MANAGED BY:
JUMAT
20 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 16 Juli 2019 13:01
Maksimalkan Potensi Kampung, Cukupi Kebutuhan Beras Lokal

Cerita Peserta Pelatihan Pertanian Organik di The Learning Farm, Cianjur (2)

KEMBANGKAN PERTANIAN: Para peserta membersihkan lahan sebelum melakukan proses penanaman, pada program pelatihan di TLF beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, Di era modern saat ini, dunia pertanian makin kurang diminati para kaum muda. Eksistensinya pun tergolong jauh di bawah komoditi pertambangan. Karena itu, PT Berau Coal mencoba membangkitkan kembali dunia pertanian di Berau, dengan mengirim remaja-remaja terbaik di lingkar tambang mengikuti pelatihan di The Learning Farm.

MAULID HIDAYAT, Tanjung Redeb

Walau memiliki hamparan lahan pertanian yang luas, produksi beras para petani Kabupaten Berau, belum mampu mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat. Sehingga, mendatangkan beras dari luar daerah, jadi solusi yang selama ini dilakukan, guna mencukupi kebutuhan beras di Bumi Batiwakkal.

Hal itu turut disadari PT Berau Coal, perusahaan terbesar bidang pertambangan batu bara di Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten Berau. Sehingga, melalui Yayasan Dharma Bakti Berau Coal (YDBBC), 12 pemuda asal kampung lingkar tambang PT Berau Coal, diberangkatkan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengikuti program pelatihan pertanian organik selama 100 hari di rumah The Learning Farm (TLF).

Muhamad Riyanto salah satu pemuda yang beruntung mengikuti program pelatihan tersebut mengatakan, selama berada di Cianjur banyak pengalaman berharga yang dia dapat. Salah satunya adalah cara bercocok tanam menggunakan bahan-bahan organik yang mudah didapat di kampungnya, namun belum banyak dimanfaatkan masyarakat.

“Saya ingin mengembangkan sektor pertanian, baik padi sawah maupun padi gunung. Melihat potensi di kampung saya cukup banyak lahan kosong yang subur,” ujar pemuda asal Kampung Gurimbang, Kecamatan Sambaliung, kepada Berau Post kemarin (15/7).

Dia juga bercita-cita mengajarkan warga Kampung Gurimbang, cara mengolah pupuk kompos organik yang bisa dimanfaatkan untuk bercocok tanam. Karena dengan pertanian organik, akan memberi banyak manfaat bagi warga dan kampungnya. Sebab tanaman jadi lebih sehat, dengan kandungan nutrisi, kalsium, protein, karbohidrat, dan vitamin, dari berbagai jenis sayuran dan buah yang bisa dikembangkan para petani, selain menanam padi. Dengan perbaikan kualitas tanaman yang dihasilkan, juga akan mendongkrak nilai jual tanaman, menekan biaya operasional karena limbah berkurang dan kualitas air terjaga. Namun semua itu bisa hilang bila tanah tempat menanam tercemar dengan bahan-bahan kimia.

“Saya ingin ilmu yang saya dapat di sana bisa juga dimanfaatkan oleh teman-teman di Kampung Gurimbang sini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada PT Berau Coal yang sudah memilih kami, dan memberangkatkan untuk belajar banyak hal di Cianjur,” bebernya.

Hal senada disampaikan Libut Samuel, pemuda kelahiran 9 Juli 1995 asal Kampung Tepian Buah, Kecamatan Segah. Dikatakannya, banyak pemuda di kampungnya yang sudah enggan turun ke sawah. Sehingga banyak lahan pertanian yang menganggur di kampungnya.

“Kalau semua anak muda malas turun ke sawah, tentu Berau akan selalu mendatangkan beras dari Sulawesi maupun Jawa. Kita lupa bahwa Kalimantan ini merupakan wadah yang sangat subur. Maka dari itu, saya ingin mengembangkan sektor pertanian, dimulai dari kampung saya sendiri,” katanya saat dihubungi kemarin.

Samuel tidak ingin Berau terus-menerus mendatangkan beras dari luar daerah. Malah dia menginginkan, kelak Berau bisa menjadi penyuplai beras ke daerah lainnya. Dirinya juga berkeinginan, agar warga Kampung Tepian Buah, bisa memanfaatkan sumber daya yang ada untuk mengolah kompos dan menerapkan sistem pertanian organik.

“Pertanian organik ini lebih sehat dan juga peminatnya sangat banyak. Kualitasnya juga sangat bagus untuk dipasarkan,” terangnya.

Sementara itu, Manager Community Development PT Berau Coal, Hikma mengatakan, program mengikutkan para pemuda ke TLF tersebut, adalah yang pertama dilakukan PT Berau Coal. Alasan dipilihnya bidang pertanian, karena potensinya sangatlah besar di Berau.

