MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Minggu, 21 Juli 2019 14:30
Duta Wisata Berau, Kini Meniti Karier Lawyer

Aden, Pendiri Adam & Aden Law Firm

JATI DIRI: Pambayun Dewandaru Agung Prayoga (kanan) salah satu putra Berau yang kini meniti karier sebagai pengacara dan mendirikan firma hukum.

PROKAL.CO, Cita-citanya ingin masuk sekolah kedinasan. Tepatnya di Akademi Polisi (Akpol). Namun, seiring berjalannya waktu, ia meniti karier profesional di beberapa perusahaan di ibu kota. Selanjutnya, mendirikan firma hukum bernama Adam & Aden Law Firm. 

ARI PUTRA, Tanjung Redeb

Usianya masih tergolong muda, 29 tahun. Pambayun Dewandaru Agung Prayoga mempunyai pengalaman cukup banyak dari dunia otomotif di jabatan manajemen. Bukan perusahaan otomotif biasa, namun seperti PT Astra International Tbk - Daihatsu, dan kemudian di Mercedes Benz Group Indonesia, perusahaan otomotif premium terbesar asal Jerman.

Ayah satu anak ini merupakan putra Berau yang terbilang sukses. Mengawali pendidikan di SMA 1 Berau dan melanjutkan studinya di universitas-universitas besar di Indonesia. yakni S1 Jurusan Ilmu Hukum di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan S2 Hukum Ekonomi di Universitas Indonesia (UI).

Kini, Aden -sapaan akrabnya- tengah bekerja sama dengan rekannya mendirikan sebuah firma hukum Khusus di bidang Corporate, Industrial Relation & Employment. “Saat ini masih belum sepenuhnya jadi lawyer. Belum ujian advokat dan dilantik juga, karena masih dalam proses,” kata Aden.

Meski belum sepenuhnya di dunia lawyer atau pengacara, ia mengaku menjadi seorang pengacara merupakan passion atau suatu hal yang sejalan dengan jati dirinya. Bahkan, ia memastikan dalam waktu dekat ini akan fokus di firma hukumnya dan berencana meninggalkan statusnya di perusahaan.

Keputusannya salah satunya didasari karena pengacara khususnya di bidang bisnis merupakan karier yang menjanjikan masa depan yang baik. Saat masih aktif membantu firma hukum sahabat-sahabatnya beberapa tahun lalu, dan menjadi legal counsel di sebuah platform legal tech besar di Indonesia untuk membantu start-up & pebisnis mikro dan menengah, Aden merasa menjadi seorang konsultan, memberikan konsultasi hukum, hingga mencegah dan menyelesaikan konflik secara profesional merupakan suatu hal yang menantang, mengasyikkan dan menghasilkan.

“Kalau bahasa gaulnya sih gue banget. Karier di bidang ini harus diakui menjanjikan sekali. Saat ini basis klien yang sudah kami tangani lokal maupun internasional pun sudah cukup banyak,” ucapnya.

Di balik pencapaiannya saat ini, Aden remaja merupakan pelajar yang cukup berprestasi. Dari pernah menjadi paskibra terbaik se kabupaten Berau, berkompetisi di debat dan pidato Bahasa Inggris hingga sempat menyandang status sebagai duta wisata Berau. Lalu meraih peringkat dua di tingkat Kalimantan Timur.

Semua pengalamannya semasa remaja inilah yang membawanya untuk mengambil jurusan hukum. Ia berkesimpulan bahwa Aden dewasa kelak ingin berkarier sebagai orang hukum atau jurnalis. Untuk meraih itu semua, ia merasa harus menuntut ilmu di luar Berau, memperkaya kesempatan dan pengalamannya.

“Dan akhirnya memilih jurusan hukum atau komunikasi di UGM Yogyakarta. Akhirnya saya diterima di pilihan pertama, Fakultas Hukum UGM,” ujarnya.

UGM sendiri bagi pria kelahiran Ujung Padang, 14 Mei 1990 ini bukanlah hal baru saat itu. Karena orangtua dan sahabat karibnya sejak SMP bernama Renaldi lah yang mengenalkan UGM.

"Sebagai remaja di tahun 2000-an informasi tentang perkuliahan di luar daerah kala itu masih cukup minim diakses,” akunya.

Yang ia ketahui hanya sekolah kedinasan dan sekolah-sekolah di Kaltim lainnya. “Awalnya sih mau masuk sekolah kedinasan. Waktu itu target saya Akpol (Akademi Polisi). Sudah saya persiapkan sejak kelas 2 SMA. Tapi karena ada perubahan kebijakan penerimaan di tahun 2007, Akpol hanya menerima lulusan perguruan tinggi, akhirnya saya bertekat kuliah di Fakultas Hukum atau Komunikasi,” jelasnya.

