MANAGED BY:
SENIN
14 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Jumat, 30 Agustus 2019 19:06
Kurang Maksimal, Bisa Dibubarkan

Pemkab Evaluasi Tim Pengawasan BBM

Agus Tantomo

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Tim pengawasan bahan bakar minyak (BBM) bentukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) telah beraksi. Lebih dari dua pekan tim yang terdiri dari berbagai instansi dan lembaga vertikal itu berjaga di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Meski begitu, dari pengamatan awak media ini di beberapa ruas jalan, penjual eceran masih tetap marak. Begitu juga beberapa orang yang diduga pengetap masih leluasa di SPBU.

Mengenai itu, Wakil Bupati Berau Agus Tantomo mengatakan terus mengamati kegiatan tim pengawasan di lapangan. Bahkan, ia juga tak menampik masih mendengar keluhan terkait masih adanya pengetap.

“Saya tadi (kemarin, red) lihat di SPBU orang-orang kita ada seperti Satpol PP. Dan saya mengamati masih tetap ada keluhan bahwa pengetap masih ada,” katanya kepada awak media ini, Kamis (29/8).

Karena itu, dirinya menerangkan, bupati bakal melakukan evaluasi. Perihal keberadaan tim pengawasan BBM yang sudah berjalan. Apabila dirasa tim tersebut tidak maksimal, dirinya pun menyebut bisa saja pembubaran dilakukan.

“Kalau tidak maksimal buat apa dilanjutkan,” ujarnya. Terpenting menurutnya, pemerintah telah berupaya melalui keberadaan tim tersebut.

Mengenai persoalan pengetap dan penjual eceran BBM selama ini, Agus memiliki pandangan berbeda. Dirinya melihat di daerah lain keberadaan pengecer tak jauh berbeda dengan di Berau. Namun, bedanya tidak ada antrean panjang di SPBU.

Keberadaan pengetaplah yang selama ini membuat antrean panjang di SPBU. “Antrean panjang ada hubungannya dengan pengetap. Dan pengetap menjual ke eceran,” ucapnya.

“Jadi yang kita mau tertibkan itu adanya keluhan masyarakat tentang antrean akibat pengetap ini,” tambah mantan anggota DPRD Kaltim.

Kemudian, ia pun mempertanyakan apakah antrean panjang di SPBU bisa dihilangkan, sementara pengecer BBM tetap ada, seperti di daerah lain? “Kenapa daerah lain bisa, kita tidak bisa,” katanya.

Dirinya pun menyebut minimnya jumlah SPBU dan kuota distribusi BBM turut menjadi penyebab panjangnya antrean di SPBU. Apalagi jam operasional SPBU di Berau yang relatif singkat. “Ini akan menjadi usulan saya kalau tim pengawasan dibubarkan. Karena secara logika, orang lebih senang beli di SPBU dibandingkan eceran. Harganya murah, kualitas dan ukurannya benar,” tuturnya. (arp/udi)


BACA JUGA

Minggu, 13 Oktober 2019 18:56

Target Tuntas 2021

TANJUNG REDEB – Pembangunan sarana pendidikan di wilayah 3T (tertinggal,…

Minggu, 13 Oktober 2019 18:54

Mengatur Lalu Lintas di Titik Pekerjaan Drainase, Dishub Akui Tak Dilibatkan

TANJUNG REDEB – Beberapa proyek pengerjaan drainase di wilayah Tanjung…

Minggu, 13 Oktober 2019 18:53

Tangkal Berita Hoaks, Kenali Sumber Informasi

Pelajar yang tergabung dalam Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah-sekolah…

Minggu, 13 Oktober 2019 18:49

Solar Kosong, Nelayan Tidak Melaut

TANJUNG REDEB – Masyarakat nelayan di Kampung Kasai, Kecamatan Pulau…

Sabtu, 12 Oktober 2019 12:22

Deklarasi Perpisahan di Hadapan ASN

TANJUNG REDEB – Kasak-kusuk pencalonan petahana yang akan berkompetisi pada…

Sabtu, 12 Oktober 2019 12:20

Jarak Tempuh Jadi Pertimbangan Mutasi

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau kembali melakukan promosi dan…

Sabtu, 12 Oktober 2019 12:18

Ungkap Peredaran Kosmetik Ilegal

TANJUNG REDEB - Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial SA…

Jumat, 11 Oktober 2019 18:48

Dilantik Hari Ini, 60 ASN Dirotasi

TANJUNG REDEB - Bupati Berau kembali akan melantik puluhan pejabat…

Jumat, 11 Oktober 2019 18:46

Jederrrr...!! Petir Menyambar, Tiga Pekerja Jatuh dan Pingsan

PULAU DERAWAN - Tiga karyawan PT Sentosa Kalimantan Jaya (SKJ)…

Jumat, 11 Oktober 2019 18:45

Hujan = Listrik Padam

TANJUNG REDEB – Hujan disertai angin kencang yang mengguyur sebagian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*