MANAGED BY:
KAMIS
22 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 22 Juli 2019 11:26
Polisi Bubarkan Aksi FPSB

Serukan Penolakan Masuknya Ritel Nasional

BELUM KANTONGI IZIN: Aksi massa di depan salah satu outlet milik ritel nasional yang masuk ke Berau, Minggu (21/7).

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Aksi damai yang dilakukan sekelompok massa di Jalan Dr Murjani II, Tanjung Redeb, Minggu (21/7), pukul 07.30 Wita, terpaksa dibubarkan pihak kepolisian akibat tidak mengantongi izin.

Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono melalui Kasat Intel AKP Rustam menuturkan, sesuai amanat Undang-Undang (UU) Nomor 9/1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum, bahwa jika ada massa yang ingin menyuarakan pendapat di muka umum, tidak masalah asal mengantongi izin yang disampaikan langsung ketua atau pimpinan kelompok kepada pihak kepolisian. Izin tersebut selambat-lambatnya disampaikan 3x24 jam sebelum melakukan aksi. “Tapi mereka baru masukkan izin kepada penjagaan pada Sabtu (20/7) malam. Seharusnya mereka baru bisa melakukan aksinya pada Rabu (24/7) nanti,” ujarnya kepada Berau Post kemarin.

Dalam surat pemberitahuan tersebut, juga harus dilengkapi dengan maksud dan tujuan aksi, tempat aksi, waktu dan lamanya penyampaian, hingga siapa penanggungjawabnya. Selain itu, turut dicantumkan nama atau alamat organisasi, kelompok atau perorangan, alat peraga yang dibawa, serta berapa jumlah massa yang akan diturunkan.

“Penanggung jawab kegiatan demonstrasi wajib bertanggung jawab agar kegiatan tersebut terlaksana secara aman, tertib dan damai. Satu sampai 100 orang peserta unjuk rasa, harus ada satu sampai lima orang penanggung jawab,” ujarnya.

Pihaknya juga sudah memanggil beberapa perwakilan demonstrasi untuk dimintai keterangan.

Terpisah, salah seorang massa yang ikut dalam aksi tersebut menuturkan, dirinya hanya diajak oleh pimpinan di tempat dia bekerja. “Enggak tahu mas, saya cuma disuruh ke sini sama bos, ya saya datang,” kata pekerja yang meminta namanya tidak dicantumkan dalam pemberitaan.

Tetap Menolak

Sebelum dibubarkan, puluhan pedagang yang tergabung dalam Forum Pedagang Sembako Berau (FPSB), menggelar aksi damai di depan salah satu outlet ritel nasional yang masuk ke Berau, di Jalan Dr Murjani II.

Dalam aksi damai itu, salah satu orator Dwi Rizky Ananda mengatakan, aksi yang dilakukan para pedagang dan warga tersebut, merupakan bentuk penolakan terhadap sebuah hal yang disebutnya sebagai penjajahan ekonomi pedagang lokal.

Karena itu, dia menyebut aksi tersebut sebagai kepedulian dan partisipasi pihaknya dalam membangun perekonomian di Berau. “Berau belum siap dengan kehadiran mereka (ritel nasional, red). Makanya kami turun ke jalan sebagai bentuk penolakan karena kondisi ekonomi kita tidak sedang baik-baik juga,” katanya di depan para peserta aksi.

Sementara itu, Ketua FPSB Wahyudi menegaskan, aksi yang dilakukan puluhan warga dan pedagang tersebut hanyalah permulaan. Karena pihaknya sejak awal sudah mendeklarasikan penolakan masuknya jaringan toko swalayan tersebut ke Berau.

Apabila aksi yang dilakukan belum membuahkan, dirinya bersama para pedagang dan warga lainnya akan menggelar aksi dengan massa yang lebih banyak.

“Kami menolak waralaba ritel modern dengan segala bentuknya. Jika itu tetap masuk ke Berau, perekonomian masyarakat Berau akan sulit maju,” tuturnya.

Diakuinya memang saat ini dampak yang ditimbulkan masih belum terlihat dan dirasakan. Namun, dirinya mengingatkan agar masyarakat mencari referensi atas kehadiran swalayan tersebut di daerah lain, yang sudah jelas merugikan pedagang kecil.

Wahyu menegaskan, dalam hal ini para pedagang dan warga bukan menolak investasi masuk ke Berau. Hanya saja, investasi yang dilakukan jaringan ritel dengan modal besar bakal mematikan usaha kecil milik masyarakat.

“Apalagi jika bidang usahanya sejenis dengan kami. Makanya kami menolak, karena jaringan mereka adalah pengusaha besar dan memiliki modal besar. Sementara di Berau ini mayoritas pedagang kecil,” ungkapnya. (*/yat/arp/udi)

 


BACA JUGA

Rabu, 21 Agustus 2019 20:44

Petani Nyambi Edarkan Sabu

TALISAYAN- Seorang petani berinisial HW (16) dan seorang buruh lepas,…

Rabu, 21 Agustus 2019 20:42

Pekerja Sawit Bawa Lari Gadis 15 Tahun

KELAY- Ariska, pemuda berusia 20 harus berurusan polisi karena diduga…

Rabu, 21 Agustus 2019 20:40

PLN Beri Sinyal Pemberian Kompensasi

TANJUNG REDEB – Keluhan masyarakat mengenai pemadaman listrik bergilir yang…

Rabu, 21 Agustus 2019 20:37

Pelajari Syarat Maju melalui Jalur Independen

Mengambil sebuah keputusan penting, tak mesti dari situasi genting. Tak…

Rabu, 21 Agustus 2019 20:36

SMA 5 Berau Juara III Nasional

TANJUNG REDEB- SMA 5 Berau kembali menambah deretan sekolah berprestasi…

Selasa, 20 Agustus 2019 10:49

22 Raperda Jadi PR Anggota Dewan

TANJUNG REDEB – 30 Anggota DPRD Berau periode 2019-2024, telah…

Selasa, 20 Agustus 2019 10:47

Listrik Padam, Satu Rumah Membara

TANJUNG REDEB- Musibah kebakaran menimpa rumah milik Rugah. Warga Gang…

Selasa, 20 Agustus 2019 10:45

Berat lewat Golkar, Jalur Independen Butuh Modal

Punya pengalaman menjadi pemimpin Bumi Batiwakkal – sebutan Kabupaten Berau…

Selasa, 20 Agustus 2019 10:44

Tembak Betis Pimpinan Komplotan

TANJUNG REDEB- Empat pelaku pencurian berinisial Wa (29), Ar (21),…

Selasa, 20 Agustus 2019 10:42

Tuntut Kompensasi dari PLN

TANJUNG REDEB– Pemadaman listrik bergilir kembali terjadi di Bumi Batiwakkal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*