MANAGED BY:
JUMAT
20 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Jumat, 16 Agustus 2019 15:46
Dua Orang Hebat
SUKSES: Penulis diapit dua orang yang sukses di bidangnya. Pak Tiyon sukses dengan rumah makan Puji Patinnya, sementara Pak Tullah sukses sebagai pedagang ayam.

PROKAL.CO, JUMPA dua orang hebat yang tidak direncanakan, satu keberuntungan. Apalagi keduanya pada latar belakang yang beda. Wajar mereka saya sebut orang hebat, sebab apa yang digeluti hingga sementara berada di puncak, bukanlah hal mudah.

Kemarin (15/8), saya mendapat telepon dari teman saya yang mengelola salah satu resor wisata di Pulau Maratua. Dia mengeluh, bagaimana caranya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) setelah adanya penertiban yang dilakukan oleh bupati. Ia mengakui, selama ini BBM didapatkan dari pengumpul dengan menggunakan jeriken.

Sekarang, hal itu sulit didapatkan. Baik jenis premium maupun jenis pertalite. Semua resor yang ada di Maratua punya keluhan yang sama. Belum lagi dengan speedboat milik masyarakat, yang juga sering dimanfaatkan sebagai bentuk kerja sama dengan resor. “Jadi kami ini harus bagaimana?” tanya teman saya itu.

Masalahnya, wisatawan luar negeri tak bisa ditahan kedatangannya. Mereka sudah mendaftar sejak lama. Wisatawan harus dijemput ke Tanjung Redeb. Sampai di Maratua, untuk berkeliling pulau dan aktivitas penyelaman, butuh bahan bakar yang banyak. “Untuk jemput dan mengantar kembali serta untuk keliling pulau, diperlukan sekitar 400 liter premium atau pertalite,” kata dia.

Persoalan sederhana tapi berdampak bagi kunjungan wisata, perlu dipikirkan solusinya. Apakah diperlukan semacam MoU antara pengelola resor dengan SPBU, atau kelompok usaha resor meminta kepada Pertamina, agar diberikan jatah khusus. Bisa saja jatah dari Pertamina dititipkan ke penampungan atau lewat SPBU.

Dalam tiga bulan ke depan, wisatawan mancanegara yang akan berkunjung ke Pulau Derawan maupun Maratua, sudah banyak yang memesan melalui aplikasi online. Bila pengusaha resor masih sulit mendapat BBM, ini akan menjadi dilema bagi pengelola resor maupun yang bergerak pada usaha jasa angkutan laut. “Tolong kami dibantu mencarikan solusinya Pak Sikra,” kata teman saya lewat telepon.

Usai menerima telepon, saya buru-buru menuju kantor DPRD. Saya berencana menyampaikan persoalan sulitnya mendapatkan BBM. Anggota DPRD masih dalam perjalanan pulang, hari Jumat (16/8) baru masuk kerja. Karena waktunya makan siang, saya meluncur saja ke warung Puji Patin, sekitar 200 meter dari gedung DPRD.

Saya pesan ayam goreng dan sayur santan. Pesan hanya dua porsi, kebetulan saya berdua teman. Pak Rahmatullah, sudah lebih dulu ada di meja makan.  Sudah hampir selesai. Pak Rahmatullah ini, berdagang ayam di Pasar Sanggam Adji Dilayas. Saudaranya yang lain juga demikian. Ada juga yang berdagang ikan.

“Penjual ayam, pesannya juga ayam goreng,” kata saya menggoda. Pak Rahmatullah, punya suara yang nyaring. Ia tertawa. Maka, ramailah saya berdua berbincang. Ia masih menggunakan pakaian lapangan.  Pakaian ‘dinas’ berjualan ayam. Nampaknya sama dengan saya, sama-sama kelaparan.

