MANAGED BY:
KAMIS
24 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Minggu, 23 Juni 2019 01:03
Gogos Kampung Merancang
ISTIRAHAT: Jika dalam perjalanan ke Tanjung Batu, sempatkan istirahat sejenak di rest area Kampung Merancang. Penulis, saat berada di warung tepi jalan yang dijadikan persinggahan sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan.

PROKAL.CO, ADA yang namanya titik lelah. Dalam perjalanan lebih dari 100 kilometer, dari Tanjung Redeb ke Tanjung Batu, Kampung Merancang, Kecamatan Gunung Tabur, jadi titik lelah itu. Berhentilah sejenak. Bukan hanya sopir, tapi penumpang juga ingin istirahat ataupun urusan kamar belakang (toilet).

Cukup lama juga saya tidak ke Tanjung Batu. Lama tidak menikmati ikan bakar. Lama tidak melihat indahnya wisata Mangrove di Kampung Bulalung. Lama tidak jumpa dengan Pak Darwis, yang agen ikan itu. Juga lama tidak makan Gogos di Kampung Merancang.

Kemarin (22/6) saya berkesempatan melakukan perjalanan santai ke Kampung Tanjung Batu, ibu kota Kecamatan Pulau Derawan. Banyak yang berubah. Jalan tak lagi banyak berlubang. Sedang ada pemeliharaan jalan. Apalagi ada jalan pintas, meski belum seluruhnya beraspal. Tapi lumayan bisa mempersingkat waktu perjalanan antara Kampung Samburakat dan Kampung Sembakungan.

Jalannya berdebu karena belum beraspal, tapi jadi pilihan banyak kendaraan yang akan ke Tanjung Batu. Demikian juga kendaraan besar milik perusahaan tambang batu bara. Dalam hati saya, harusnya perusahaan berterima kasih kepada Pemkab Berau. Dibuatkan jalan pintas dan tidak lagi melewati jalan yang berliku.

Lalu, jalan yang lama mau diapain? Hitung-hitung jalan alternatif bila ingin berbelanja jagung dan hasil pertanian. Jangan lewat di jalan pintas. Sekarang saja sudah bermunculan warung kecil, yang berjualan sayur mayur dan buah. Naluri bisnis petani juga lumayan hebat. Di kiri dan kanan jalan banyak lahan yang mulai dirintis. Sayang tak ada tanda nama di setiap lahan. Yang pasti nama saya juga tidak ada.

Kembali ke Kampung Merancang. Kampung inilah rest area (tempat istirahat) bagi supir dan penumpang, baik dari arah Tanjung Redeb, ibu kota Kabupaten Berau, maupun dari Tanjung Batu. Saya ingat Bone Subur, nama warung yang ada di Kampung Merancang. Lima tahun terakhir, saya wajib mampir di warung ini bila ke Tanjung Batu ataupun saat pulang. Dari pandangan saya, tak ada yang berbeda dari sebelumnya. Ada menu andalan, Gogos Merancang. Teman saya yang menemani justru melihat hal yang berbeda dari biasanya. Ada pelayan baru. Mungil, cantik berjilbab. “Apa namanya ini,” tanya saya sambil memegang gorengan. “Bahasa Bugisnya Lempo’ Utti,” kata dia. Artinya Lempok Pisang. Dengan pelayan itu saya tidak sempat kenalan, makanya tidak tahu namanya.

Wisatawan yang datang dengan pesawat pagi dan langsung ke Tanjung Batu, saya yakin kondisi lapar. Mereka pasti belum sarapan. Maka wajiblah untuk mampir sejenak di warung makan itu. Menikmati kopi susu, mie kuah, gogos dan buras. Juga menikmati senyum sang pelayan yang saya tidak tahu namanya itu.

Ketika PON dulu, ditempat ini dibangun Toilet untuk para tamu yang singgah. Ada tiga kamar. Sayang toilet ini sudah waktunya diperbaiki. Ini bisa jadi kesan pertama bagi wisatawan. Kalau Pemkab Berau belum menganggarkan, kampung bisa saja menggunakan dana yang dimiliki untuk memperbaiki toilet itu. Dindingnya sudah kusam dan banyak lubang. Klosetnya juga sudah tidak berfungsi.

Kampung Merancang ini sudah sejak lama dikenal. Banyak tokoh yang lahir dan dibesarkan di Merancang. Dulu, bila saya ingin menikmati Milo asal Tawau, saya pesan dengan teman-teman yang tinggal di Merancang. Banyak warga yang melakukan bisnis langsung Merancang-Tawau. Sekarang mulai berkurang.

Ketika di warung Bone Subur, saya berjumpa banyak warga dan wisatawan yang akan ke Derawan. Maklum akhir pekan. Juga ada beberapa taksi bandara yang melintas langsung. Tidak mampir. Mungkin penumpangnya mau cepat tiba di pulau dan berenang. Padahal mereka tidak tahu, Gogos Merancang nikmat rasanya. (*/har)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 23 Oktober 2019 14:18

Ada yang Gelisah

SAYA tidak mengikuti penuh pidato Pak Joko Widodo, usai dilantik…

Senin, 21 Oktober 2019 12:47

Titik Nol

SAMPAI sekarang, saya belum tahu di mana lokasi titik nol…

Senin, 21 Oktober 2019 10:56

WAJAH KOTA KOK GINI?

Jalan Kalimarau, Kecamatan Teluk Bayur, merupakan wajah Kabupaten Berau, mengingat…

Sabtu, 19 Oktober 2019 18:31

‘Kuch Kuch Hota Hai’

“Tanjung Redeb itu di mana sih?” Saya dengar pembicaraan teman…

Sabtu, 19 Oktober 2019 13:20

Bangku Taman

Oleh: ENDRO S EFENDI SELAMA ini, ilmu mengenai pikiran yang…

Jumat, 18 Oktober 2019 13:14

OTT

MENUNGGU dari tadi, tak muncul juga. Teh susu buatan Bu…

Rabu, 16 Oktober 2019 11:53

Tuha Sudah Wal

USIA tak bisa disembunyikan. Jalan kaki sebentar, lalu nafas terengal-engal,…

Selasa, 15 Oktober 2019 10:07

Tak Ada “Lawang”

“KALAU di Makassar, tidak ada lawang na,” kata teman saya asal…

Senin, 14 Oktober 2019 18:13

Bujurankah?

“Bujurankah?” tanya teman saya lewat pesan singkat. “Apanya nang bujur,”…

Minggu, 13 Oktober 2019 18:52

Nasib Pelayanan Kesehatan di Balik PMK NO.30/2019

TERBITNYA Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 30 Tahun 2019 menggantikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*