MANAGED BY:
KAMIS
24 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Rabu, 10 Juli 2019 13:49
Senyum Sang Manajer
KOMPAK: Para manajer hotel yang tergabung dalam PHRI selalu kompak dalam setiap kesempatan. Penulis, ketika bertemu di lobi hotel Grand Parama.

PROKAL.CO, BANYAK yang mendambakan untuk berada pada posisi manajer sebuah hotel. Tapi, sangatlah tidak mudah untuk menjadi seorang manajer. Tugas dan tanggung jawab yang sangat berat. Plus, dibutuhkan pengalaman yang sangat banyak, terutama di bidang perhotelan.

Saya harus bolak-balik untuk sebuah janji pertemuan. Rencana pertemuan di sekitar Pasar Sanggam Adji Dilayas, tapi tak memungkinkan. Sebab, sisi kiri jalan sedang dikerjakan. Sisi kanan, selesai dibeton, rasanya akan mengganggu pengguna jalan lainnya bila menjadikan sebagian badan jalan untuk parkir kendaraan. Kami putuskan pertemuan dialihkan ke lobi hotel Grand Parama. Lebih sejuk, bisa sambil menikmati minuman dingin melawan udara panas.

Tak sengaja, saya jumpa dengan sahabat saya ketika di kampus dulu. Pak Hamdani, beliau sekarang dapat tugas baru sebagai Komisaris Utama PT Hutan Sanggam Labanan Lestari (HSLL). Lama kami berbincang.

Kami pun membahas tindak lanjut pertemuan sebelumnya dengan Dirut PT Inhutani I Pak Agus, serta direktur Pak Widodo. Semua akhirnya nyambung. Teman saya Pak Apuy dan Pak Agus, merasa nyaman. Banyak pertemuan tak terduga yang memberikan banyak manfaat, dan tentu memberikan titik terang. Kami tak bisa berlama-lama, sebab Pak Hamdani harus segera ke Balikpapan pada penerbangan Garuda sore hari, kemarin.

Saya juga jumpa dengan beberapa manajer hotel yang secara berkala berkumpul di Grand Parama, atau di tempat lainnya. Bertemu dengan para manajer dalam pekan ini, rasanya sering sekali.  Sehari sebelumnya, saya jumpa sama-sama menikmati Mi Pangsit di Jalan AKB Sanipah II. Kata teman, Tanjung Redeb kan kecil, jadi pertemuan itu pasti sering terjadi.

Setiap jumpa, saya selalu awali dengan pertanyaan bagaimana tingkat hunian hotel. Para manajer di antaranya Pak Yoes dan Pak Kelo dari Hotel Bumi Segah, juga Pak Denis serta Pak Dede dari Grand Parama, memberikan jawaban yang hampir seragam, “Pasca Lebaran, tingkat hunian masih di bawah 50 persen,” kata mereka kompak.

Saya percaya dengan pernyataan itu. Sebab, saya juga aktif nongkrong di beberapa hotel, baik untuk jumpa dengan teman dari luar kota, atau sekadar minum kopi di lobi hotel. Memang situasi sekarang oleh mereka sering disebut ‘Low Season’. Situasi itu tidak akan berlangsung lama. Juga bisa kembali merangkak ke atas, mendekati angka 70 persen lebih.

Bagi saya, yang menarik bahwa dalam situasi apapun, sang manajer akan selalu tersenyum. Antara Low Season dan Peak Season, saya tak bisa membedakan senyumnya. Pak Yoes setiap jumpa dengan saya, selalu memberikan senyum terbaiknya. Saya juga punya senyum terbaik, yang saya persembahkan buat Pak Yoes. Termasuk manajer hotel lainnya. Saya sangat paham, memang harus seperti itu. Saya bukan manajer, kalau juga saya tersenyum ceria, setidaknya memanajeri diri saya sendiri. Haha.

Banyak teman yang terkagum-kagum bila berkunjung ke Berau. Melihat betapa pesatnya pertumbuhan ekonominya. Juga pertumbuhan pembangunan di sektor perhotelan. Bumi Segah, bila tak salah masih masuk kelompok non bintang (Saya dapat informasi, ketika bangunan baru mulai Grand Opening, akan bersamaan me-launching status bintangnya), lihatlah interior dan kelengkapannya. Juga ada grup Hotel Palmy, ada Hotel Derawan Indah, Grand Parama dan beberapa hotel yang baru beroperasi. Ini menjadi salah satu tolok ukur.

Sebagai warga, pastilah sangat bangga. Dan akan tetap memberikan kontribusi berpikir, sekecil apapun akan memberikan manfaat. Dan kontribusi para manajer, juga yang tergabung dalam PHRI, kontribusi yang diberikan untuk daerah sangatlah berarti.

Para manajer bukan hanya memikirkan di mana dia bekerja. Dia juga akan menjadi terdepan dalam ‘menjual’ keanekaragaman dan keindahan alam di daerah. Dan senyuman sang manajer, akan sangat berarti. Senyum bukan hanya bermakna sebagai sebuah ibadah. Tapi, senyum merupakan tanda awal ketulusan hati yang lebih berharga dari sebuah hadiah. (*/udi)

 

 

 

loading...

BACA JUGA

Rabu, 23 Oktober 2019 14:18

Ada yang Gelisah

SAYA tidak mengikuti penuh pidato Pak Joko Widodo, usai dilantik…

Senin, 21 Oktober 2019 12:47

Titik Nol

SAMPAI sekarang, saya belum tahu di mana lokasi titik nol…

Senin, 21 Oktober 2019 10:56

WAJAH KOTA KOK GINI?

Jalan Kalimarau, Kecamatan Teluk Bayur, merupakan wajah Kabupaten Berau, mengingat…

Sabtu, 19 Oktober 2019 18:31

‘Kuch Kuch Hota Hai’

“Tanjung Redeb itu di mana sih?” Saya dengar pembicaraan teman…

Sabtu, 19 Oktober 2019 13:20

Bangku Taman

Oleh: ENDRO S EFENDI SELAMA ini, ilmu mengenai pikiran yang…

Jumat, 18 Oktober 2019 13:14

OTT

MENUNGGU dari tadi, tak muncul juga. Teh susu buatan Bu…

Rabu, 16 Oktober 2019 11:53

Tuha Sudah Wal

USIA tak bisa disembunyikan. Jalan kaki sebentar, lalu nafas terengal-engal,…

Selasa, 15 Oktober 2019 10:07

Tak Ada “Lawang”

“KALAU di Makassar, tidak ada lawang na,” kata teman saya asal…

Senin, 14 Oktober 2019 18:13

Bujurankah?

“Bujurankah?” tanya teman saya lewat pesan singkat. “Apanya nang bujur,”…

Minggu, 13 Oktober 2019 18:52

Nasib Pelayanan Kesehatan di Balik PMK NO.30/2019

TERBITNYA Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 30 Tahun 2019 menggantikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*