Sebab, dari data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Berau, untuk bidang pertanian masih sangat minim. Angkanya relatif sangat jauh dibandingkan dengan sektor pertambangan. “Ini yang mendorong kami untuk berpikir bagaimana ketergantungan masyarakat pada tambang mulai dikurangi, dengan cara menggali potensi yang ada, salah satunya adalah pertanian,” katanya.

Di saat bersamaan, TLF pun memberikan penawaran dengan mengajak PT Berau Coal bekerja sama, untuk memberangkatkan para pemuda lingkar tambang mengikuti pelatihan peningkatan SDM di bidang pertanian organik.

Program tersebut diikuti para pemuda hampir dari seluruh Indonesia, sehingga membuat pihaknya tertarik untuk ambil bagian. “Untuk proses seleksi sebelum berangkat, saya melihat antusias yang ingin ikut cukup tinggi. Dan untuk proses seleksi ini dilakukan langsung oleh teman-teman dari TLF,” ujarnya.

Setelah selesai melaksanakan kegiatan selama kurang lebih 100 hari di Cianjur. Hikmah menyebut hal tersebut sebagai langkah awal bagi para peserta. Di mana pihaknya ingin implementasi dari hasil pelatihan pertanian organik, bisa benar-benar berdampak pada dunia pertanian di Berau.

Karena itu, Berau Coal pun telah membuat project pertanian sawah di Kampung Seramut, dengan menggandeng alumni TLF bersama para petani untuk melakukan penelitian. Sekaligus berbagi ilmu dengan para petani di kampung, tentang cara membuat pupuk organik. Program pengembangan lahan sawah juga bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Peternakan Berau, serta Balai Besar Penelitian Padi Sukamandi. “Rencananya kami akan menanam padi unggul juga di sana, yang berbeda dengan tanaman yang ditanam petani biasanya,” tuturnya.

Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan, dari 12 orang yang berangkat 6 di antaranya meraih pencapain luar biasa dengan masuk 10 besar terbaik se-Indonesia. Sehingga 6 orang itu akan kembali diikutsertakan pada program kedua yang dimulai Oktober nanti selama 200 hari.

Namun, sebelum itu, Hikma menginginkan ke-6 orang itu harus terlebih dahulu menunjukkan keberhasilan dari project yang sudah dilakukan sebelum Oktober nanti. Apabila berhasil, pihaknya siap membantu membiayai keberangkatan 6 orang tersebut ke program kedua itu.

“Project-nya seperti mendampingi petani di kampung yang kami tentukan atau kampung mereka sendiri. Jadi proses monitoring tetap kami lakukan,” imbuhnya.

Dirinya pun berharap program pelatihan TLF ini mampu berefek minimal pada keluarga peserta dan maksimal pada kampungnya sendiri. Karena sepengetahuannya, para peserta rata-rata dari keluarga petani dan kurang mampu. “Minimal bisa meningkatkan pendapatan bagi keluarganya dan maksimal untuk kampungnya. Kami tidak boleh tinggi dulu ekspektasinya pada mereka,” tandasnya. (***/bersambung/udi)

 


BACA JUGA

Kamis, 19 September 2019 17:59

Bangun Koalisi Menguntungkan

TANJUNG REDEB – Tahapan penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati…

Kamis, 19 September 2019 17:50

Masa Libur Sekolah Tak Diperpanjang

Masa libur sekolah karena kabut asap, berakhir sejak kemarin (18/9).…

Kamis, 19 September 2019 17:42

Polisi Tetapkan 8 Tersangka Pembakaran Hutan

TANJUNG REDEB - Polres Berau telah mengamankan sebanyak 8 orang pelaku…

Kamis, 19 September 2019 17:40

Berau Juga Produksi Banyak Asap

TANJUNG REDEB - Wakil Bupati (Wabup) Berau Agus Tantomo, kembali turun…

Rabu, 18 September 2019 17:28

Dihukum Lebih Berat, Terdakwa Keberatan

TANJUNG REDEB– Mendapat hukuman penjara lebih berat dari rekannya, terdakwa…

Rabu, 18 September 2019 17:27

Lahan Terbakar, Seluas Mata Memandang

TANJUNG REDEB- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) diperkirakan masih terjadi.…

Rabu, 18 September 2019 17:26

Pimpin Anggota dengan Kebersamaan

TANJUNG REDEB – Momentum peringatan Hari Jadi ke-66 Kabupaten Berau…

Rabu, 18 September 2019 17:25

Sarankan Belajar via Grup WhatsApp

Kebijakan meliburkan anak-anak sekolah selama 3 hari setelah Kabupaten Berau…

Selasa, 17 September 2019 12:50

Dua Pekan, Penderita ISPA Capai 1.072

TANJUNG REDEB – Paparan kabut asap yang semakin pekat, tidak…

Selasa, 17 September 2019 12:48

Gara-Gara Ini, Dalam Sehari Bandara Rugi Rp 40 Juta

SUDAH empat hari aktivitas penerbangan di Bandara Kalimarau lumpuh total…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*