MANAGED BY:
KAMIS
24 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 10 Juli 2019 13:53
Karena Salah Pergaulan
Melany Widjaja

PROKAL.CO, AKSI tarian erotis yang dipertontonkan tiga penari pada acara Jambore Daerah 1X Kaltim-Kaltara, Sabtu (6/7) lalu, seperti mengulang aksi vulgar yang dipertontonkan seorang remaja putri pada bulan Ramadan lalu. Karena baik para penari maupun remaja putri tersebut, sama-sama mempertontonkan lekuk tubuhnya di depan umum, karena hanya menyisakan bra dan celana yang dikenakannya.

Mengenai dua kejadian tersebut, Psikiater Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Rivai, dr Melany Widjaja berpendapat, prilaku menyimpang tersebut bisa saja bermula dari pengaruh pergaulan dan proses pencarian jati diri. Apalagi jika dalam prosesnya, para remaja tersebut akhirnya mengenal minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang.

"Itu sebenarnya tergantung individunya, bagaimana dia memandang tarian itu. Kalau dia menari dengan niat dan perasaan yang erotik, itu bisa kita sebut sebagai pelanggaran norma," katanya kepada awak media ini, Selasa (9/7).

Ia menjelaskan, selama ini dari banyak kasus prilaku negatif yang dia tangani. Sementara faktor lingkungan dan pergaulan, menjadi urutan pertama sebagai penyebab terjerumusnya para remaja pada prilaku yang tak terpuji.

Selain itu, tak sedikit pula para remaja nekat melakukan sesuatu yang bertentangan dengan norma-norma agama, hanya untuk menunjukkan pada orang lain bahwa dirinya bisa melakukan sesuatu yang tak biasa. "Biasanya dipicu karena ada perasaan seperti diremehkan orang lain," ucapnya.

Dalam beberapa kasus, hal-hal seperti itu kebanyakan dipicu pengaruh minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang. Yang dikhawatirkannya, orang-orang penggunaan zat-zat terlarang tersebut sudah masuk tahap ketergantungan. “Sangat bahaya. Karena kemungkinan berujung menjadi gangguan jiwa sudah seperti di depan mata," ungkapnya.

Melany menyarankan, ketiga penari yang telah menyandang status tersangka setelah menjalani pemeriksaan aparat kepolisian, dilakukan tes kejiwaannya. Dari situ, akan terlihat apakah ketiganya memang memiliki gen yang cenderung ingin mengonsumsi alkohol dan obat-obat terlarang atau tidak.

“Karena bisa disebut genetik kalau dalam gennya sudah ada bibit yang mengarah ke sana. Jadi kalau misalnya nilainya itu tinggi, harus lebih berhati-hati dalam pergaulan dan harus pandai memilah teman," tandasnya. (arp/udi)


BACA JUGA

Rabu, 23 Oktober 2019 11:13

Mami Karaoke Akhirnya Disidang

TANJUNG REDEB - Terdakwa perkara dugaan eksploitasi anak An (29)…

Rabu, 23 Oktober 2019 11:11

APBD 2020 Turun Jadi 2,4 T

TANJUNG REDEB – Seperti yang diprediksi sebelumnya, anggaran pendapatan belanja…

Rabu, 23 Oktober 2019 11:08

Pencabul Bocah Divonis 6 Tahun Penjara

TANJUNG REDEB – Safrani (44), terdakwa kasus pencabulan bocah 9…

Rabu, 23 Oktober 2019 11:05

Progres Segmen Dua 96 Persen

TANJUNG REDEB - Pembangunan segmen dua freeway Singkuang-Bandara Kalimarau, sepanjang…

Selasa, 22 Oktober 2019 10:16

Sinyal Koalisi PDIP-Golkar

TANJUNG REDEB – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Berau,…

Selasa, 22 Oktober 2019 09:38

Jembatan Kelay Perlu Penanganan Darurat

KELAY – Konstruksi permukaan jalan di Jembatan Kelay sudah tak…

Selasa, 22 Oktober 2019 09:35

Goyangan Maut

“SEJAK kapan kejadiannya,” kata teman saya. “Sudah lama, tapi goyangnya…

Senin, 21 Oktober 2019 12:49

Kamis, Jaksa Bacakan Tuntutan

TANJUNG REDEB – Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa…

Senin, 21 Oktober 2019 11:23

Kandang Ayam Terbakar, Kerugian Capai Rp 500 Juta

SAMBALIUNG – Si jago merah kembali mengamuk. Kali ini menimpa…

Senin, 21 Oktober 2019 10:51

Bakal Revisi UU yang Hambat Investasi

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkomitmen akan bekerja dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*