MANAGED BY:
JUMAT
28 FEBRUARI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

SANGGAM

Kamis, 15 Agustus 2019 17:18
Warga Khawatir, PT SPIL Diminta Gerak Cepat
RAWAN: Kondisi turap Jalan Ahmad Yani kian rawan. Jika tak segera diperbaiki, turap diestimasikan bakal hancur dalam 8 sampai 10 bulan ke depan.

PROKAL.CO,

TANJUNG REDEB – Warga Jalan Ahmad Yani berharap turap di Jalan Ahmad Yani segera diperbaiki, mengingat usianya yang diperkirakan tidak mampu bertahan lebih dari satu tahun. Hal itu diutarakan Ketua RT 1 Kelurahan Bugis, Tanjung Redeb, Jabar Hakim, ditemui Berau Post di kediamannya, Rabu (14/8).

"Harus disegerakanlah perbaikan turap ini. Jangan sampai ketika masyarakat sedang melakukan aktivitas di sana terjadi hal-hal yang tidak diharapkan," ujarnya.

Selain itu, ia juga berharap instansi terkait agar bisa melakukan penertiban kendaraan, khususnya kendaraan dengan beban berat di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Sebab, dirinya mengaku khawatir dengan kondisi saat ini, kendaraan dengan beban berat semakin mempercepat kerusakan turap tersebut dan juga berimbas pada rusaknya jalan.

Hal senada juga disampaikan warga Jalan Ahmad Yani, Ferry Liejaya, dirinya berharap kepada pihak-pihak yang terkait segera melakukan penanganan secepatnya.

"Apalagi dari DPUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) hanya estimasi, bisa saja kejadian penurunan tanah bisa lebih cepat. Kami maunya segera diperbaiki," ujarnya ditemui, Selasa (13/8). 

Kondisi saat ini tentu diakuinya membuat dirinya cukup khawatir, apalagi melihat banyaknya aktivitas masyarakat di Jalan Ahmad Yani. "Jangan sampai nanti sudah ada korban baru diperbaiki," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan hasil analisa disebutkan Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Berau, Dahri, usia turap di Jalan Ahmad Yani pasca insiden April lalu diestimasikan hanya sisa 8 sampai 10 bulan saja jika tidak segera diperbaiki.

Hal itu karena lubang terot atau jangkar yang sebelumnya dipasang untuk menjaga turap tetap kokoh, juga sudah terputus. Kondisi itu membuatnya khawatir. Sebab lubang-lubang kecil pada titik kerusakan turap, terus-menerus digerus air sungai, hingga membuat tanah di dalam lubang ikut tergerus.

Kondisi itulah yang disebutnya bisa memicu penurunan badan jalan yang berada di sisi turap.

Sementara Branch Manager PT SPIL Cabang Berau, Inka, menyebut saat ini pihaknya sudah menyiapkan anggaran sesuai perhitungan DPUPR untuk mengembalikan kondisi turap, senilai Rp 450 juta. “Kami sudah sepakat dan siapkan anggarannya. Tapi saat ini kami lagi mencari vendor yang tepat,” kata Inka, kepada Berau Post, belum lama ini.

Selama ini, pihaknya merasa kesulitan untuk mendapatkan vendor. Karena itu, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Berau untuk mencari vendor yang memenuhi spesifikasi dari pemerintah. “Pihak Dinas Pekerjaan Umum sempat mengusulkan salah satu vendor. Cuma vendor tersebut dalam waktu dekat ini ada kegiatan lain. Makanya kami harus mencari yang lain lagi,” jelasnya.

“Kami juga belum berani memastikan sampai kapan bisa dapat vendor yang tepat. Kami usahakan secepatnya,” sambungnya. (*/oke/sam)


BACA JUGA

Jumat, 16 Mei 2014 20:12

Bulan Terang, Bagan Kapal Libur Melaut

<div> <div style="text-align: justify;"> <strong>TALISAYAN - </strong>Hasil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers