MANAGED BY:
SABTU
23 NOVEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Kamis, 08 Agustus 2019 14:32
Kopi dan Tenaga Kerja
KOPI PAGI: Penulis yang kebetulan jumpa dengan sejumlah pengurus federasi tenaga kerja di warung Bu Basri. Mereka rencananya akan berdialog dengan pejabat di kantor Disnakertrans.

PROKAL.CO, class="p1">MEMANG tidak ada hubungannya. Antara kopi dan tenaga kerja. Tapi, ketika kopi sudah tertuang dalam cangkir, maka berbincang soal lika-liku kehidupan tenaga kerja menjadi lancar. Dan ini bisa berlangsung di mana saja.

Tak ada janji. Semua serba kebetulan. Pagi kemarin (7/8), niatan untuk menikmati bubur ayam di warung Bu Basri. Saya lebih suka menyebut warung Bu Basri ketimbang namanya Warung Samarinda. Suasananya nyaman. Apalagi jumpa dengan karyawan yang belum sempat sarapan pagi di rumahnya. Karyawati yang cantik-cantik berbaju putih di hari Rabu.

Saya datang seorang diri. Harapannya, bila jumpa dengan karyawan yang saya kenal, bisa ngobrol. Warung masih sepi. Yang ada hanya dua orang yang berseragam sebuah organisasi berdiri di halaman warung. Kami berbincang, mereka rencananya mau bertemu dengan pejabat di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), yang kebetulan berseberangan jalan dengan warung Bu Basri.

Ya sudah, sekalian saja saya ajak untuk minum kopi bersama. Saya pikir silaturahmi saya pagi kemarin punya warna baru. Berbincang dengan parta tenaga kerja yang ada di sektor pertambangan dan perkebunan kelapa sawit. Dua persoalan ini belum banyak saya pahami.

Saya pesan teh, sementara Pak Ari Iswandi dan Pak Syamsul Bahri memesan kopi hitam tanpa saring. Mungkin mereka sudah sarapan pagi, saya pun memesan Bubur Ayam kesukaan saya. Tak lama berselang, datang lagi Pak Ardi dan Rahmat Abdi. Mereka ternyata bergabung dengan organisasi Federasi Konstruksi Umum dan Informal (FKUI).

Saya ingat warna bajunya. Di halaman utama Harian Pagi Berau Post edisi Rabu (7/8) kemarin, mereka turun ke jalan berorasi dan menyampaikan aspirasi. Selain FKUI juga bersama-sama dengan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI). Yang disuarakan terkait dengan penetapan jam lembur yang menurut mereka tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan diberlakukan perusahaan.

Mungkin pertemuan dengan Pak Bupati Berau belum menjawab tuntas harapan pekerja, sehingga pagi kemarin, dilanjutkan lagi dengan diskusi bersama pejabat yang ada di kantor Disnakertrans di Jalan dr Murjani II. Gedung baru berlantai tiga.

Sambil minum kopi, kami tidak membahas secara detail apa yang diorasikan saat melakukan unjuk rasa. Inginnya mereka, bagaimana manajemen di tempat mereka bekerja dan di mana organisasi buruh bernaung, bisa lebih transparan. “Kami semua ini punya keluarga yang harus dihidupi,” kata Ari yang jabatannya sebagai ketua FKUI.

Andai saja, kata mereka, perusahaan punya tim komunikasi yang bagus. Maka semua produk aturan yang dibuat bisa diterjemahkan bersama antara karyawan dan organisasi selaku perwakilan mereka. Kalau terpaksa turun ke jalan, itu akibat adanya kebuntuan informasi. Belum maksimalnya, komunikasi antara mereka dengan manajemen perusahaan. “Kalau kami turun ke jalan, itu bagian dari luapan ketidakpuasan saja,” tambahnya.

Berbincang dengan pekerja pertambangan batu bara dan perkebunan kelapa sawit, mengasyikkan. Saya membayangkan, karyawan yang terlibat dalam dua sektor itu saja mungkin jumlahnya lebih dari 10 ribu jiwa. Kalau mereka punya istri dan satu orang anak, kontribusi jumlah penduduk di Berau tidak sedikit. “Bisa beberapa kursi di DPRD,” kata Pak Ardi.

Sayangnya saya tidak punya wewenang untuk mengajak teman-teman di kantor Disnakertrans, duduk sama-sama sambil menikmati kopi panas buatan Bu Basri. Membahas apa yang jadi persoalan mereka. Mungkin persoalan yang menjadi penyumbat bisa terpecahkan. Apalagi bila sambil minum kopi, juga menghadirkan manajemen perusahaan yang punya otoritas.

Kami saja, ketika minum kopi, teman-teman organisasi pekerja itu membahas persoalan sambil tertawa. Semua rileks. Padahal, saya juga sempat melihat rekaman video saat orasi, Pak Ari ini suaranya lantang menggema ke mana-mana.

Saya harus akui, para pekerja ini memang cerdas. Semua aturan yang terkait ketenagakerjaan, hafal di luar kepala. Makanya, saat yang menjadi haknya ‘terusik’, mereka pasti bereaksi. Saya harus belajar banyak dengan mereka. Menjalankan kewajibannya, di sisi lain juga menuntut haknya.

Lain kali, harusnya saya janjian saja dengan para pekerja. Janjian jumpa di warung kopi. Ada teman saya yang menerjemahkan ‘KOPI’ dalam makna yang lain. ‘Ketika Otak Perlu Inspirasi’ (KOPI). Hebat juga teman saya itu. Karena itulah, jumpa kami yang tidak lebih dari 35 menit, banyak inspirasi yang lahir. Soal Kopi dan soal tenaga kerja. (*/udi)


BACA JUGA

Selasa, 05 November 2019 18:23

Geisha

SAYA tahunya Geisha itu salah satu kelompok musik asal Pekanbaru.…

Senin, 04 November 2019 19:12

Sakura dalam Pelukan

   “JANGAN lupa kunjungi Ginza.” Itu pesan teman saya sebelum…

Minggu, 03 November 2019 10:42

Joker, Keyakinan dan Radikalisme

Oleh: Endro S Efendi   Selama ini, ilmu mengenai pikiran…

Minggu, 27 Oktober 2019 01:11

Stres? Saatnya Relaksasi

MENDENGAR kata ini, yang terbayang biasanya orang duduk bersila seperti…

Sabtu, 26 Oktober 2019 14:39

Mappanre(ri)tasi

SAYA tidak punya catatan, sejak kapan acara Buang Nahas mulai…

Jumat, 25 Oktober 2019 18:17

Tangisan Bu Susi

WANITA kuat dan pemberani itu menangis. Pada acara pisah sambut…

Rabu, 23 Oktober 2019 14:18

Ada yang Gelisah

SAYA tidak mengikuti penuh pidato Pak Joko Widodo, usai dilantik…

Senin, 21 Oktober 2019 12:47

Titik Nol

SAMPAI sekarang, saya belum tahu di mana lokasi titik nol…

Senin, 21 Oktober 2019 10:56

WAJAH KOTA KOK GINI?

Jalan Kalimarau, Kecamatan Teluk Bayur, merupakan wajah Kabupaten Berau, mengingat…

Sabtu, 19 Oktober 2019 18:31

‘Kuch Kuch Hota Hai’

“Tanjung Redeb itu di mana sih?” Saya dengar pembicaraan teman…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*