MANAGED BY:
SELASA
14 JULI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS
Sabtu, 17 Agustus 2019 13:33
Berkibarlah Benderaku
KENANGAN: Beginilah kondisi perjalanan sungai menuju Kampung Long Suluy. Penulis (belakang) bersama Pak Makmur dan istri saat masih menjabat Bupati Berau.

PROKAL.CO,

GENAP 74 tahun Indonesia Merdeka. Upacara memperingati detik-detik Proklamasi digelar bersamaan di seluruh penjuru negeri. Umbul-umbul warna-warni menghiasi semua sudut kota hingga ke pelosok desa. Rasa debar tak terhingga ada di hati petugas pengibar bendera. Puncak dari latihan selama berbulan-bulan.

Hati saya masih tak nyaman rasanya. Di awal rencana, sayalah paling bersemangat. Juga ketika rapat pemantapan, saya juga hadir. Sayangnya, ketika hari H saya putuskan untuk tidak ikut bergabung. Tidak berada dalam rombongan yang akan memperingati detik-detik Proklamasi di Kampung Long Suluy, Kecamatan Kelay, yang dikoordinir langsung Wakil Bupati Berau Agus Tantomo. Sebab istri saya sedang sakit.

Tahun lalu, detik-detik Proklamasi berlangsung di Pulau Maratua. Saya juga hadir. Acaranya meriah. Dilaksanakan di alun-alun Kampung Payung-Payung. Pesertanya seluruh pelajar di Kecamatan Pulau Maratua, serta warga dan aparat keamanan. Hadir pula sejumlah wisatawan yang kebetulan berlibur di Maratua. Usai upacara pengibaran bendera, dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih di bawah laut.

Tahun ini, keputusan agar upacara peringatan detik-detik Proklamasi kemerdekaan memilih di Kampung Long Suluy punya alasan yang kuat. Bahwa selama ini belum pernah ada kegiatan serupa yang dilaksanakan di kampung pedalaman. Putusan itu bukan mudah.  Sebab, semua harus disiapkan dari luar kampung. Camat dan unsur muspika lainnya ikut terlibat mempersiapkan akomodasi dan transportasi.

Long Suluy merupakan kampung terjauh sepanjang aliran Sungai Kelay. Tak ada alternatif angkutan kecuali jalur sungai. Di saat air meluap, perjalanan relatif mudah, walau sedikit melawan arus.  Ketika air surut, seperti sekarang, di sinilah letak indahnya sebuah perjalanan.

Saya ingat, pernah menemani Pak Makmur ketika masih menjabat Bupati Berau. Saya ikut perahu ketinting yang ditumpangi Pak Makmur bersama istri. Alasannya sederhana. Lebih mudah mendapatkan foto dokumentasi. Juga lebih mudah lagi mendapatkan konsumsi.

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 09 Juli 2020 20:34

Kok Meningkat Drastis?

SAMBIL membaca dengan seksama inbox medsos pelanggan yang mengeluh tagihan…

Sabtu, 02 Mei 2020 02:38

Mengikuti Mas Agus Bagi Ayam Goreng dan Takjil

JARUM jam baru menunjukkan pukul 15.00 Wita. Tapi halaman rumah…

Sabtu, 25 April 2020 12:34

Kuatkan Diri di Bulan Suci Menghadapi Pandemi

TIDAK terasa kita sudah memasuki bulan yang istimewa bagi umat…

Jumat, 17 April 2020 13:28

Sebagian Dana Desa untuk BLT

SEBAGAI salah satu daerah terdampak Covid-19, setidaknya 18.260 keluarga di…

Sabtu, 11 April 2020 00:30

Virus Ini Lebih Berbahaya Dibanding Corona

SAAT ini, secara garis besar ada tiga virus yang berbahaya.…

Sabtu, 04 April 2020 19:31

Kisah Sampar dan Covid-19

PANDEMI Covid-19 mengingatkan kita pada ulasan Albert Camus dalam novelnya…

Kamis, 12 Maret 2020 21:37

Soundscape Bandara Kalimarau

(do mi sol do) “Perhatian-perhatian, panggilan kepada penumpang pesawat udara…

Rabu, 19 Februari 2020 12:39

Musik Tradisi atau Musik Etnis

Menjelang perhelatan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang…

Selasa, 18 Februari 2020 15:45

Corona Konro

HEBOH awal berjangkitnya Coronavirus di Wuhan,  Provinsi Hubei, juga membuat…

Senin, 17 Februari 2020 11:30

Rawan Listrik

KABAR gembira. Pak Makmur yang pernah memimpin Berau dua periode…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers