MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Jumat, 19 Juli 2019 14:16
Gaji Pegawai Aman
DAMBAAN: Keberadaan Kantor Kas Bankaltimtara di Pulau Maratua, sangat membantu aparat yang bertugas di pulau wisata ini. Penulis berswafoto di depan Kantor Kas Bankaltimtara yang bersebelahan dengan Kantor Camat Maratua.

PROKAL.CO, SEBAGAI pulau terdepan, Pulau Maratua, juga pernah mengalami masa sulit. Terutama, bagi pegawai yang bertugas di pulau tersebut. Tapi kini, pegawai kecamatan maupun para guru, tidak lagi waswas saat gajian tiba.

Saya memang tidak ikut menginap di Home Stay ‘Ananda’ milik Pak Jamal. Teman saya Pak Takarianto dan Bu Ita, bersama anak-anak yang ikut job training di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, bermalam di tempat ini. Mungkin sekaligus memonitor bagaimana perkembangan home stay di Maratua. Sedangkan saya bermalam di tempat lain.

Pak Marsudi, Camat Pulau Maratua juga menjadi salah satu sasaran, agar bisa jumpa dengannya. Mungkin karena beliau terperangkap cuaca laut, sehingga batal pulang karena posisinya saat itu berada di Tanjung Batu.

Usai bertemu dengan keluarga almarhum Nasir, korban perampokan tahun 1992, saya menyeberang ke Kantor Camat Maratua yang jaraknya hanya beberapa meter. Beberapa bulan lalu, ketika saya ke Maratua, aktivitas di kantor Kas Bankaltimtara masih sepi. Hanya ada ruang yang bangunannya bersebelahan dengan kantor camat.

Saya ingat cerita Pak Jamal, guru sekolah yang waktu itu menjabat selaku bendahara. Masa yang mendebarkan, adalah saat saat mendekati waktu gajian. Dia harus ke Tanjung Redeb, mewakili semua guru untuk mengambil gaji, dan membawanya ke Maratua.

“Ini risiko yang besar Pak,” kata Pak Jamal. Waktu itu, belum ada angkutan cepat seperti sekarang. Dia hanya ikut menumpang pada kapal yang mengangkut batu, dan saat pulang tak ada muatan. “Di tas saya membawa uang ratusan juta rupiah,” ungkap Jamal. Kalau cuaca buruk, terpaksa bermalam di Kampung Kasai.

“Semalaman saya tidak bisa tidur,” kata Pak Jamal. Dia terus memeluk tasnya yang berisi uang gajian para guru. Kalau ada apa-apa, akan menjadi urusannya.  Termasuk, akan berurusan dengan polisi. Kalau sudah dibagikan kepada yang berhak, barulah merasa aman.

Menurut Pak Marsudi yang kebetulan jumpa di hotel Bumi Segah, kemarin (18/7), juga bercerita mirip dengan cerita Pak Jamal. Tapi bersyukur. Dalam perjalanan waktu, Bankaltimtara memutuskan untuk membangun kantor kas di Maratua. “Dekat lagi, bersebelahan dengan kantor saya,” kata Pak Marsudi.

Dulu, kami sama dengan para guru. Ke Tanjung Redeb, khusus untuk mengambil gaji. Sekarang sebanyak 28 pegawai di kecamatan tak lagi repot. Karena gaji langsung masuk ke dalam rekening karyawan. “Saat gajian tiba, tinggal mengambil di bank,” kata Pak Marsudi.

Pak Jamal juga demikian, sekarang sudah sangat lega dengan adanya Kantor Kas Bankaltimtara. Semua gaji guru sudah ditransfer ke rekening masing-masing guru. Yang bertugas di Kampung Bohe Silian, Payung-Payung, Teluk Alulu, dan Pantai Harapan, tinggal ke bank. “Terserah, mau ambil semua atau sesuai keperluan saja,” kata Pak Jamal.

Sejak beroperasi secara resmi tahun 2017, menurut Pimpinan Cabang Bankaltimtara Berau, Pak Aris, pihaknya tidak hanya melayani para guru dan PNS di kecamatan, tetapi juga kepada masyarakat pulau yang bisa menjadi nasabah. Bisa jadi juga, para petugas keamanan Polsek dan Koramil, serta Angkatan Laut juga dilayani Bankaltimtara.

Nelayan maupun para pedagang yang akan melakukan kerja sama usaha, juga tak perlu repot. Transaksi bisa dilakukan pengiriman uang antarsesama Bankaltimtara atau dengan bank lainnya secara online. Semua menjadi mudah. Masyarakat tak lagi waswas. Andai saja cuaca yang jelek dalam sepekan terakhir, tak berubah dan memasuki masa gajian. Masyarakat tak perlu khawatir, transaksi online bisa berjalan.

Bagi wisatawan maupun operator wisata, tak ragu lagi untuk mendapatkan dana tunai untuk membayar karyawan mereka, yang sebagian besar adalah putra-putri Pulau Maratua. Dan dalam perjalanan ke depan, Maratua akan menjadi salah satu destinasi wisata internasional, tinggal menyesuaikan diri saja. Mungkin akan membuka layanan valuta asing. Sesuai taglinenya Memajukan Kalimantan, Membangun Indonesia. (*/udi)


BACA JUGA

Rabu, 21 Agustus 2019 20:35

Tak Boleh Berkedip

LISTRIK baru diingat, saat listrik mati. Itu kalimat singkat Pak…

Selasa, 20 Agustus 2019 10:40

Bajakah

TIBA-TIBA jenis tanaman ini menjadi sangat terkenal. Pelajar asal Palangka…

Sabtu, 17 Agustus 2019 13:33

Berkibarlah Benderaku

GENAP 74 tahun Indonesia Merdeka. Upacara memperingati detik-detik Proklamasi digelar…

Jumat, 16 Agustus 2019 19:01

Menjadi Ibu Bahagia dengan Teknologi Pikiran

DI dunia ini semua orang pasti memilih ingin bahagia. Berbagai…

Jumat, 16 Agustus 2019 15:46

Dua Orang Hebat

JUMPA dua orang hebat yang tidak direncanakan, satu keberuntungan. Apalagi…

Kamis, 15 Agustus 2019 15:28

Darah dan Darah

HARIAN pagi Berau Post edisi Rabu (14/8) kemarin, pastilah laris…

Rabu, 14 Agustus 2019 13:30

Dikira Sarang Walet

Daerah penghasil sarang burung walet, bila diurutkan, Berau pasti berada…

Selasa, 13 Agustus 2019 15:08

Cerita di Gang Ancol

RASANYA baru kali ini saya malu dengan diri sendiri. Padahal…

Senin, 12 Agustus 2019 11:50

Bekerja di Warung Kopi

WACANA Aparatur Sipil Negara (ASN) boleh bekerja di rumah, menjadi…

Sabtu, 10 Agustus 2019 14:08

Senyuman Bu Rodiah

SEBAGAI konsumen untuk keperluan sehari-hari, tak perlu bersusah-susah ke pasar.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*