MANAGED BY:
MINGGU
25 AGUSTUS
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Kamis, 08 Agustus 2019 14:30
Hakim Tolak Eksepsi Terdakwa

Perkara Dugaan Menghalang-halangi Bongkar Muat Batu Bara

Ilustrasi

PROKAL.CO, class="p1">TANJUNG REDEB – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb, menolak eksepsi terdakwa Gofri, atas perkara dugaan menghalang-halangi aktivitas bongkar muat batu bara menggunakan floating crane di muara pantai Berau, pada sidang lanjutan yang digelar di PN kemarin (7/8).

Eksepsi yang disampaikan Gofri pada sidang pekan lalu, telah ditanggapi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Berau, yang dilanjutkan dengan pembacaan putusan sela oleh Majelis Hakim. Putusan sela yang menolak eksepsi terdakwa, juga memerintahkan JPU untuk melakukan pemeriksaan dalam pembuktian pokok perkara, dengan menghadirkan saksi pada sidang lanjutan yang akan digelar Rabu (14/8) pekan depan. 

Gofri selaku Legal Consultant TKBM Tanjung Redeb, mengaku kecewa atas putusan sela tersebut. Dia menilai, peradilan yang harusnya bisa diharapkan masyarakat sebagai tempat untuk mendapatkan keadilan, justru dimentahkan dengan bahasa hukumnya sendiri.

“Memang apa yang disampaikan itu saya harus akui tidak salah. Tetapi mereka juga harus bisa membedakan, ini pidana umum atau khusus,” ujarnya usai persidangan.  

Menurutnya, Undang-Undang yang dimaksud harus diperdalam. Karena sangat jelas duduk persoalan perkara tersebut. Bahwa kegiatan pertambangan itu harus dilakukan di lokasi pertambangan. Mestinya itu yang harus diuraikan untuk menetapkan orang yang melanggar, yang katanya merintangi dan menghalangi kegiatan pertambangan. 

“Dalam eksepsi saya sebelumnya menyatakan, jalur sungai itu masuk wilayah pertambangan atau bukan? Memang ada kegiatan membawa batu bara. Tetapi tidak serta-merta mereka bisa mengatakan di mana terhambatnya,” tegasnya. 

Gofri menilai, Majelis Hakim hanya melihat dari satu sisi kasus hukum acara pidana umum. Bukan dari pidana khusus. 

“Intinya dari putusan sela ini, sangat tidak masuk akal bagi saya. Untuk saksi meringankan saya belum tahu apakah akan menghadirkan atau tidak. Tapi, sebagai warga negara yang baik, kita memang harus taat hukum. Hukum itu bukan untuk dibuat-buat,” jelasnya. 

Usai sidang putusan sela atas eksepsi terdakwa Gofri, Majelis Hakim langsung melanjutkan sidang pemeriksaan saksi terhadap tiga terdakwa lainnya, yakni Abdul Hapid, Abdul Kadir, dan Budi Santoso. Namun karena saksi yang mestinya dihadirkan JPU berhalangan, membuat sidang ditunda hingga pekan depan. 

Rencananya, sebanyak 30 saksi akan dihadirkan JPU dalam sidang lanjutan yang akan digelar setiap Rabu dan Kamis. Namun bagi Syahruddin, penasihat hukum terdakwa Abdul Hapid, Abdul Kadir, dan Budi Santoso, banyaknya saksi tidak bisa memberi jaminan kualitas keterangan yang benar di persidangan.  

“Melihat perkara sejauh ini, ikuti alurnya saja dulu. Kita akan nilai dari saksi-saksi yang akan dihadirkan penuntut umum. Prinsipnya,  kami tidak melihat dari kuantitas saksi, tetapi kualitas saksi itu  sendiri. Di persidangan ini, bukan untuk mencari kesalahan, tetapi membuktikan kebenaran,” singkat Syahruddin. (mar/udi)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:33

Pekan Depan Sidang Perdana

TANJUNG REDEB - Sidang perdana perkara penyelundupan sabu-sabu 3 kilogram…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:29

BKPP Terima Surat Pengunduran Diri Rasatkan

TANJUNG REDEB – Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Bugis, Muhammad…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:24

Tertarik Maju, Inginkan Program Kearifan Lokal

Di dunia olahraga Bumi Batiwakkal, nama Teddy Nanang Abay sudah…

Sabtu, 24 Agustus 2019 11:22

Pedagang Sembako Nyambi Jual LL

TABALAR - Seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Ani (44)…

Jumat, 23 Agustus 2019 19:01

Bisnis Haram karena Himpitan Ekonomi

TANJUNG REDEB- Jajaran Satreskoba Polres Berau, membekuk warga Jalan H…

Jumat, 23 Agustus 2019 19:00

Condong ke Independen, Ajukan Pengunduran Diri sebagai ASN

Figur bakal calon yang akan bertarung di Pilkada Berau 2020…

Jumat, 23 Agustus 2019 18:59

Pakai Jamkesda, Operasi Selalu Tertunda

TANJUNG REDEB- Kebahagiaan tak lagi bisa dirasakan Sofyan dan Ervina.…

Jumat, 23 Agustus 2019 18:57

Lahan Terbakar Capai 180 Hektare

TANJUNG REDEB– Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di…

Kamis, 22 Agustus 2019 13:09

Hakim Didebat, Sidang Memanas

TANJUNG REDEB- Ketegangan terjadi dalam sidang lanjutan perkara dugaan menghalang-halangi…

Kamis, 22 Agustus 2019 13:04

Dorongan dari Pengurus Kecamatan, Restu Suami Sudah di Tangan

Selama 15 tahun mendampingi suami yang menjadi kepala daerah, sudah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*