MANAGED BY:
SENIN
16 DESEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Selasa, 13 Agustus 2019 15:25
Berau Sudah Bebas dari Desa Sangat Tertinggal
Ilyas Natsir

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB - Status desa di Kabupaten Berau menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Ilyas Natsir, saat ditemui di kantornya, Senin (12/8).

Berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) 2019 dibeberkannya, menunjukkan sebanyak 100 Desa mengalami perubahan status. Persentase kenaikan lebih banyak pada peningkatan status Desa Sangat Tertinggal.

Jika pada tahun 2016 disebutnya terdapat 54 desa sangat tertinggal, 37 desa tertinggal, dan 9 desa berkembang, kini sudah berubah menjadi 20 desa tertinggal, 55 desa berkembang, 23 desa maju dan 1 desa mandiri.

“Tahun ini sudah tidak ada (desa sangat tertinggal di Berau, red),” katanya.

Namun disebutnya, walau Berau sudah tidak memiliki desa sangat tertinggal, namun masih ada pekerjaan rumah lain yang harus diselesaikan. Sebagaimana target pemerintah pusat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yakni menciptakan 5.000 desa berstatus mandiri hingga akhir 2019 nanti. Hal itu pun menjadi acuan DPMK Berau untuk terus melakukan pembenahan di sejumlah desa yang ada.

“Saya yakin di tahun 2020 akan lebih banyak lagi Desa Mandiri di Berau,” ucapnya.

Menurutnya hal ini dapat dicapai karena pihaknya selalu melakukan pendataan ke desa-desa. Pendataan akan menunjukkan status dari desa tersebut. Karena dengan pendataan tersebut, maka dapat melihat keadaan pendidikan di desa, keadaan kesejahteraan, keadaan lingkungannya, serta keseluruhannya.

Di sisi yang lain, anggaran juga merupakan hal yang cukup penting dalam meningkatkan status desa. “Tahun ini anggaran kita cukup banyak untuk alokasi dana kampung dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) pusat dan retribusi pajak yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam pengelolaan kampungnya,” tegasnya.

Dalam pengelolaan keuangan desa ini, masyarakat sangat transparan dalam penggunaannya. Pihak DPMK juga meminta kepada seluruh kampung untuk bekerja sama dengan Kejaksaan agar proses penggunaan anggaran kampung, agar dapat berjalan dengan baik dan terhindar dari hal-hal yang merugikan masyarakat.

“Di sisi yang lain, kami juga selalu melakukan pembinaan kepada kampung melalui pelatihan SisKeuDes (Sistem Keuangan Desa),” ucapnya. (*/sgp/sam)


BACA JUGA

Senin, 16 Desember 2019 10:50

Ingin Kebersihan Jadi Budidaya

TANJUNG REDEB – Setiap akhir pekan, kegiatan kerja bakti atau…

Senin, 16 Desember 2019 10:49

Empat Kandidat ‘Adu Kuat’

TANJUNG REDEB – Pemilihan Ketua RT 12 Karang Ambun cukup…

Sabtu, 14 Desember 2019 14:41

Pemakaian sebagian Badan Jalan untuk Acara Pribadi, Dishub Masih Toleransi

TANJUNG REDEB – Dinas Perhubungan (Dishub) Berau tak mempermasalahkan acara…

Sabtu, 14 Desember 2019 14:38

Khawatir Tumpang Tindih

TANJUNG REDEB– Masyarakat Kampung Punan Malinau, Kecamatan Segah menginginkan adanya…

Jumat, 13 Desember 2019 11:24

Miliki Bus Sekolah

GUNUNG TABUR – Kampung Tasuk kini telah memiliki satu unit…

Jumat, 13 Desember 2019 11:23

Bantuan Kemensos ‘Salah Sasaran’

GUNUNG TABUR – Ketua RT 12, Kelurahan Gunung Tabur Yohanes…

Jumat, 13 Desember 2019 11:22

Tingkatkan Keamanan Jelang Natal dan Tahun Baru

TANJUNG REDEB - Jelang perayaan Natal dan tahun  baru 2020,…

Kamis, 12 Desember 2019 14:04

Proyek Rp 21 Miliar Dikejar Deadline

GUNUNG TABUR – Pembangunan turap di bantaran Sungai Segah di…

Rabu, 11 Desember 2019 14:54

Galakkan BBM untuk Kurangi Sampah Plastik

TANJUNG REDEB - Jaga kelestarian biota laut dan lingkungan wisata…

Rabu, 11 Desember 2019 14:53

Dishub Akan Maksimalkan Penarikan Retribusi Tahun Depan

TANJUNG REDEB- Tahun 2020 Dinas Perhubungan (Dishub) bertekad maksimalkan penarikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.