MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 08 Juli 2019 14:36
Pembacaan Dakwaan Diagendakan Pekan Ini

Sidang Perdana Kasus PLTU Lati

Mosez Sahat Reguna

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Terdakwa dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor), proyek Boiler Unit 4, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lati, Chairuddin, belum menunjuk kuasa hukum yang akan mendampinginya di persidangan.

Hal itu diutarakan Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Berau, Mosez Sahat Reguna. Padahal, sesuai jadwal yang ditetapkan Pengadilan Tipikor Samarinda, mantan Direktur Utama PT Indo Pusaka Berau (IPB) sebagai pengelola PLTU Lati tersebut, akan menjalani sidang perdananya pada Kamis (11/7) pekan ini.

Diutarakan Mosez, sidang perdana nanti, agendanya adalah pembacaan dakwaan terhadap terdakwa. Yakni uraian secara cermat, jelas, dan lengkap mengenai waktu serta tempat tindak pidana itu dilakukan. “Jika nantinya mengajukan eksepsi (keberatan atau bantahan) yang disampaikan dengan alasan-alasannya, maka akan ditanggapi lagi bantahannya oleh jaksa. Setelah itu, Majelis Hakim akan membuat putusan sela atas hal itu,” jelasnya kepada Berau Post, baru-baru ini.

“Tapi jika terdakwa tidak mengajukan eksepsi, minggu berikutnya langsung masuk agenda pemeriksaan saksi-saksi,” lanjutnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum JPU Kejari Berau melimpahkan kasus proyek Boiler Unit 4 PLTU Lati ke Pengadilan Tipikor Samarinda, Kamis (27/7) lalu.

“Proses pelimpahan berjalan lancar. Terdakwa tinggal menunggu jadwal sidang perdana,” jelas Mosez.

Diketahui, kasus proyek Boiler Unit 4 PLTU Lati diduga merugikan negara hingga Rp 14 miliar. Untuk memulai proyek, PT IPB selaku pengelola PLTU Lati meminjam dana Rp 43 miliar dari salah satu bank pada tahun 2015. Dari dana pinjaman itu, sebesar Rp 14 miliar telah digunakan untuk uang muka proyek, namun proyeknya tak kunjung terlaksana.

Dalam kontrak, proyek akan dikerjakan PT PLN dengan nilai Rp 49,5 miliar. Waktu pengerjaan selama 18 bulan, terhitung sejak Desember 2015 hingga Juni 2017. Tapi fakta di lapangan, tak ada satupun kegiatan proyek yang berjalan hingga habisnya masa pengerjaan. Sehingga, persoalan tersebut dibawa ke ranah hukum sejak April 2017. (mar/udi)


BACA JUGA

Rabu, 21 Agustus 2019 20:45

Penasihat Hukum Minta Terdakwa Dibebaskan

TANJUNG REDEB – Setelah dituntut satu tahun penjara, terdakwa dugaan…

Rabu, 21 Agustus 2019 20:44

Petani Nyambi Edarkan Sabu

TALISAYAN- Seorang petani berinisial HW (16) dan seorang buruh lepas,…

Rabu, 21 Agustus 2019 20:42

Pekerja Sawit Bawa Lari Gadis 15 Tahun

KELAY- Ariska, pemuda berusia 20 harus berurusan polisi karena diduga…

Rabu, 21 Agustus 2019 20:40

PLN Beri Sinyal Pemberian Kompensasi

TANJUNG REDEB – Keluhan masyarakat mengenai pemadaman listrik bergilir yang…

Rabu, 21 Agustus 2019 20:37

Pelajari Syarat Maju melalui Jalur Independen

Mengambil sebuah keputusan penting, tak mesti dari situasi genting. Tak…

Rabu, 21 Agustus 2019 20:36

SMA 5 Berau Juara III Nasional

TANJUNG REDEB- SMA 5 Berau kembali menambah deretan sekolah berprestasi…

Selasa, 20 Agustus 2019 10:49

22 Raperda Jadi PR Anggota Dewan

TANJUNG REDEB – 30 Anggota DPRD Berau periode 2019-2024, telah…

Selasa, 20 Agustus 2019 10:47

Listrik Padam, Satu Rumah Membara

TANJUNG REDEB- Musibah kebakaran menimpa rumah milik Rugah. Warga Gang…

Selasa, 20 Agustus 2019 10:45

Berat lewat Golkar, Jalur Independen Butuh Modal

Punya pengalaman menjadi pemimpin Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten Berau…

Selasa, 20 Agustus 2019 10:44

Tembak Betis Pimpinan Komplotan

TANJUNG REDEB- Empat pelaku pencurian berinisial Wa (29), Ar (21),…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*