MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Minggu, 21 Juli 2019 14:29
Di Maratua Ia Bisa Menabung
PENENTU: Penulis bersama Chef Mika usai sarapan di restoran Pratasaba Resort di Maratua. Peranan seorang chef juga sangat menentukan dalam memberikan layanan kepada wisatawan.

PROKAL.CO, CHEF De Cuisine atau sering disebut Chef, memiliki peran penting pada hampir semua resor yang beroperasi di Pulau Maratua. Para tamu sering memadukan antara keindahan pemandangan bawah laut dan kelezatan masakan yang dibuat juru masaknya.

Inilah nilai lebih yang dimiliki Pratasaba Resort, tempat saya menginap ketika berkunjung ke Pulau Maratua. Sudah beberapa kali saya menginap di resor ini. Juga sudah beberapa kali menikmati menu sarapan maupun makan siang. Tapi baru kali ini usai sarapan jumpa dengan peracik masakan alias Chef-nya.

Saya tiba di Pratasaba Resort usai jam makan siang. Setahu saya para karyawan restoran istirahat antara jam 15.00 dan jam 17.00 Wita. Bakal tidak kebagian santap siang. Padahal selama 3 jam perjalanan, badan sudah terhempas-hempas gelombang yang lumayan dahsyat.

Saya jumpa Pak Eeng, karyawan Pratasaba. Sudah menyiapkan kunci kamar 201 untuk saya. Setelah menyerahkan kunci, ia pun menginformasikan kalau belum santap siang, saya bisa langsung ke restoran. Ada petugas yang menyiapkan. Alhamdulillah, ternyata tidak jadi menahan lapar. Apalagi kalau mau ke warung makan yang ada di kampung, lumayan juga jaraknya.

Saya langsung menuju restoran bersama motoris Pak Isrin dan Sandi. Kami memesan menu yang seragam agar masaknya cepat. Kompak memilih Mi goreng saja. Lumayanlah, untuk mengganjal perut sementara waktu. Takut masuk angin bisa repot. Ada pelayan perempuan yang menanyakan minuman. Saya tak lupa bertanya, asalnya dari mana. “Saya dari Kebumen Pak,” kata sang pelayan. Tapi, ia sudah bersuamikan orang Maratua.

Tak mau pesan minuman yang merepotkan. Cukup teh tawar. Sama dengan motoris juga ikut-ikutan pesan teh tawar. Mi goreng ukuran jumbo datang. Mungkin tahu kalau kami ini sedang kelaparan. Awalnya saya ragu apa bisa menghabiskan mi dengan porsi besar. Ada kerupuk, telur mata sapi, juga ada irisan sosis. Luar biasa enaknya. Baru kali ini menikmati mi goreng yang nyaman rasanya.

Saya lalu berkelakar dengan mbak yang asal Kebumen itu. “Mbak kalau mi goreng ini saya yang jualan di pinggir jalan di Tanjung Redeb, pasti laris manis,” kata saya. Mbak asal Kebumen itu senyam-senyum. “Itu masakan Pak Mika, chef kita,” kata dia.

Dalam hati, saya harus jumpa dengan chef-nya. Saya mau foto bareng dengan dia. Mau saya upload di Instagram saya. Juga mau wawancara. Tapi kapan ya? Sang chef ini pasti sibuk.

Malam hari saya santap malam dengan Pak Yuana, beliau salah satu pemilik Pratasaba Resort. Saya tidak konsentrasi, sebab Pak Taka yang juga kawan saya juga mengirimkan foto ikan Kerapu rebus di tempat menginapnya. Pak Taka sangat paham, kalau ikan Kerapu rebus masakan kesukaan saya. Saya diundang makan malam juga oleh Pak Taka. Saya akan hadiri keduanya. Setengah di Pratasaba dan setengahnya lagi di home stay Pak Taka menginap. Kami banyak berbincang dengan Pak Yuana. Termasuk sejarah panjang Pratasaba. Pak Yuana ini putra Maratua lho.

Usai santap malam itulah, saya janji dengan Chef Mika agar bisa ngobrol singkat setelah sarapan keesokan harinya. “Tolong saya dipertemukan dengan Chef Mika,” kata saya pada Pak Eeng. Dan disepakati usai sarapan.