Kami berbicara banyak bagaimana situasi pasar tempatnya berusaha. Juga berbincang, bagaimana situasi di tempat itu. Saya bilang begini, Pak Tullah – sapaannya – setelah bapak dilantik jadi anggota DPRD, maka yang harus bapak perjuangkan bagaimana pasar itu menjadi lebih baik. Juga bagaimana agar teman-teman Pak Tullah sesama penjual ayam dan ikan, bisa menjadi lebih sejahtera hidupnya. “Kan, mereka yang ikut mendukung bapak, waktu pemilihan calon anggota legislatif,” kata saya.

Pak Rahmatullah, ikut pemilihan anggota legislatif di bawah bendera PKS. Ia memang punya keluarga besar. Padahal berada di dapil ‘neraka’ kata orang-orang. Ia berhasil lolos dengan perolehan suara yang cukup banyak. Dan, senin nanti (19/8) akan dilantik bersama 29 anggota DPRD lainnya.

“Setelah dilantik, kira-kira apa yang harus Pak Tullah kerjakan,” tanya saya. Ia sudah berencana bergabung pada komisi yang mengurus perikanan dan kehewanan. “Itu yang saya akan tempuh, setelah pelantikan nanti.  Saya hanya ingin mengabdi pada komunitas yang pernah saya geluti,” kata dia.

Kami saling pamit pulang. Di pintu masuk, saya jumpa Pak Tiyon. Pemilik warung Puji Patin. Ia langsung memeluk saya. Saya sudah berkenalan, sejak warungnya mulai beroperasi 14 tahun lalu. Waktu itu, badannya tidak segemuk sekarang. “Lama tidak ketemu Pak Sikra,” kata Pak Tiyon, sambil memeluk dan memperhatikan badan saya. “Terima kasih atas dukungannya selama ini Pak Sikra, sehingga usaha saya bisa terus maju,” kata Pak Tiyon dengan suara haru.

Sejak 14 tahun, rasa dan suasana tempatnya berjualan tak banyak perubahan. Ikan bakar, ayam goreng, dan ayam bakar, masih sama seperti dulu. Juga sambalnya, masih seenak 14 tahun silam. Karena saya tidak pernah mengonsumsi ikan patin, saya tak tahu rasanya.  Padahal ikan pati olahan Pak Tiyon paling digemari. Nama ikan patin ini diabadikan untuk nama warungnya ‘Puji Patin’.

Kami bertiga foto bersama. Di dekat dapur pembakaran ayam bakar dan ikan patin. Saya diapit Pak Tiyon dan Pak Rahmatullah. Dua orang hebat yang patut dicontoh keuletannya. (*/udi)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 18 September 2019 17:25

Ikan Belanak

TIDAK datang malam hari. Repot menembus keramaian. Sisi kiri dan…

Selasa, 17 September 2019 12:49

Buka Bungkus

ISTILAH buka bungkus biasanya disebut untuk barang baru. Barang yang…

Senin, 16 September 2019 17:54

Kado Ulang Tahun

HARI ini, Senin (15/9), Kasbupaten Berau genap berusia 66 tahun.…

Sabtu, 14 September 2019 13:54

Jerebu

MASIH ingat peristiwa yang sama tahun 2015 lalu? Situasinya sama…

Jumat, 13 September 2019 10:01

Agar Tak Lupa

TEROBOSAN ataupun inovasi, atau apapun namanya, memang perlu terus dilakukan.…

Kamis, 12 September 2019 15:04

Pilihan

CARILAH pilihanmu. pilih yang terbaik dan lakukan itu. Itu salah…

Rabu, 11 September 2019 18:49

Burung Kenari

SEJAK lama, sudah ada pedagang yang berinisiatif berjualan burung. Jualannya…

Selasa, 10 September 2019 15:43

Tidak Terbuang

HANYA beberapa bulan saja tidak mengunjungi Teluk Bayur, kemajuannya begitu…

Senin, 09 September 2019 18:41

Tarmizi Hakim

KALAU saya menulis nama lengkap dr.Tarmizi Hakim, Sp.BTKV. Gelar yang…

Minggu, 08 September 2019 17:23

Makmur Sang Pelopor

Kegemilangan dunia kepemudaan di Kabupaten Berau tak bisa lepas dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*