MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Sabtu, 13 Juli 2019 13:43
Om Bat, Apa Kabar?
PERINTIS: Penulis saat jumpa dengan Om Bat di kediamannya. Om Bat tercatat sebagai salah seorang perintis berbagai kegiatan di Kabupaten Berau.

PROKAL.CO, SEKECIL apapun bentuk kontribusi dalam proses pembangunan di daerah, akan tercatat dalam perjalanan hidupnya. Banyak nama yang berperan yang mengawali di saat Berau tidak seramai seperti sekarang.

Setiap saya menulis terkait dengan wisata maupun event kesenian, saya selalu teringat satu nama yang tak akan pernah saya lupakan. Ketika Berau saat itu masih minim fasilitas, bisa menghadirkan sebuah peristiwa besar. Ketika sebuah kegiatan akbar, muncullah satu nama yang bisa menghidupkan suasana.

Namanya Pak Batara. Saya tak lagi menyapa dengan sebutan Pak di depan namanya. Saya memanggil singkat Om Bat. Sebutan itu pula sering diucapkan semua teman-temannya. Om Bat juga menyapa saya Om Daeng. Hiduplah suasana, bila jumpa dengan Om Bat. Siapa saja.

Sekali waktu, usai mengikuti pertemuan, ada tiga ibu-ibu yang minta diantarkan ke rumah Ibu Maridah (Isteri Om Bat). Katanya mau ikut arisan. Saya juga tidak bertanya di mana rumahnya. Setahu saya, setelah tidak lagi di Jalan Durian II, Tanjung Redeb, Om Bat pernah saya lihat di sekitar Jalan Gunung Panjang. Meluncurlah saya ke jalan itu.

“Rasanya tidak di sini,” kata Ibu Zam-Zam yang tinggal di Jalan Pangeran Antasari. Saya yang salah. Memang tidak di Jalan Gunung Panjang, tapi di Jalan Diponegoro. Sekitar Kantor Kementerian Agama. Salah seorang ibu menyebut nama gangnya, hanya saya lupa. “Nah, ini arah ke rumah Ibu Maridah,” kata salah seorang dari ibu yang ikut kendaraan saya.

Sudah ada beberapa ibu-ibu yang siap-siap untuk melakukan undian arisan. Awalnya saya hanya mengantar lalu kembali. Ibu Maridah, mengajak saya untuk menikmati lontong opor ayam buatannya.  Rasanya enak sekali. Akhirnya menunggu hingga arisan selesai, dan dapat tugas lagi mengantar ibu-ibu ke rumahnya masing-masing.

“Mana Om Bat,” kata saya kepada Ibu Maridah. Saat saya tiba di rumah, memang tidak tampak. Om Bat di kamar. Keluar dengan sedikit wajah kuyuh. Ada yang tidak beres pada kaki sebelah kirinya. Bukan juga asam urat. “Kaki saya ini bermasalah,” kata Om Bat. Ia yang awalnya nampak tidak bersemangat, tiba-tiba tersenyum lebar. Senyum yang sering ia tampakkan beberapa tahun, bahkan belasan tahun silam.

“Apa Kabar Om Bat, kita lama tidak pernah jumpa,” kata saya sambil memegang tangannya. Om Bat pun memandang saya. Dulu rambutnya dibiarkan panjang. Sekarang juga nampaknya enggan untuk bercukur potongan Undercut. Kumis dan janggut dibiarkan memutih. Tatapan dan suara beratnya, tak ada yang berubah. “Ya, beginilah, tapi ingatan saya akan banyak peristiwa yang pernah kita lewati bersama, tidak kulupakan,” kata Om Bat.

Kami memang tim tahan banting. Ada satu teman kami yang domisili di Balikpapan. Namanya Pak Harsono juga Pak Nawawi. Kami bersama-sama merancang event besar di Pulau Derawan. Pengunjungnya luar biasa banyak. Saya pikir, itulah event budaya pertama yang pernah digelar di Pulau Derawan.

Usai event itulah, kemudian Pak Nawawi mulai membangun resort miliknya (PT Bumi Manimbora Interbuana). Resort itulah yang pertama di Pulau Derawan, kemudian dalam perjalanan waktu menyusul yang lainnya.

Saya tak lama berbincang dengan Om Bat. Saya tahu kalau sampai pada teman cerita yang mengasyikkan, tiga jam tak cukup waktu. Belum lagi kisah panjat tebing, kisah lomba vokal, dan kisah saat menjadi juri lomba karaoke di Gunung Tabur di mana Om Bat menjadi langganan sebagai juri.

Setelah perjumpaan itu, ada lagi perjumpaan berikutnya di salah satu pesta pernikahan anak teman kami Haji Amir di Jalan Kapten Tendean. Ia bersama sang istri Bu Maridah. Saya memeriksa masakan yang ada di piring di hadapannya.

“Kenapa piringku dicek, semua aman, ada santan ada yang digoreng,” kata Om Bat. “Om Daeng apa yang dimakan,? tanya Om Bat. “Saya hanya menikmati Bolu Pecak, khas bugis,” kata saya sambil tertawa. Alhamdulillah, kami sama-sama tertawa lepas. (*/har)


BACA JUGA

Rabu, 21 Agustus 2019 20:35

Tak Boleh Berkedip

LISTRIK baru diingat, saat listrik mati. Itu kalimat singkat Pak…

Selasa, 20 Agustus 2019 10:40

Bajakah

TIBA-TIBA jenis tanaman ini menjadi sangat terkenal. Pelajar asal Palangka…

Sabtu, 17 Agustus 2019 13:33

Berkibarlah Benderaku

GENAP 74 tahun Indonesia Merdeka. Upacara memperingati detik-detik Proklamasi digelar…

Jumat, 16 Agustus 2019 19:01

Menjadi Ibu Bahagia dengan Teknologi Pikiran

DI dunia ini semua orang pasti memilih ingin bahagia. Berbagai…

Jumat, 16 Agustus 2019 15:46

Dua Orang Hebat

JUMPA dua orang hebat yang tidak direncanakan, satu keberuntungan. Apalagi…

Kamis, 15 Agustus 2019 15:28

Darah dan Darah

HARIAN pagi Berau Post edisi Rabu (14/8) kemarin, pastilah laris…

Rabu, 14 Agustus 2019 13:30

Dikira Sarang Walet

Daerah penghasil sarang burung walet, bila diurutkan, Berau pasti berada…

Selasa, 13 Agustus 2019 15:08

Cerita di Gang Ancol

RASANYA baru kali ini saya malu dengan diri sendiri. Padahal…

Senin, 12 Agustus 2019 11:50

Bekerja di Warung Kopi

WACANA Aparatur Sipil Negara (ASN) boleh bekerja di rumah, menjadi…

Sabtu, 10 Agustus 2019 14:08

Senyuman Bu Rodiah

SEBAGAI konsumen untuk keperluan sehari-hari, tak perlu bersusah-susah ke pasar.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*