MANAGED BY:
SELASA
02 JUNI
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 02 September 2019 18:35
Polisi Amankan Ulin Ilegal

Pemilik dan Dua Sopir Juga Diamankan

DIAMANKAN: Truk bernomor polisi KT 8602 GE dan DA 1085 K yang mengangkut 10 kubik kayu ulin, telah diamankan aparat Polsek Talisayan.

PROKAL.CO, TALISAYAN- Aparat Polsek Talisayan, mengamankan tiga orang pengangkut kayu ulin ilegal, sekitar pukul 02.00 Wita, Sabtu (31/8) dini hari. Ketiga warga Kampung Batu Putih, Kecamatan Batu Putih bernama Candra (32), Juhamsyah (23), serta Samsudin (23), diamankan di Kampung Tembudan, Kilometer (Km) 12, Kecamatan Batu Putih.

Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono melalui Kapolsek Talisayan Iptu Budi Watikno yang dikonfirmasi kemarin (1/9) menuturkan, penangkapan bermula ketika pihaknya menggelar Operasi Cipta Kondisi (Cipkon), malam itu. Saat operasi, melintas dua truk bermuatan kayu yang dihentikan pihaknya. Saat diperiksa, ratusan lembar kayu berjenis ulin tersebut tidak memiliki kelengkapan dokumen.

“Dari dalam truk terdapat sekitar 10 kubik kayu jenis ulin,” kata Budi kepada Berau Post.

Budi menjelaskan, kayu-kayu tersebut adalah milik Candra. Sementara Juhamsyah dan Samsudin berperan sebagai sopir kedua truk yang mengangkut ulin, turut diperiksa pihaknya.

“Mereka (kedua sopir) mengaku hanya disuruh untuk membawa kayu tersebut,” kata mantan Kasat Sabhara Polres Berau ini.

Budi menambahkan, kayu tersebut dibawa dari Talisayan dan hendak menuju ke Bidukbiduk. Mereka mendapatkan kayu tersebut dengan cara menebang hutan dan  mengolahnya hingga siap pakai. Pemilik kayu beralasan, kayu tersebut akan digunakan untuk membangun jembatan.

“Dari ukurannya tidak mungkin dibikin jembatan. Itu hanya akal-akalan mereka saja,” ucapnya.

Dari hasil pemeriksaan, Candra akan mendapatkan uang sebesar Rp 35 juta, dari hasil 10 kubik ulin tersebut. “Saat ini barang bukti dan pelaku telah kami amankan. Pengakuannya telah 4 kali membawa kayu tersebut,” lanjut perwira balok dua ini.

Ketiga pelaku sendiri terancam pasal Pasal 12 huruf E junto pasal 83 ayat 1 huruf B undang-undang (UU) Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2003 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusak Hutan.

“Di atas 10 tahun itu ancamannya. Kami juga masih lakukan pendalaman,” tutupnya. (*/hmd/udi)


BACA JUGA

Senin, 01 Juni 2020 19:24

Wajibkan Jamaah Bermasker dan Membawa Sajadah Sendiri

TANJUNG REDEB – Pemerintah mulai memberikan relaksasi terhadap kebijakan dalam…

Senin, 01 Juni 2020 19:21

Tersisa Satu PDP di RSD

Selain kabar menggembirakan mengenai sembuhnya tujuh pasien yang dirawat di…

Senin, 01 Juni 2020 19:18

Sempat Dirongrong Debt Collector, 7 Pasien Diperbolehkan Pulang

TANJUNG REDEB – Harapan agar Kabupaten Berau segera terbebas dari…

Senin, 01 Juni 2020 19:14

Tetap Lanjutkan Program Bagi-Bagi Masker

TANJUNG REDEB – Penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah,…

Minggu, 31 Mei 2020 20:56

Sejak 26 Mei, Ribuan Karyawan Perusahaan Ini Mogok Kerja

TANJUNG REDEB - Kurang lebih 1.000 karyawan PT Gunta Samba…

Minggu, 31 Mei 2020 20:54

Gugus Tugas Diminta Sosialisasikan Protokol Kesehatan

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Berau tengah menyusun persiapan menuju tatanan baru…

Minggu, 31 Mei 2020 20:52

Masjid Mulai Dibuka, Jamaah Harus Ikut Protokol Kesehatan

TANJUNG REDEB – Bupati Berau Muharram memastikan, masjid dan musala…

Sabtu, 30 Mei 2020 19:32

Kadinkes: Berau Tak Punya Alasan Tepat untuk RDT Massal

TANJUNG REDEB - Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi mengatakan rencana…

Sabtu, 30 Mei 2020 19:31

Kabupaten Ini Siapkan Aturan Wajib Gunakan Masker

PEMKAB Berau mewajibkan seluruh masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di…

Sabtu, 30 Mei 2020 19:30

Berau Menuju Tatanan Baru

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau tengah mempersiapkan penerapan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers