MANAGED BY:
MINGGU
25 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Rabu, 31 Juli 2019 10:44
6 Bulan 12 Kasus

Pencabulan Makin Memprihatinkan, Pelakunya Orang-Orang Dekat Korban

Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Kasus-kasus pencabulan yang ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Berau, menunjukkan angka yang memprihatinkan. Pasalnya pada semester 1 2019 ini saja, sudah ada 12 kasus pencabulan yang ditangani aparat kepolisian.

Kepada Berau Post, Selasa (30/7), Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono melalui Kasat Reskrim AKP Agus Arif Wijayanto menuturkan, kasus pencabulan dengan korban anak-anak di bawah umur, pelakunya kebanyakan orang-orang terdekat korban.

Seperti yang dilakukan oknum pensiunan guru berinisial Mr (65), tega mencabuli dua keponakannya sendiri. Warga Tanjung Redeb yang diamankan polisi pada Senin (15/7) lalu, juga merekam setiap adegan ‘kuda-kudaan’ yang dilakukannya bersama keponakannya.

Lain lagi kasus pencabulan terhadap pelajar berusia 12 tahun berinisial GA. Pelajar asal Kecamatan Segah tersebut, menjadi pemuas syahwat tiga pekerja perkebunan kelapa sawit, yang tak lain adalah rekan kerja kedua orangtuanya.

Lain halnya dengan Mardan (50), warga Kampung Tembudan, Kecamatan Batu Putih, kerap memanfaatkan situasi ketika istrinya pergi bekerja, untuk menikmati tubuh anak tirinya berinisial Fa yang baru berusia 16 tahun.

Saat aksi bejatnya terbongkar, Mardan malah melarikan diri ke Kabupaten Kutai Timur (Kutim), dan diamankan pada Sabtu (13/7) lalu.

Dari beberapa contoh kasus tersebut, Agus menyebut pengawasan orangtua sangat penting untuk mencegah anaknya menjadi korban pencabulan. Sebab, sekali lagi, pelaku pencabulan juga banyak justru dari orang-orang dekat korban sendiri.

“Pencegahan itu sangat penting. Mengawasi bukan berarti mengekang kebebasan anak. Tanamkan pendidikan agama sejak dini, hal itu juga dapat menghindari anak dari pergaulan bebas,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya.

Pihaknya mengaku sudah melakukan beragam upaya guna meredam tingginya angka pencabulan di wilayah Berau. “Perbanyak sosialisasi yang kami lakukan untuk mencegah,” terangnya.

Angka 12 kasus pencabulan dalam enam bulan awal di 2019, belum bisa menunjukkan adanya penurunan kasus yang ditangani Polres Berau tahun lalu. Pasalnya dalam 12 di tahun 2018, kasus pencabulan yang ditangani sebanyak 24 kasus.

“Makanya ini sangat menjadi perhatian kami juga. Bukan hanya peran orangtua yang dibutuhkan, peran guru di sekolah juga penting untuk memberikan perlindungan kepada anak,” terangnya.

Pemberian perlindungan yang dimaksud, juga dengan rutin memeriksa barang bawaan anak didiknya. Jika menemukan barang-barang di luar perlengkapan sekolah, lakukan pendekatan agar anak mau berterus terang, dan berikanlah bimbingan agar berang tersebut tidak disalahgunakan.

“Misal ada yang pakai handphone, guru juga harus rutin memeriksa handphone siswanya. Cek apa saja yang sering dibuka siswanya di handphonenya, lihat media sosial yang digunakannya, supaya guru bisa mengarahkan penggunaannya ke arah yang positif,” jelas Agus.

Selain menjadi pengganti orangtua anak di sekolah, guru juga bisa menjadi sahabat yang dipercaya sang anak. “Luangkan waktu untuk mendengar keluh kesah anak didik, jadilah sahabat yang baik, agar anak-anak bisa diarahkan ke pergaulan yang baik,” terang Agus.

Sementara itu, Ketua P2TP2A Berau Fika Yuliana menambahkan, pihaknya sangat prihatin dengan maraknya kasus pencabulan yang terjadi di Berau selama ini. Apalagi anak-anak yang menjadi korban, rata-rata mengalami trauma yang mendalam.

“Menyembuhkan rasa trauma korban itu membutuhkan waktu yang cukup panjang. Di situlah peran P2TP2A bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk melindungi menyembuhkan kembali psikologi korban,” singkatnya. (*/yat/udi)

 

 


BACA JUGA

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:33

Pekan Depan Sidang Perdana

TANJUNG REDEB - Sidang perdana perkara penyelundupan sabu-sabu 3 kilogram…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:29

BKPP Terima Surat Pengunduran Diri Rasatkan

TANJUNG REDEB – Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Bugis, Muhammad…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:24

Tertarik Maju, Inginkan Program Kearifan Lokal

Di dunia olahraga Bumi Batiwakkal, nama Teddy Nanang Abay sudah…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:22

Pedagang Sembako Nyambi Jual LL

TABALAR - Seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Ani (44)…

Jumat, 23 Agustus 2019 19:01

Bisnis Haram karena Himpitan Ekonomi

TANJUNG REDEB- Jajaran Satreskoba Polres Berau, membekuk warga Jalan H…

Jumat, 23 Agustus 2019 19:00

Condong ke Independen, Ajukan Pengunduran Diri sebagai ASN

Figur bakal calon yang akan bertarung di Pilkada Berau 2020…

Jumat, 23 Agustus 2019 18:59

Pakai Jamkesda, Operasi Selalu Tertunda

TANJUNG REDEB- Kebahagiaan tak lagi bisa dirasakan Sofyan dan Ervina.…

Jumat, 23 Agustus 2019 18:57

Lahan Terbakar Capai 180 Hektare

TANJUNG REDEB– Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di…

Kamis, 22 Agustus 2019 13:09

Hakim Didebat, Sidang Memanas

TANJUNG REDEB- Ketegangan terjadi dalam sidang lanjutan perkara dugaan menghalang-halangi…

Kamis, 22 Agustus 2019 13:04

Dorongan dari Pengurus Kecamatan, Restu Suami Sudah di Tangan

Selama 15 tahun mendampingi suami yang menjadi kepala daerah, sudah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*