisata di Berau.

Menurut anggota Komisi III DPRD Berau, Jasmine Hambali, dengan adanya keluhan pengunjung di media sosial tersebut tentu cukup merugikan sektor pariwisata di Berau. Meskipun kata dia, untuk soal harga makanan di lokasi wisata tidak ada penetap batasannya.

“Jadi kita perlu menciptakan iklim pariwisata yang santai dan wisatawan menikmati sehingga tidak kapok datang. Ketika dia datang ke Berau dia merasa menikmati liburannya. Jangan sampai harga yang ditawarkan di objek wisata itu di luar batas kewajaran," jelasnya.

Untuk itu, masyarakat atau pengusaha diharapkan tidak mengambil keuntungan dari momen-monen tertentu. Di mana hal itu sangat memberatkan pengunjung. Di sisi lain, perlu juga ada transparansi harga, dimana informasi itu dapat dilihat jelas oleh pengunjung. 

“Misalnya harga makanan yang ditawarkan di rumah makan per porsi berapa, atau harga per kamar untuk satu malam berapa. Itu harus jelas diinformasikan kepada wisatawan. Supaya ketika selesai menikmati fasilitas dan akan membayar, pengunjung tidak lagi kaget. Di sisi lain juga, wisatawan juga harus inisiatif bertanya," terangnya. 

Pada dasarnya, sebagai daerah wisata yang sering dikunjungi setiap momen liburan, dirinya berharap harga-harga yang tadinya ditetapkan sebelum momen libur itu tetap diterapkan ketika objek wisata tersebut dipenuhi pengunjung. Misalnya, Pulau Derawan Maratua, dan Bidukbiduk.

“Tidak perlu mahal, tapi bagai mana menyenangkan wisatawan. Kita bisa lihat seperti Malang. Di Malang itu sekarang menjadi daerah wisata alternatif selain Bali. Karena murah dan mampu menyenangkan pengunjung yang datang. Kita juga ingin begitu," bebernya.

Jasmin juga mengatakan, ketika wisatawan dari luar daerah merasa nyaman berwisata ke Berau, secara tidak langsung di waktu mendatang, mereka akan menyampaikan informasi kepada keluarga maupun rekannya bahwa wisata di Berau itu sangat menyenangkan. 

“Tentu ini promosi gratis yang lebih efektif dalam menarik minat masyarakat untuk datang berwisata ke Berau,” pungkas Jasmin. (*/sht/har)


BACA JUGA

Jumat, 16 Mei 2014 20:12

Bulan Terang, Bagan Kapal Libur Melaut

<div> <div style="text-align: justify;"> <strong>TALISAYAN - </strong>Hasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*