MANAGED BY:
SENIN
16 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 16 Juli 2019 12:55
Forum Pedagang Bulat Menolak

Masuknya Jaringan Swalayan Nasional di Berau

SATU SUARA: Para pedagang yang tergabung dalam Forum Pedagang Sembako Berau, menggelar pertemuan untuk menyatukan persepsi menolak masuknya jaringan swalayan nasional di Berau.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Masuknya salah satu jaringan toko swalayan nasional ke Kabupaten Berau, ditolak para pedagang sembako yang tergabung dalam Forum Pedagang Sembako Berau (FPSB).

Aksi penolakan itu dimantapkan dengan menggelar pertemuan para pemilik toko, minimarket, perwakilan distributor, hingga Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Berau Wendy Lie Jaya, di salah satu kafe di Jalan Pulau Sambit, Tanjung Redeb, kemarin (15/7).

Dijelaskan Ketua FPSB Wahyu, masuknya brand ritel nasional tersebut, telah memunculkan kekhawatiran bagi para pedagang lokal. “Nanti pedagang lokal termasuk usaha-usaha kecil dan menengah akan mati, gara-gara kalah bersaing dengan brand nasional itu,” katanya kepada Berau Post usai pertemuan.

Tidak ingin tinggal diam melihat kekhawatiran tersebut, pihaknya mengajak para pedagang lainnya untuk ikut dalam penolakan ini. Hingga kemarin, ujar Wahyu, sudah ada sekitar 300 pedagang sembako di Berau yang menyatakan dukungan menolak masuknya ritel nasional tersebut.

“Di Berau ini ada 1.000 lebih pedagang sembako. Saya yakin mereka akan menolak juga,” ucapnya.

“Makanya kami dalam waktu dekat juga akan membuat surat permintaan hearing dengan DPRD Berau. Supaya aspirasi kami ini bisa diperjuangkan melalui wakil rakyat di legislatif,” sambungnya.

Tak hanya pedagang sembako, keresahan juga dirasakan pihak distributor yang ada di Berau. Salah satunya Jerico yang mewakili distributor lokal di Berau. Pasalnya, barang-barang yang dijual di swalayan nasional tersebut, disuplai langsung dari pusat dan tidak melalui distributor lokal. “Mungkin ada beberapa produk yang diambil, seperti es krim. Tapi sebagian besarnya didatangkan langsung dari pusat,” katanya.

Dampak lainnya, ujar dia, perputaran uang di Berau akan berkurang. Karena bisnis tersebut bersifat terpusat.

Sementara itu, Ketua HIPMI Berau, Wendy Lie Jaya menyampaikan, perjuangan para pedagang sembako tersebut sejalan dengan keberadaan HIPMI. Karena berkaitan dengan keresahan pengusaha muda lokal, yang khawatir tidak bisa berjaya di daerahnya sendiri.

Meskipun dalam hal ini pihaknya tak menolak adanya investasi yang ke Berau, tapi dirinya menginginkan investasi yang masuk lebih banyak menimbulkan efek positif daripada negatifnya. “Tentu kita sebagai masyarakat lokal harus mempertimbangkan. Kalau negatifnya banyak, maka sudah seharusnya kita menolak,” tegasnya.

Melihat tentang apa yang menjadi kekhawatiran para pedagang sembako ini, Wendy sangat memahami. Karena akan memperlambat perputaran ekonomi di Berau, sebab sebagian besar keuntungannya dibawa di luar Berau.

Padahal, dampak investasi itu berkaitan dengan keuntungan, kelola, dan sistem perekrutan karyawan atau manajemen yang melibatkan masyarakat lokal. “Kalau ini kami melihat tidak seperti itu. Itulah yang menjadi pertimbangan kami di HIPMI, untuk mendampingi teman-teman dari pedagang, menolak masuknya brand nasional itu,” tuturnya.

