MANAGED BY:
SABTU
21 SEPTEMBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

EKONOMI

Jumat, 23 Agustus 2019 19:09
Diserang Hama, Produksi Jagung Diperkirakan Menurun
TERANCAM: Serangan hama ulat sudah banyak merusak tanaman jagung milik petani di Berau.

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB- Persoalan kekeringan akibat musim kemarau, sudah membuat pusing para petani jagung di Berau. Namun itu belum cukup, karena tanaman jagung milik petani, saat ini juga banyak rusak akibat serangan hama ulat grayak atau ulat tentara.

Dikatakan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau, Mustakim, jenis ulat yang bisa terbang dengan radius 100 kilometer tersebut, merupakan hama yang bermigrasi dari luar negeri ke Indonesia. Bahkan penyebarannya sangat cepat. Tahun 2018 lalu, hama tersebut juga pernah menyerang jagung di negara Thailand.

“Hama tersebut memakan pupusnya. Jadi pada siang hari ulatnya sembunyi ke bawah, pada malam hari baru memakan tumbuhannya, sehingga sulit untuk ditangani,” katanya saat ditemui Berau Post.

Kondisi itu juga yang membuat penanaman jagung tahun ini baru mencapai 30 persen. Padahal luasan tanam yang ditargetkan tahun ini mencapai 8 ribu hektare.

“Saat ini, tim daerah dengan tim dari provinsi sedang melakukan observasi lapangan di Talisayan. Sebelumnya mereka telah observasi ke Biatan Ilir, dan akan melanjutkan ke Batu Putih yang masih dideteksi terus kondisinya. Tim ini nantinya akan melaksanakan sosialisasi untuk menangani masalah hama tersebut,” ucapnya.

Sementara untuk wilayah pertanian yang jadi sasaran hama, disebutnya mencakup wilayah Sukan Tengah, Batu Putih, Biatan, dan Talisayan.

“Untuk wilayah Labanan adalah sentra padi yang relatif masih aman dari serangan hama, namun punya masalah dengan kekeringan,” ucapnya. (*/sgp/udi)


BACA JUGA

Rabu, 11 September 2019 19:02

Harga Lada Masih Anjlok

TANJUNG REDEB – Harga komoditi lada di Kabupaten Berau dua…

Selasa, 10 September 2019 15:56

Sebut Izin Galian C ‘Penghambat’ Investasi

TANJUNG REDEB - Pengurusan izin galian C yang harus dilakukan di…

Sabtu, 07 September 2019 18:05

Akar Bajakah Ramai Dijual, Ngakunya Dapat dari Kalteng

TANJUNG REDEB – Tumbuhan Bajakah yang dikatakan memiliki khasiat menyembuhkan…

Minggu, 01 September 2019 20:39

Harganya Sih Udah Turun, Warga Kok Tetap Mengeluh, Ternyata...

TANJUNG REDEB – Jika harga cabai pekan lalu di Pasar…

Kamis, 29 Agustus 2019 09:59

Hidupkan Lagi Budidaya Rumput Laut

TANJUNG REDEB – Walau memiliki laut yang luas, tak membuat…

Selasa, 27 Agustus 2019 12:53

Bumbu Dapur Mahal, Warga ‘Dipaksa’ Berhemat

TANJUNG REDEB – Sejumlah kebutuhan bumbu dapur di Pasar Sanggam…

Jumat, 23 Agustus 2019 19:09

Diserang Hama, Produksi Jagung Diperkirakan Menurun

TANJUNG REDEB- Persoalan kekeringan akibat musim kemarau, sudah membuat pusing…

Rabu, 21 Agustus 2019 20:48

PSAD Semakin Sepi

TANJUNG REDEB - Kondisi Pasar Sanggam Adji Dilayas (PSAD) semakin…

Minggu, 18 Agustus 2019 09:46

Dermaga Speedboat Tanjung Redeb Segera Beroperasi, Yakin Sama-Sama Untung

TANJUNG REDEB – Selama ini Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau…

Sabtu, 17 Agustus 2019 13:48

Kembangkan Wisata Maratua

TANJUNG REDEB – Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*