MANAGED BY:
RABU
29 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 30 Juli 2019 12:08
Meninggal setelah Tertimbun Satu Jam

Polisi Lakukan Penyelidikan Laka Kerja di Lokasi Tambang

PROKAL.CO,

TANJUNG REDEB – Kecelakaan kerja kembali terjadi di area tambang batu bara PT PT Bukit Makmur Mandiri Utama (Buma) Job Site Lati, Minggu (28/7).

Kecelakaan kerja yang menyebabkan Ahmad Najib Khoeroni (28), salah seorang karyawan PT Buma, meninggal dunia, bermula saat tebing di lokasi Pit West LW Selatan Evelasi +20 (Front Loading 2500-17), longsor saat korban berada di atasnya. 

Kejadian tersebut bermula sekira pukul 15.45 Wita, saat korban berada di atas dinding galian front loading 2500-17. Seorang rekan korban Marga Susatiya yang berada tak jauh dari dinding galian front loading 2500-17 itu, kemudian melihat korban berlari dan melompat dari tebing yang akan longsor. Namun korban terjatuh bersamaan dengan longsoran tebing, yang akhirnya membuat nyawa korban tak dapat diselamatkan. 

Dikonfirmasi hal itu, Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono membenarkan insiden laka kerja tersebut. Namun Sigit belum memberikan banyak keterangan karena pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Kami masih melakukan penyelidikan,” singkatnya.

Sementara Koordinator Pengawasan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kaltim Wilayah Berau, Sab'an mengatakan, dirinya bersama dua rekannya sudah melakukan investigasi di lokasi kecelakaan.

"Hari ini (kemarin, red) kami sudah melakukan investigasi setelah mendapatkan informasi dan instruksi dari pimpinan Disnaker Kaltim," katanya.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi, kecelakaan yang menyebabkan foreman produksi PT Buma Lati tersebut meninggal dunia, diduga karena ada pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP). “Ada SOP/JSA loading material di area front loading material lunak yang dilanggar," terang Sab’an.

Tapi untuk memastikannya, pihaknya menunggu hasil analisa data dan temuan lapangan dari hasil pemeriksaan yang dilakukannya. "Nanti akan dituangkan dalam nota pemeriksaan atau rekomendasi. Insyaallah pekan-pekan ini," tandasnya. 

Terpisah, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim Wahyu Widhi Heranata menuturkan, setiap perusahaan tambang wajib melaporkan setiap insiden kecelakaan kerja kepada pemerintah. Baik bagi perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), maupun pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B). 

“Kalau PMDN laporannya kepada kami. Tapi kalau PKP2B, kewenangannya di pusat. Yang jelas, kepala teknik tambang perusahaan yang wajib melaporkannya dalam 1x24 jam,” terangnya. 

Sementara itu, Supt External Buma Lati, Rochmad Wahyudi yang dikonfirmasi kemarin (29/7) menuturkan, korban saat itu memang berada di sekitar tebing dan tiba-tiba terjadi longsoran tanah. Rekan korban yang melihat kejadian langsung berusaha untuk menolong.

“Korban sempat tertimbun kurang lebih 1 jam, akhirnya berhasil ditemukan dan langsung dilarikan ke RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) dr Abdul Rivai, namun nyawa korban tidak bisa diselamatkan,” katanya.

Ia menuturkan, kecelakaan tersebut telah dilaporkan kepada Kepala Inspektur Tambang (KAIT), segera setelah kejadian. Investigasi mendalam bersama-sama tim inspektur tambang segera dilakukan untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut, dan memastikan tidak terjadi di masa mendatang.

Menurutnya, operasional tambang batu bara memiliki tingkat risiko kerja yang tinggi, untuk itu semua pekerja harus memiliki kompetensi keselamatan yang tinggi dan bekerja sesuai dengan standar operasional keselamatan yang ketat. Para pekerja yang terlibat dalam operasional tambang, perlu bekerja lebih keras lagi dalam upaya perbaikan berkelanjutan di bidang keselamatan kerja, dan selalu menerapkan prinsip kehati-hatian dalam bekerja di area masing-masing.

“Manajemen dan seluruh pekerja berduka atas kecelakaan kerja ini. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga serta kita semua yang ditinggalkan, diberi keikhlasan dan ketabahan menghadapi musibah ini,” lanjutnya.

Untuk korban sendiri, telah dipulangkan ke kampung halamannya di Demak, pukul 07.00 Wita, Senin (29/7), melalui Bandara Kalimarau. Rochmad mengatakan, pihak perusahaan bertanggung jawab penuh untuk membayar hak korban. (*/yat/arp/udi)


BACA JUGA

Selasa, 28 Januari 2020 16:23

PPP Pastikan Usung Gamalis

TANJUNG REDEB –Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memastikan bakal mengusung Gamalis…

Selasa, 28 Januari 2020 16:22

Satu Peserta Dicoret

TANJUNG REDEB     - Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Berau…

Selasa, 28 Januari 2020 16:17

267 Pekerja Sudah Terima Kompensasi PHK

TANJUNG REDEB – Manajemen PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA)…

Senin, 27 Januari 2020 16:35

Sejak SD Jadi Korban Pencabulan

GUNUNG TABUR – Belum hilang rasa trauma setelah menjadi korban…

Senin, 27 Januari 2020 16:20

Laka Tunggal, Mandor Ditemukan Meninggal

KELAY - Kecelakaan kerja terjadi di lingkungan salah satu perusahaan…

Jumat, 24 Januari 2020 15:38

Jangan Ada Perda Mandul

TANJUNG REDEB - Bupati Berau, Muharram menegaskan, pembentukan peraturan daerah…

Jumat, 24 Januari 2020 11:04

Lagi, Penimbunan BBM Subsidi Terungkap

TANJUNG REDEB – Penimbunan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jadi…

Jumat, 24 Januari 2020 10:56

Target 2020 Seluruh Kampung Teraliri Listrik

TANJUNG REDEB - Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Berau, menargetkan…

Jumat, 24 Januari 2020 10:52

Dinkes Klaim Angka Kematian Ibu Menurun

TANJUNG REDEB – Angka kematian ibu (AKI) di Kabupaten Berau…

Kamis, 23 Januari 2020 16:19

Virus Corona Mendekat, Perketat Pengawasan Laut dan Udara

TANJUNG REDEB – Wabah Koronavirus 2019-nCoV, yang dikenal dengan nama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers