MANAGED BY:
JUMAT
24 JANUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Rabu, 07 Agustus 2019 11:42
Menyoal Pembangunan Rumah Sakit Kelas B di Berau
drg.Rustan Ambo Asse,Sp.Pros

PROKAL.CO, PEMBANGUNAN kesehatan adalah titik paling vital dalam pembangunan suatu bangsa. Mengapa Undang-Undang No 36 tentang kesehatan tahun 2009 mengamanahkan minimal 10 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi, kabupaten/kota untuk kesehatan dan di luar gaji pegawai?

Karena Negara menyadari betapa kesehatan warga negara adalah aset masa depan bangsa ini, Negara yang warganya memiliki kualitas kesehatan  yang rendah akan meniscayakan masyarakat yang kurang atau tidak  produktif. Oleh karena itu pelayanan kesehatan yang berbasis promotif, preventif dan kuratif mesti hadir secara utuh bagi rakyat Indonesia dari sabang sampai Merauke.

Masyarakat Kabupaten Berau patut bergembira dan menyambut baik adanya rencana Pemerintah Daerah untuk membangun Rumah Sakit baru dengan klasifikasi Rumah Sakit Umum Kelas B. Kucuran dana 400 Miliar untuk komitmen itu telah ditetapkan dalam sidang paripurna DPRD Berau tentang pembahasan APBD perubahan tahun 2019.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Permenkes) nomor 56 Tahun 2014 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit tentu saja telah menjadi platform regulasi pembangunan rumah sakit tersebut. Mulai dari aspek pendiriannya, perizinan, sarana prasarana hingga poin yang paling penting adalah kesiapan sumber daya manusia.

Peningkatan Kualitas Pelayanan dan Rujukan

Substansi dari hadirnya Rumah Sakit Kelas B adalah bagaimana mutu pelayanan kesehatan menjadi lebih baik pada masa yang akan datang. Selain itu sistem rujukan akan berjalan dengan baik dan cepat karena rujukan pasien-pasien dari RSUD Abdul Rivai sebagai kelas C tidak perlu lagi ke Samarinda atau ke tempat lain.

Begitu juga dengan implementasi sistem pelayanan kesehatan untuk JKN, hal ini akan memberikan dampak lebih baik pada masa yang akan datang dengan catatan bahwa BPJS sebagai penyelenggara Jaminan Kesehatan Nasional mampu memberikan sinergitas antara mutu pelayanan yang baik bagi masyarakat dengan kontrol efesiensi anggaran serta menemukan gerak langkah yang lebih harmonis dengan tenaga medis dan stakeholder di rumah sakit.

Kesiapan Sumber Daya Manusia

Kucuran anggaran 400 miliar untuk pembangunan fisik Rumah Sakit dan sarana prasarana bukan merupakan hambatan berarti sepanjang prosedur pelaksanaannya tetap berbasis kepada regulasi Permenkes tersebut. Tapi hal yang paling krusial yang mesti dipersiapkan adalah sumber daya manusia yang akan bertugas jika rumah sakit tersebut sudah selesai dibangun.

Dalam  Permenkes 56 Tahun 2014 pasal 32 tentang SDM, setidaknya standar paling minimal terpenuhi tenaga sebagai berikut: tenaga medis, tenaga kefarmasian, tenaga keperawatan, tenaga kesehatan lain dan tenaga non kesehatan. Dengan sebaran tenaga kesehatan Kabupaten Berau yang ada sekarang di rumah sakit Abdul Rivai setidaknya perlu persiapan minimal jumlah tenaga yang sama khususnya tenaga medis yaitu dokter,dokter spesialis,dokter gigi dan dokter gigi spesialis.

Rumah sakit kelas B tentu mensyaratkan jumlah tenaga kesehatan yang lebih banyak, sarana dan prasarana lebih lengkap dan persiapan sistem manajemen yang kontekstual dengan perkembangan zaman dalam era revolusi industri 4.0.

Revolusi Industri 4.0 meniscayakan kemampuan adaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin modern, inovasi dan kreativitas menjadi hal yang tak terhindarkan untuk dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

Jika demikian, seyogyanya pemerintah daerah perlu mendalami tentang urgensi persiapan sejak dini SDM yang dibutuhkan. Dalam hal ini untuk tenaga medis dimungkinkan untuk segera memberikan peluang bagi dokter dan dokter gigi PNS Berau yang memiliki rekam jejak dan komitmen pengabdian yang baik untuk melanjutkan sekolah spesialis.

Bahkan jika memungkinkan, sudah perlu pendalaman strategi  agar tenaga medis yang ada di Kabupaten Berau bisa betah mengabdi baik sebagai PNS maupun sebagai Pegawai Tidak Tetap.

Demikian halnya dengan paramedis,tenaga kesehatan lain serta tenaga non kesehatan, bagaimana memberikan peluang yang sama untuk meng-upgrade keilmuan yang dimiliki yang secara pasti bisa memberikan kontribusi pengabdian yang bisa efektif nantinya di rumah sakit.

Peran Partisipatif Organisasi Profesi Kesehatan

Sebagai insan kesehatan yang memiliki tugas pengabdian masing-masing. Selain stakholder dalam hal ini Dinas kesehatan dan RSUD Abdul Rivai, Organisasi Profesi Kesehatan yang ada di Berau seperti: IDI, PDGI, PDUI, IAI, PPNI, IBI, PATELKI dan lain-lain seyogyanya memberikan kontribusi gagasan positif terkait rencana pembangunan rumah sakit.

Organisasi profesi kesehatan merupakan organisasi independen yang tentu saja memiliki visi pembangunan kesehatan dan memiliki tanggung jawab sosial untuk Visi Indonesia Sehat.

 Ide dan gagasan secara bottom up yang bersifat masukan tentu akan semakin menguatkan agar pembangunan rumah sakit bisa terwujud dengan lebih baik. Semoga! (*)

*) Praktisi Kesehatan


BACA JUGA

Kamis, 23 Januari 2020 16:18

Ingat Masdar John

SUASANA beda jelang perayaan Imlek. Di Tanjung Redeb tak ada…

Selasa, 21 Januari 2020 14:39

Lele Fang Sheng

SAYA harus mendapatkan banyak rujukan. Masih sangat terbatas. Apalagi bila…

Selasa, 21 Januari 2020 10:18

Imlek Meihua

HUJAN lebat berlangsung lama, Sabtu (18/1) lalu. Debitnya juga lumayan…

Rabu, 15 Januari 2020 11:47

Pulang Kosong

MASIH ingat KM Tanjung Perkasa? Kapal ini punya sejarah panjang…

Selasa, 14 Januari 2020 15:33

Bahaya Nyata Pariwisata Magnet Penarik Devisa

SEKTOR pariwisata di Indonesia dianggap sangat potensial untuk menjadi kunci…

Selasa, 14 Januari 2020 15:28

Mori dan Maratua

PUTRA Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohamed Bin Zayed, mengungkapkan keinginannya…

Senin, 13 Januari 2020 15:13

Landmark Pak Edi

BAGI saya dan para kerabat, waktu 2 tahun dan 3…

Sabtu, 11 Januari 2020 11:43

Kapurung Harmoni

BANYAK teman saya asal Palopo, Sulawesi Selatan, yang sudah lama…

Senin, 06 Januari 2020 15:31

Permintaan Pak Camat

SAYA hampir lupa. Harian pagi Kaltim Post ternyata sedang merayakan…

Sabtu, 04 Januari 2020 12:12

Salto Ubur-Ubur

SESEORANG dengan gaya salto di Danau Pulau Kakaban tiba-tiba menjadi viral…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers