MANAGED BY:
SENIN
16 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Senin, 15 Juli 2019 15:47
Kejar Status Internasional untuk Bandara Maratua
TERUS DIPERJUANGKAN: Pemerintah terus memperjuangkan peningkatan infrastruktur Bandara Kalimarau, agar dapat ditetapkan menjadi bandara berstandar Internasional.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Perjalanan menjadikan Bandara Maratua berstatus bandara internasional masih panjang, itu mengingat berbagai fasilitas yang dibutuhkan masih belum mampu terpenuhi semua. Salah satunya menambah panjang landasan pacu yang saat ini 1.600 meter menjadi 2.000 meter.

Sebagaimana diketahui disebutkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Berau Abdurrahman, penambahan landasan pacu itu penting dilakukan, agar bandara yang berada di salah satu pulau terluar Berau itu dapat didarati pesawat berukuran besar.

“Sekarang sudah dikerjakan, tinggal pengaspalan saja. Dengan begitu, pesawat0pesawat dari luar negeri bisa langsung mengangkut wisatawan ke sana,” kata Abdurrahma.

Namun disebutnya, perpanjangan landasan pacu itu harus diikuti penambahan Instrument Landing System (ILS) untuk membantu navigasi penerbangan.

Dijelaskannya, pembangunan dilakukan secara bertahap. Pasalnya, menurut Abdurrahman, banyak bandara di daerah lain yang juga mengajukan usulan serupa, hingga masih adanya kendala pembebasan lahan sepanjang 200 meter di lokasi tersebut, di mana warga belum mau melepas tanahnya sesuai dengan harga berdasarkan perhitungan tim appraisal.

“Iya kendalanya juga ada dipembebasan lahan. Sebenarnya untuk panjang Runway 2.000 meter tersebut sudah cukup karena langsung berhadapan dengan laut, seperti di Tarakan dan Balikpapan," ujarnya.

Selain Bandara Maratua, Bandara Kalimarau yang saat ini memiliki landasan pacu sepanjang 2.250 meter juga diusulkan untuk ditambah menjadi 2.500 meter, Pemkab Berau pun telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 450 miliar untuk mewujudkan itu.

Hanya, sebelum melakukan perpanjangan, Pemkab Berau terlebih dahulu harus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, mengingat ruas jalan yang berada di ujung timur merupakan jalan milik Pemprov Kaltim.

“Kami sedang melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, karena statusnya jalan provinsi. Mereka yang akan membangun dan melakukan pembebasan lahan,” bebernya. (*/yat/sam)


BACA JUGA

Jumat, 16 Mei 2014 20:12

Bulan Terang, Bagan Kapal Libur Melaut

<div> <div style="text-align: justify;"> <strong>TALISAYAN - </strong>Hasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*