“Tapi setelah dijalani (kuliah, Red) malah keterusan ke mana-mana,” tambahnya.

Ia pun mengaku selama ini merasa sangat beruntung. Kedua orangtuanya sangat demokratis dan berpikiran terbuka. Apapun yang menjadi pilihannya, orangtuanya selalu mendukung hingga saat ini. Yang terpenting adalah selama ia mencintai apa yang dilakukan dan harus penuh tanggung jawab.

Bercerita tentang kehidupan lawyer yang mungkin tak banyak orang ketahui, Aden mengungkapkan seorang lawyer penting untuk menjadi profesional yang meyakinkan. Komunikasi verbal maupun non-verbal pun harus baik, penguasaan bahasa asing menjadi nilai tambah yang tidak kalah penting di samping keilmuan, pengalaman, ketekunan, kredibilitas dan keberanian.

Hal-hal itu menurutnya harus dipupuk dengan jam terbang dan pengalaman profesional yang didapat selama bertahun-tahun. Sedari yang ia ketahui saat ini, seorang lawyer harus benar-benar menjaga kredibilitas dan profesionalismenya dengan baik.

“Karena output jasa hukum yang dihasilkan dari sebuah kantor hukum seperti pendapat hukum, legal due diligence, memo dan lain sebagainya harus benar-benar disajikan secara profesional dan reliable,” tuturnya.

Karena itulah baginya profesionalisme sebagai lawyer dihargai dengan nilai yang relatif besar untuk setiap layanan yang diberikan. Ia mencontohkan seperti di Jakarta, di mana fee arrangement untuk seorang lawyer sangat bervariasi. Umumnya hourly basis (dihitung per jam) yang akan dikonversi ke dalam billing penagihan jasa.

Namun, ada juga pekerjaan berbasis jasa hukum khusus atau project basis, yang pembayarannya secara langsung setiap penyelesaian pekerjaan. “Ada juga skema retainer di mana kantor hukum dibayar secara berkala oleh klien dalam periode waktu tertentu untuk memberikan jasa yang disepakati,” jelas Aden.

Jadi lanjutnya, profesionalisme di bidang apapun itu niscaya akan dihargai dengan nilai yang tinggi. “Itulah kenapa saya selalu suka dengan ungkapan: "If i do a job in 30 minutes, it,s because i spent many years learning how to do that in 30 minutes. So you owe me for the years, not the minutes,” pungkasnya. (*/har)


BACA JUGA

Rabu, 21 Agustus 2019 20:44

Petani Nyambi Edarkan Sabu

TALISAYAN- Seorang petani berinisial HW (16) dan seorang buruh lepas,…

Rabu, 21 Agustus 2019 20:42

Pekerja Sawit Bawa Lari Gadis 15 Tahun

KELAY- Ariska, pemuda berusia 20 harus berurusan polisi karena diduga…

Rabu, 21 Agustus 2019 20:40

PLN Beri Sinyal Pemberian Kompensasi

TANJUNG REDEB – Keluhan masyarakat mengenai pemadaman listrik bergilir yang…

Rabu, 21 Agustus 2019 20:37

Pelajari Syarat Maju melalui Jalur Independen

Mengambil sebuah keputusan penting, tak mesti dari situasi genting. Tak…

Rabu, 21 Agustus 2019 20:36

SMA 5 Berau Juara III Nasional

TANJUNG REDEB- SMA 5 Berau kembali menambah deretan sekolah berprestasi…

Selasa, 20 Agustus 2019 10:49

22 Raperda Jadi PR Anggota Dewan

TANJUNG REDEB – 30 Anggota DPRD Berau periode 2019-2024, telah…

Selasa, 20 Agustus 2019 10:47

Listrik Padam, Satu Rumah Membara

TANJUNG REDEB- Musibah kebakaran menimpa rumah milik Rugah. Warga Gang…

Selasa, 20 Agustus 2019 10:45

Berat lewat Golkar, Jalur Independen Butuh Modal

Punya pengalaman menjadi pemimpin Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten Berau…

Selasa, 20 Agustus 2019 10:44

Tembak Betis Pimpinan Komplotan

TANJUNG REDEB- Empat pelaku pencurian berinisial Wa (29), Ar (21),…

Selasa, 20 Agustus 2019 10:42

Tuntut Kompensasi dari PLN

TANJUNG REDEB– Pemadaman listrik bergilir kembali terjadi di Bumi Batiwakkal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*