MANAGED BY:
MINGGU
25 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Kamis, 04 Juli 2019 02:13
Potensi Perikanan 104 Ribu Ton Per Tahun

Budidaya Tambak Terkendala Biaya Operasional

Yunda Zuliarsih

PROKAL.CO, class="p1">TANJUNG REDEB - Dinas Perikanan Berau terus berupaya meningkatkan hasil produksi perikanan. Kepala Bidang Budidaya Perikanan Dinas Perikanan Berau, Yunda Zuliarsih menjelaskan, untuk meningkatkan produksi perikanan, pihaknya setiap tahun telah membuat beberapa program. Masing-masing bidang memiliki program dan inovasi guna mendorong nelayan maupun pemilik usaha perikanan agar produksinya meningkat. 

Di antaranya kata Yunda, pengembangan budidaya perikanan air tawar, pembenihan, penanggulangan hama penyakit dalam bentuk finansial, dan bantuan sarana produksi perikanan kepada masyarakat. 

“Sementara untuk SDM-nya juga kita adakan pelatihan-pelatihan. Seperti tahun ini kita membawa sejumlah pembudidaya ikan ke luar daerah belajar bagaimana membudidayakan ikan dengan baik,” jelasnya, Selasa (2/6).

Menurut Yunda, potensi sumber daya ikan di Berau diperkirakan berjumlah 104.915 ton per tahun. Jumlah tersebut didominasi dari beberapa sektor. Seperti hasil tangkapan perairan laut sebesar 35.000 ton per tahun, perairan umum 8.950 ton per tahun, budidaya tambak 31.275 ton per tahun, budidaya air laut 28.620 ton per tahun, dan budidaya air tawar 1.070 ton per tahun.

“Tahun lalu secara umum tercatat baru ada sekitar 18.155 ton. Kita optimistis jumlah produksi tahun ini akan jauh lebih meningkat,” kata Yunda.

Dikatakannya, di Kabupaten Berau, sektor perikanan yang cukup potensial yakni budidaya ikan tambak. Ada beberapa kecamatan yang sudah lama mengembangkan budidaya tambak. Seperti Kampung Batumbuk dan Kampung Kasai di Kecamatan Pulau Derawan, Kampung Suaran di Kecamatan Sambaliung, dan Kampung Tabalar Muara di Kecamatan Tabalar.

“Sementara untuk perikanan lautnya itu fokus di Kecamatan Maratua, Pulau Derawan, dan sejumlah kampung di wilayah Pesisir Selatan Berau,” ujarnya.

Ia mengakui, meningkatkan produksi perikanan bukan tanpa kendala. Salah satunya seperti budidaya ikan air tawar kebanyakan digeluti masyarakat hanya sebagai usaha sampingan saja. Sementara untuk budidaya tambak menurutnya terkendala dengan biaya operasional yang cukup besar. Terutama pengadaan bibit ikan. “Bibitnya juga tidak ada di sini. Terpaksa beli dari luar daerah,” katanya. (*/sht/har)


BACA JUGA

Jumat, 23 Agustus 2019 19:09

Diserang Hama, Produksi Jagung Diperkirakan Menurun

TANJUNG REDEB- Persoalan kekeringan akibat musim kemarau, sudah membuat pusing…

Rabu, 21 Agustus 2019 20:48

PSAD Semakin Sepi

TANJUNG REDEB - Kondisi Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD) semakin…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:46

Dermaga Speedboat Tanjung Redeb Segera Beroperasi, Yakin Sama-Sama Untung

TANJUNG REDEB – Selama ini Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau…

Sabtu, 17 Agustus 2019 13:48

Kembangkan Wisata Maratua

TANJUNG REDEB – Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau…

Kamis, 15 Agustus 2019 17:16

Harga Cabai Betah di Atas

TANJUNG  REDEB – Jika tahun-tahun sebelumnya harga sejumlah kebutuhan di…

Sabtu, 10 Agustus 2019 14:15

Kenaikan Harga Bahan Pokok Dinilai Masih Wajar

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop)…

Jumat, 09 Agustus 2019 14:28

BPS Sulit Kumpulkan Data, Susah Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Berau

TANJUNG REDEB – Walau sudah memasuki kuartal ketiga 2019, Badan…

Sabtu, 03 Agustus 2019 12:17

Petani Diminta Kurangi Penggunaan Pestisida

TANJUNG REDEB – Dinas Pangan minta masyarakat khususnya petani di…

Kamis, 01 Agustus 2019 13:23

Cabai Paling Menyiksa

TANJUNG REDEB – Jelang Hari Raya Iduladha, sejumlah harga sembako…

Rabu, 10 Juli 2019 13:54

Harga Emas Makin Berkilau

TANJUNG REDEB – Naiknya mata uang dollar atas rupiah dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*