Bagaimana jika pemerintah telah memberikan izin? Ditanya demikian, pria yang juga terpilih sebagai anggota DPRD Berau periode 2019-2024 tersebut menjelaskan, pemerintah harus berani melarang pengoperasiannya dengan pertimbangan aspirasi pedagang lokal. “Pemerintah memang tidak bisa melarang masuknya investasi itu. Tapi, kalau memang sudah memiliki izin, harus dilarang beroperasi,” pungkasnya. (arp/udi)

 

Langsung Buka Empat Outlet

Aksi penolakan Forum Pedagang Sembako Berau (FPSB) terkait masuknya ritel nasional di Berau, sudah diketahui Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Datu Kesuma.

Datu yang dikonfirmasi Berau Post kemarin menjelaskan, perizinan toko swalayan tersebut memang sudah lengkap. Karena yang bersangkutan mengurus perizinan via Online Single Submission (OSS) untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB).

"Mereka sudah mengantongi izin OSS, sudah secara resmi dan sudah lengkap. Sekarang memang sistem perizinannya ada yang menggunakan online di pusat," katanya kepada Berau Post kemarin.

Bahkan, pihak jaringan toko swalayan tersebut sudah melakukan survei di beberapa lokasi di Tanjung Redeb, untuk menetapkan lokasi tokonya. "Sudah disiapkan lokasinya, seperti di Jalan Durian III, Dr Murjani II, Gunung Panjang, dan AKB Sanipah," tuturnya.

Namun, dalam pengurusan perizinan, pihaknya juga meminta komitmen pihak toko swalayan tersebut untuk memberikan ruang bagi produk lokal dan Usaha Kecil Menengah (UKM), turut memasarkan produknya di swalayan tersebut.

Yang pasti, ujar dia, dengan masuknya salah satu jaringan toko swalayan terbesar di Indonesia itu, akan berdampak pada terserapnya tenaga kerja lokal.

"Investasinya lumayan juga, karena langsung buka empat toko. Dan paling jelas itu akan mempekerjakan tenaga kerja lokal kita," pungkasnya. (arp/udi)


BACA JUGA

Minggu, 15 September 2019 20:09

Kabel PLN Tembus Rumah Warga

Dugaan korsleting listrik yang menyebabkan kebakaran yang menghanguskan empat rumah…

Minggu, 15 September 2019 20:07

Ditinggal Salat, 4 Rumah, 1 Minibus Hangus

TANJUNG REDEB – Kebakaran kembali terjadi di Gang Mulia, Jalan…

Sabtu, 14 September 2019 14:03

Warga Keluhkan Pendirian Tenda di Pinggir Jalan

TANJUNG REDEB- Pelaksanaan Berau Expo yang rencananya dibuka pada Minggu…

Sabtu, 14 September 2019 14:01

Dokter Tak Berada di Tempat, Masyarakat Keluhkan Pelayanan Puskesmas Gunung Tabur

GUNUNG TABUR- Dokter umum yang bertugas di Puskesmas Gunung Tabur,…

Sabtu, 14 September 2019 13:58

Polisi Cokok Warga Karang Mulyo

JAJARAN Satresnarkoba Polres Berau, membekuk Hasniah (36), karena dugaan kepemilikan…

Sabtu, 14 September 2019 13:56

Kesehatan Membaik, Jamaah yang Tertahan Diizinkan Pulang

TANJUNG REDEB – Setelah dipastikan layak terbang, dua jamaah haji…

Sabtu, 14 September 2019 13:53

BMKG Terbitkan Peringatan Dini

TANJUNG REDEB – Aktivitas penerbangan di Bandara Kalimarau lumpuh. Pasalnya,…

Jumat, 13 September 2019 10:07

Terancam Pemberhentian Sementara

TANJUNG REDEB – Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP)…

Jumat, 13 September 2019 10:03

14 Hari, Polisi Ungkap 17 Kasus Narkoba

TANJUNG REDEB– Operasi Antik yang digelar jajaran Polres Berau sejak…

Jumat, 13 September 2019 10:02

Perpanjangan Runway Terbentur Pembebasan Lahan

MARATUA- Rencana untuk menambah panjang landasan pacu atau runway Bandara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*