MANAGED BY:
SENIN
14 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Selasa, 27 Agustus 2019 12:40
Pelaku Terancam 5 Tahun Penjara

Kantongi Identitas, Polisi Buru Pembakar Lahan di Kelay

AKBP Pramuja Sigit Wahono

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sudah menghanguskan ratusan hektare lahan di Bumi Batiwakkal. Kabut asap yang ditimbulkan pun, sempat menyebabkan penundaan jadwal penerbangan di Bandara Kalimarau. Bahkan aparat kepolisian dan TNI, juga harus bekerja ekstra untuk membantu memadamkan api.

Karena itu, Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono melalui Kasat Reskrim AKP Rengga Puspot Saputro, mengatakan bahwa pihaknya akan bertindak tegas kepada para pelaku pembakar lahan. “Kami akan memburu para pembakar lahan,” katanya kepada Berau Post kemarin (26/8).

Pihaknya pun tengah memburu para pelaku pembakaran lahan di wilayah Kelay, yang identitasnya telah dikantongi.

Dikatakan, para pelaku pembakar lahan tersebut akan diganjar dengan ketentuan pasal 50 ayat 3 huruf D junto pasal 78 ayat 4 Undang-Undang Nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan atau pasal 69 ayat 1 huruf H junto pasal 108 Undang-Undang 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Hukumannya di atas 5 tahun penjara,” ucapnya.

Ketegasan aparat untuk menindak para pelaku pembakar lahan sangat diharapkan masyarakat. Sebab kabut asap yang ditimbulkan, memberikan banyak kerugian.

Seperti di penerbangan, ujar Kepala Seksi Teknik Operasi, Budi Sarwanto. Dalam dua pekan terakhir, sudah dua kali pihaknya melakukan penundaan jadwal penerbangan akibat kabut asap yang membuat jarak pandang hanya berkisar 3,5 kilometer.

Bahkan, dari penundaan jadwal tersebut, tercatat seorang calon penumpang terpaksa batal terbang. Hal itu juga membuat penumpukan penumpang terjadi di terminal Bandara Kalimarau. “Kalau hari ini (kemarin), jarak pandang sudah normal, mencapai 8 ribu meter (8 kilometer),” katanya.

Keluhan juga datang dari pihak maskapai. Seperti  diutarakan Ratna, Airport Manager Wings Air. Dikatakan, akibat penundaan penerbangan, pihaknya terpaksa mengubah seluruh jadwal penerbangan. Sehingga banyak penumpang terlantar.

“Kerugian finansial tidak bisa kami sebutkan,” katanya.

Akibat kabut asap juga, pihaknya banyak mendapat komplain dari penumpang. Akibat terlalu lama menunggu terlalu lama di bandara.

Sementara Branch Manager Garuda Indonesia Cabang Berau, Radi menuturkan, pihaknya menyayangkan kejadian munculnya kabut asap di Berau. Karena mempengaruhi jarak pandang yang berhubungan erat dengan keselamatan penerbangan.

“Jika pihak Bandara Kalimarau melarang aktivitas penerbangan. Kami bisa apa,” ucapnya.

Dikatakannya, dalam sepekan terakhir, maskapai Garuda Indonesia telah dua kali gagal terbang.

Terpisah, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Berau Tekad Sumardi menuturkan, kemarin (26/8), pihaknya belum melihat adanya titik panas di Berau. “Kalau beberapa hari sebelumnya, selalu ada (titik panas),” katanya.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau Thamrin mengatakan, data terakhir yang mereka terima, luas lahan yang terbakar akibat karhutla mencapai 180 hektare. “Kebakaran terluas terjadi di Kecamatan Teluk Bayur yang mencapai lebih dari 100 hektare, kemudian di Kecamatan Pulau Derawan seluas 36 hektare,” ucapnya.

Sementara Kecamatan Talisayan 30 hektare hutan dan lahan yang terbakar. Kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Kecamatan Sambaliung dan Kelay. “(Luasan lahan yang terbakar) meningkat tiga kali lipat,” ungkapnya. (*/hmd/udi)

 


BACA JUGA

Minggu, 13 Oktober 2019 18:56

Target Tuntas 2021

TANJUNG REDEB – Pembangunan sarana pendidikan di wilayah 3T (tertinggal,…

Minggu, 13 Oktober 2019 18:54

Mengatur Lalu Lintas di Titik Pekerjaan Drainase, Dishub Akui Tak Dilibatkan

TANJUNG REDEB – Beberapa proyek pengerjaan drainase di wilayah Tanjung…

Minggu, 13 Oktober 2019 18:53

Tangkal Berita Hoaks, Kenali Sumber Informasi

Pelajar yang tergabung dalam Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah-sekolah…

Minggu, 13 Oktober 2019 18:49

Solar Kosong, Nelayan Tidak Melaut

TANJUNG REDEB – Masyarakat nelayan di Kampung Kasai, Kecamatan Pulau…

Sabtu, 12 Oktober 2019 12:22

Deklarasi Perpisahan di Hadapan ASN

TANJUNG REDEB – Kasak-kusuk pencalonan petahana yang akan berkompetisi pada…

Sabtu, 12 Oktober 2019 12:20

Jarak Tempuh Jadi Pertimbangan Mutasi

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau kembali melakukan promosi dan…

Sabtu, 12 Oktober 2019 12:18

Ungkap Peredaran Kosmetik Ilegal

TANJUNG REDEB - Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial SA…

Jumat, 11 Oktober 2019 18:48

Dilantik Hari Ini, 60 ASN Dirotasi

TANJUNG REDEB - Bupati Berau kembali akan melantik puluhan pejabat…

Jumat, 11 Oktober 2019 18:46

Jederrrr...!! Petir Menyambar, Tiga Pekerja Jatuh dan Pingsan

PULAU DERAWAN - Tiga karyawan PT Sentosa Kalimantan Jaya (SKJ)…

Jumat, 11 Oktober 2019 18:45

Hujan = Listrik Padam

TANJUNG REDEB – Hujan disertai angin kencang yang mengguyur sebagian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*