Sarapan nasi kuning dan irisan kecil tempe goreng, itu sudah cukup. Yang saya kepikiran, kapan Chef Mika bisa diajak ngobrol. Dan kesempatan itu tiba. Chef Mika dengan pakaian kebesarannya warna merah menemui saya untuk foto bersama. Juga mengenakan topi kebesarannya. Saya melihat topi yang dikenakan Chef Mika berukuran tinggi dengan lipatan yang banyak.

Setahu saya, semakin tinggi topi chef, tinggi pula jabatan dan tanggung jawab yang diberikan. Saya lupa menghitung lipatan topi yang dipakai Chef Mika. Lipatan topi seorang chef juga memberikan tanda sebanyak itulah kemampuan memasak yang dikuasai.

Ia pun bercerita pengalamannya bekerja sebagai chef di banyak hotel di Kota Balikpapan, Makassar, dan Bali. Menarik baginya bekerja di Pratasaba Resort. Tantangannya cukup besar. Walaupun ia selalu waswas. “Saya selalu khawatir bila ada wisatawan yang menginap dan memesan masakan yang bahannya kami tidak punya,” kata Mika.

Dan memang selalu saja ada yang baru, sesuai dari mana asal wisatawannya. Kalau di Balikpapan, kan enak, bisa ke mal untuk mendapatkan bahan-bahan masakan. Di Maratua repot. Sedikitnya ada 100 resep masakan yang ia hafal di luar kepala. Kalau saya hubungkan lagi dengan lipatan topi, berarti ada 100 lipatan.

Restoran yang juga terbuka untuk umum, bisa melayani pesanan tamu yang datang dan memesan di luar daftar yang ada. “Itu salah satu tantangan yang saya hadapi,” kata Mika.

Lelaki yang baru menikah itu mengaku senang bisa bekerja di pulau wisata Maratua. “Saya sudah 2 tahun bertugas sebagai chef di sini (Pratasaba Resort),” kata dia.

Seusia dengan saat operasi resor yang diresmikan Pak Agus Tantomo, Wakil Bupati Berau. Tentu ada alasan kuat mengapa ia mau bekerja di pulau yang sangat jauh dari keramaian. Dibanding sebelumnya di hotel berbintang di Balikpapan, Bali, dan Makassar. Ternyata Chef Mika punya alasan yang sungguh hebat.

“Betul, enak bekerja di hotel besar di kota, dan itu sudah saya jalani. Tapi, ada satu hal yang bisa saya lakukan selama 2 tahun ini di Maratua,” kata Mika. 

Saya lalu penasaran apa gerangan yang membuatnya betah di Maratua? Sang Chef Mika tersenyum. “Di Maratua, saya baru bisa menabung,” kata Mika, sambil berlalu melanjutkan tugasnya melayani wisatawan asal Italia yang baru tiba semalam untuk sarapan. (*/har)


BACA JUGA

Rabu, 21 Agustus 2019 20:35

Tak Boleh Berkedip

LISTRIK baru diingat, saat listrik mati. Itu kalimat singkat Pak…

Selasa, 20 Agustus 2019 10:40

Bajakah

TIBA-TIBA jenis tanaman ini menjadi sangat terkenal. Pelajar asal Palangka…

Sabtu, 17 Agustus 2019 13:33

Berkibarlah Benderaku

GENAP 74 tahun Indonesia Merdeka. Upacara memperingati detik-detik Proklamasi digelar…

Jumat, 16 Agustus 2019 19:01

Menjadi Ibu Bahagia dengan Teknologi Pikiran

DI dunia ini semua orang pasti memilih ingin bahagia. Berbagai…

Jumat, 16 Agustus 2019 15:46

Dua Orang Hebat

JUMPA dua orang hebat yang tidak direncanakan, satu keberuntungan. Apalagi…

Kamis, 15 Agustus 2019 15:28

Darah dan Darah

HARIAN pagi Berau Post edisi Rabu (14/8) kemarin, pastilah laris…

Rabu, 14 Agustus 2019 13:30

Dikira Sarang Walet

Daerah penghasil sarang burung walet, bila diurutkan, Berau pasti berada…

Selasa, 13 Agustus 2019 15:08

Cerita di Gang Ancol

RASANYA baru kali ini saya malu dengan diri sendiri. Padahal…

Senin, 12 Agustus 2019 11:50

Bekerja di Warung Kopi

WACANA Aparatur Sipil Negara (ASN) boleh bekerja di rumah, menjadi…

Sabtu, 10 Agustus 2019 14:08

Senyuman Bu Rodiah

SEBAGAI konsumen untuk keperluan sehari-hari, tak perlu bersusah-susah ke pasar.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*