MANAGED BY:
SENIN
14 OKTOBER
UTAMA | SANGGAM | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | EKONOMI | ALL SPORT | KOMBIS

UTAMA

Senin, 02 September 2019 18:35
Polisi Amankan Ulin Ilegal

Pemilik dan Dua Sopir Juga Diamankan

DIAMANKAN: Truk bernomor polisi KT 8602 GE dan DA 1085 K yang mengangkut 10 kubik kayu ulin, telah diamankan aparat Polsek Talisayan.

PROKAL.CO, TALISAYAN- Aparat Polsek Talisayan, mengamankan tiga orang pengangkut kayu ulin ilegal, sekitar pukul 02.00 Wita, Sabtu (31/8) dini hari. Ketiga warga Kampung Batu Putih, Kecamatan Batu Putih bernama Candra (32), Juhamsyah (23), serta Samsudin (23), diamankan di Kampung Tembudan, Kilometer (Km) 12, Kecamatan Batu Putih.

Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono melalui Kapolsek Talisayan Iptu Budi Watikno yang dikonfirmasi kemarin (1/9) menuturkan, penangkapan bermula ketika pihaknya menggelar Operasi Cipta Kondisi (Cipkon), malam itu. Saat operasi, melintas dua truk bermuatan kayu yang dihentikan pihaknya. Saat diperiksa, ratusan lembar kayu berjenis ulin tersebut tidak memiliki kelengkapan dokumen.

“Dari dalam truk terdapat sekitar 10 kubik kayu jenis ulin,” kata Budi kepada Berau Post.

Budi menjelaskan, kayu-kayu tersebut adalah milik Candra. Sementara Juhamsyah dan Samsudin berperan sebagai sopir kedua truk yang mengangkut ulin, turut diperiksa pihaknya.

“Mereka (kedua sopir) mengaku hanya disuruh untuk membawa kayu tersebut,” kata mantan Kasat Sabhara Polres Berau ini.

Budi menambahkan, kayu tersebut dibawa dari Talisayan dan hendak menuju ke Bidukbiduk. Mereka mendapatkan kayu tersebut dengan cara menebang hutan dan  mengolahnya hingga siap pakai. Pemilik kayu beralasan, kayu tersebut akan digunakan untuk membangun jembatan.

“Dari ukurannya tidak mungkin dibikin jembatan. Itu hanya akal-akalan mereka saja,” ucapnya.

Dari hasil pemeriksaan, Candra akan mendapatkan uang sebesar Rp 35 juta, dari hasil 10 kubik ulin tersebut. “Saat ini barang bukti dan pelaku telah kami amankan. Pengakuannya telah 4 kali membawa kayu tersebut,” lanjut perwira balok dua ini.

Ketiga pelaku sendiri terancam pasal Pasal 12 huruf E junto pasal 83 ayat 1 huruf B undang-undang (UU) Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2003 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusak Hutan.

“Di atas 10 tahun itu ancamannya. Kami juga masih lakukan pendalaman,” tutupnya. (*/hmd/udi)


BACA JUGA

Minggu, 13 Oktober 2019 18:56

Target Tuntas 2021

TANJUNG REDEB – Pembangunan sarana pendidikan di wilayah 3T (tertinggal,…

Minggu, 13 Oktober 2019 18:54

Mengatur Lalu Lintas di Titik Pekerjaan Drainase, Dishub Akui Tak Dilibatkan

TANJUNG REDEB – Beberapa proyek pengerjaan drainase di wilayah Tanjung…

Minggu, 13 Oktober 2019 18:53

Tangkal Berita Hoaks, Kenali Sumber Informasi

Pelajar yang tergabung dalam Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah-sekolah…

Minggu, 13 Oktober 2019 18:49

Solar Kosong, Nelayan Tidak Melaut

TANJUNG REDEB – Masyarakat nelayan di Kampung Kasai, Kecamatan Pulau…

Sabtu, 12 Oktober 2019 12:22

Deklarasi Perpisahan di Hadapan ASN

TANJUNG REDEB – Kasak-kusuk pencalonan petahana yang akan berkompetisi pada…

Sabtu, 12 Oktober 2019 12:20

Jarak Tempuh Jadi Pertimbangan Mutasi

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau kembali melakukan promosi dan…

Sabtu, 12 Oktober 2019 12:18

Ungkap Peredaran Kosmetik Ilegal

TANJUNG REDEB - Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial SA…

Jumat, 11 Oktober 2019 18:48

Dilantik Hari Ini, 60 ASN Dirotasi

TANJUNG REDEB - Bupati Berau kembali akan melantik puluhan pejabat…

Jumat, 11 Oktober 2019 18:46

Jederrrr...!! Petir Menyambar, Tiga Pekerja Jatuh dan Pingsan

PULAU DERAWAN - Tiga karyawan PT Sentosa Kalimantan Jaya (SKJ)…

Jumat, 11 Oktober 2019 18:45

Hujan = Listrik Padam

TANJUNG REDEB – Hujan disertai angin kencang yang mengguyur sebagian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*