MANAGED BY:
SENIN
25 MEI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Kamis, 04 Juli 2019 02:13
Potensi Perikanan 104 Ribu Ton Per Tahun

Budidaya Tambak Terkendala Biaya Operasional

Yunda Zuliarsih

PROKAL.CO,

TANJUNG REDEB - Dinas Perikanan Berau terus berupaya meningkatkan hasil produksi perikanan. Kepala Bidang Budidaya Perikanan Dinas Perikanan Berau, Yunda Zuliarsih menjelaskan, untuk meningkatkan produksi perikanan, pihaknya setiap tahun telah membuat beberapa program. Masing-masing bidang memiliki program dan inovasi guna mendorong nelayan maupun pemilik usaha perikanan agar produksinya meningkat. 

Di antaranya kata Yunda, pengembangan budidaya perikanan air tawar, pembenihan, penanggulangan hama penyakit dalam bentuk finansial, dan bantuan sarana produksi perikanan kepada masyarakat. 

“Sementara untuk SDM-nya juga kita adakan pelatihan-pelatihan. Seperti tahun ini kita membawa sejumlah pembudidaya ikan ke luar daerah belajar bagaimana membudidayakan ikan dengan baik,” jelasnya, Selasa (2/6).

Menurut Yunda, potensi sumber daya ikan di Berau diperkirakan berjumlah 104.915 ton per tahun. Jumlah tersebut didominasi dari beberapa sektor. Seperti hasil tangkapan perairan laut sebesar 35.000 ton per tahun, perairan umum 8.950 ton per tahun, budidaya tambak 31.275 ton per tahun, budidaya air laut 28.620 ton per tahun, dan budidaya air tawar 1.070 ton per tahun.

“Tahun lalu secara umum tercatat baru ada sekitar 18.155 ton. Kita optimistis jumlah produksi tahun ini akan jauh lebih meningkat,” kata Yunda.

Dikatakannya, di Kabupaten Berau, sektor perikanan yang cukup potensial yakni budidaya ikan tambak. Ada beberapa kecamatan yang sudah lama mengembangkan budidaya tambak. Seperti Kampung Batumbuk dan Kampung Kasai di Kecamatan Pulau Derawan, Kampung Suaran di Kecamatan Sambaliung, dan Kampung Tabalar Muara di Kecamatan Tabalar.

“Sementara untuk perikanan lautnya itu fokus di Kecamatan Maratua, Pulau Derawan, dan sejumlah kampung di wilayah Pesisir Selatan Berau,” ujarnya.

Ia mengakui, meningkatkan produksi perikanan bukan tanpa kendala. Salah satunya seperti budidaya ikan air tawar kebanyakan digeluti masyarakat hanya sebagai usaha sampingan saja. Sementara untuk budidaya tambak menurutnya terkendala dengan biaya operasional yang cukup besar. Terutama pengadaan bibit ikan. “Bibitnya juga tidak ada di sini. Terpaksa beli dari luar daerah,” katanya. (*/sht/har)


BACA JUGA

Kamis, 21 Mei 2020 16:38

75 Ton Gula untuk Berau

TANJUNG REDEB – Jelang Hari Raya Idulfitri, Kabupaten Berau mendapat…

Senin, 18 Mei 2020 16:47

Harga Daging Ayam Naik Drastis

TELUK BAYUR - Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah tinggal sepekan…

Kamis, 14 Mei 2020 17:51

Perekonomian Pasti Kena Dampak Covid-19

TANJUNG REDEB – Wabah Covid- 19 di Kabupaten Berau diprediksi…

Kamis, 14 Mei 2020 17:49

Disperindagkop Data Ulang UMKM

TANJUNG REDEB – Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Berau…

Senin, 11 Mei 2020 15:55

Jelang Idul Fitri, Harga Sembako Stabil

TELUK BAYUR – Memasuki dua pekan jelang Idul Fitri 1441…

Kamis, 07 Mei 2020 15:52

Penjualan ATK Ikut Anjlok

TANJUNG REDEB – Penerapan belajar dari rumah berimbas pada usaha…

Senin, 04 Mei 2020 09:40

Bisnis Oleh-Oleh Ikut Terpuruk

TANJUNG REDEB – Sektor pariwisata jadi salah satu sektor yang…

Jumat, 01 Mei 2020 14:38

Sehari Kadang Empat sampai Lima Pembeli

TANJUNG REDEB – Pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Ahmad…

Selasa, 28 April 2020 20:05

Peternak Tunda Panen Ayam

SAMBALIUNG – Sektor peternakan ayam potong juga merasakan imbas pandemi…

Senin, 27 April 2020 19:36

Klaim Harga Sembako Stabil

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers